Kedatangan Kapal Perang Belanda di Surabaya Menguatkan Hubungan Bilateral
Kapal perang HNLMS De Ruyter, yang merupakan kapal komando pertahanan udara milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda, kembali hadir di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kehadiran kapal ini dalam rangka kunjungan persahabatan sekaligus memperkuat hubungan kerja sama maritim antara Indonesia dan Belanda. Kapal tersebut berlabuh di Kota Pahlawan sebagai bagian dari agenda diplomatik yang menarik perhatian publik.
Simbol Eratnya Hubungan Indonesia-Belanda
Kunjungan HNLMS De Ruyter tidak hanya menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi juga simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Belanda, khususnya dengan Surabaya sebagai salah satu kota pelabuhan strategis di Indonesia. Kapten HNLMS De Ruyter, Rodger de Wit, menjelaskan bahwa keberadaan kapal perang Belanda di kawasan Asia Pasifik berkaitan erat dengan pentingnya menjaga stabilitas keamanan laut internasional dan kebebasan navigasi. Ia menyebutkan bahwa UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) menjadi dasar aturan internasional mengenai tata kelola laut dunia.
Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik karena merupakan negara kepulauan besar yang berada di jalur pelayaran internasional penting. Karena itu, Belanda memandang Indonesia sebagai mitra utama yang perlu terus diperkuat hubungan kerjasamanya.
Kemampuan Canggih HNLMS De Ruyter
HNLMS De Ruyter dibangun pada tahun 2003 dan merupakan salah satu dari empat kapal sejenis yang dimiliki oleh Belanda. Fungsi utamanya adalah memberikan perlindungan udara bagi gugus tugas angkatan laut dari berbagai ancaman, termasuk serangan udara dan rudal. Keunggulan lain dari kapal ini terletak pada sistem radar SMART-L berukuran besar yang terpasang di bagian atas kapal. Radar tersebut disebut mampu mendeteksi ancaman rudal balistik dari jarak sangat jauh.
Selain itu, HNLMS De Ruyter juga berfungsi sebagai kapal komando internasional yang mampu menampung staf gabungan multinasional untuk memimpin operasi laut bersama.
Agenda dan Harapan Kerja Sama Berkelanjutan
Selama berada di Surabaya, HNLMS De Ruyter dijadwalkan menjalani sejumlah agenda, termasuk latihan bersama TNI Angkatan Laut sebelum kembali berlayar pada Sabtu mendatang. Sebanyak 220 awak kapal juga diberi kesempatan untuk menikmati suasana Kota Surabaya, mengenal budaya lokal, hingga mencicipi kuliner khas Indonesia.
Harapan kerja sama berkelanjutan antara Indonesia dan Belanda terlihat dari rencana kunjungan rutin setiap dua tahun sekali. Dalam satu perjalanan operasi, kapal perang Belanda biasanya melakukan tur selama sekitar lima setengah bulan ke berbagai negara. Indonesia hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan karena hubungan kedua negara dinilai sangat dekat, baik dari sisi sejarah, diplomasi, maupun kerja sama maritim.

Pengalaman Berbeda di Surabaya
Surabaya dipilih sebagai lokasi sandar karena memiliki posisi penting sebagai kota terbesar kedua di Indonesia sekaligus pelabuhan terbesar kedua setelah Jakarta. Pemilihan Surabaya juga memberi pengalaman berbeda bagi para awak kapal Belanda dibandingkan jika hanya berkunjung ke Jakarta.
Lily Jessica Tjokrosetio, Honorary Consulate Belanda cabang Surabaya, menyampaikan harapan agar kunjungan seperti ini dapat terus berlangsung secara rutin di masa mendatang. Tidak hanya kunjungan persahabatan, tetapi juga kerja sama pelatihan bersama antara Angkatan Laut Belanda dan TNI AL.
Mendorong Kerja Sama Ekonomi dan Industri
Selain hubungan diplomatik dan pertahanan, kunjungan kapal perang Belanda juga menjadi momentum memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara, khususnya di Jawa Timur. Kepala Netherlands Business Support Office (NBSO) untuk Indonesia, Mario, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas membantu perusahaan-perusahaan Belanda yang ingin berbisnis dan berinvestasi di Surabaya serta wilayah Indonesia bagian timur.

Surabaya memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Jawa Timur sekaligus pintu gerbang ekonomi menuju kawasan timur Indonesia. Di sektor maritim, Surabaya terkenal dengan shipyard dan industri kapal. Ada beberapa kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di bidang tersebut. Selain sektor maritim, Belanda juga aktif menjajaki peluang kerja sama di berbagai bidang lain seperti pertanian, pengelolaan limbah, kesehatan, hingga teknologi air.
Investasi Belanda Dinilai Terus Bertumbuh
Mario menilai kerja sama ekonomi Indonesia dan Belanda terus berkembang dari tahun ke tahun. Meski tidak menyebut angka pasti, ia mengatakan terdapat sejumlah perusahaan Belanda yang terus melakukan ekspansi investasi di Indonesia. Salah satu sektor yang paling banyak diisi perusahaan Belanda adalah sektor agroindustri dan peternakan, termasuk industri pakan ternak.
Di sektor produk susu atau dairy product, Mario juga menyebut beberapa perusahaan Belanda masih aktif memperbesar kapasitas produksinya di Indonesia. Mereka melakukan ekspansi supaya produksinya lebih besar dan bisa memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat.



