Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 11 Mei 2026
Trending
  • Akhir tragis pegawai yang bakar kantor Dishub Babel, gubernur menunggu hasil polisi, status ASN dicopot
  • Israel Serang Gaza dan Lebanon, Pemimpin Hamas dan Kepala Unit Radwan Hizbullah Tewas
  • Opini: TikTok Jadi Dokter Generasi Muda
  • Spesifikasi Honor X9C: Performa Unggul, Harga Terjangkau
  • Tren Kinerja Emiten Baja KRAS, GGRP, dan ISSP: Bagaimana Kondisinya?
  • Ahmad Dhani Buka Hubungan dengan Irwan Mussry Usai Sindiran Maia Estianty
  • 50 Ucapan Hari Perjanjian Roem-Royen 2026, Cocok untuk Media Sosial
  • Setelah Resmikan Dealer ke-4, Target Bangun Ini di Tahun 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Israel Serang Gaza dan Lebanon, Pemimpin Hamas dan Kepala Unit Radwan Hizbullah Tewas
Politik

Israel Serang Gaza dan Lebanon, Pemimpin Hamas dan Kepala Unit Radwan Hizbullah Tewas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kekacauan di Gaza dan Lebanon Akibat Serangan Israel

Dalam beberapa hari terakhir, Israel meluncurkan puluhan serangan udara di wilayah Gaza dan Lebanon, memicu krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Wilayah-wilayah ini menjadi zona perang aktif tanpa gencatan senjata, dengan serangan udara terus berlangsung tanpa henti.

Pada Rabu (6/5/2026), lebih dari 30 serangan udara terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam. Warga sipil menjadi korban utama dari konflik ini. PBB menyatakan bahwa jumlah korban jiwa sipil meningkat setiap hari, sementara krisis kemanusiaan semakin parah karena Israel terus mengeluarkan perintah evakuasi paksa yang mengosongkan desa-desa di wilayah utara.

Serangan udara terus berlanjut dan puluhan orang dilaporkan tewas. Dalam laporan terbaru, militer Israel menyatakan telah membunuh Ahmad Balut, komandan Unit Radwan elite Hizbullah, dalam serangan di pinggiran selatan Beirut pada Rabu. Israel juga mengklaim telah membunuh Muhammad Ali Bazzi, kepala departemen intelijen Unit Nasser, dan Hussein Hassan Romani, petugas pengamatan pertahanan udara Hizbullah.

Sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.715 orang, melukai 8.353 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi atau sekitar seperlima populasi Lebanon, menurut data resmi terbaru.

Kematian Putra Pemimpin Hamas

Sementara itu, serangan Israel di Gaza menewaskan putra pemimpin Hamas. Serangan di Kota Gaza menewaskan Azzam Khalil al-Hayya, putra pemimpin biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, menurut sumber di Rumah Sakit al-Shifa kepada Al Jazeera Arabic pada Kamis (7/5/2026). Khalil al-Hayya sebelumnya mengonfirmasi bahwa putranya terluka dalam serangan tersebut. Pejabat Hamas, Basim Naim, kemudian mengonfirmasi kematian Azzam al-Hayya.

Azzam merupakan putra keempat Khalil al-Hayya. Khalil al-Hayya diketahui memiliki tujuh anak dan telah selamat dari beberapa upaya pembunuhan oleh Israel. Serangan Israel di Doha, Qatar, tahun lalu yang menargetkan kepemimpinan Hamas menewaskan salah satu putranya, sementara al-Hayya selamat. Dua putra lainnya juga tewas dalam serangan Israel di Gaza pada 2008 dan 2014.

Struktur Kepemimpinan Hamas dan Hizbullah

Hizbullah

Pimpinan tertinggi Hizbullah saat ini adalah Naim Qassem. Qassem dipilih memimpin kelompok tersebut setelah pendahulunya, Hassan Nasrallah, tewas akibat serangan udara Israel di Beirut pada akhir September 2024. Di bawah kepemimpinannya, Hizbullah menandatangani gencatan senjata dengan Israel setelah mengalami kerugian besar pada infrastruktur, kepemimpinan, dan pasukan akibat operasi militer IDF selama setahun.

Namun, tak lama setelah Israel memulai serangan gabungan bersama AS pada 28 Februari 2026, pertempuran kembali pecah antara Israel dan Hizbullah. Tokoh penting lainnya adalah Mohammad Haidar, politikus sayap politik Hizbullah sekaligus pejabat keamanan senior di Dewan Jihad Hizbullah. Dewan tersebut bertanggung jawab atas operasi militer dan keamanan Hizbullah.

Talal Hosni Hamiyah, yang juga anggota Dewan Jihad, memimpin Unit 910 Hizbullah, unit yang bertanggung jawab atas operasi rahasia di luar Lebanon. Unit tersebut disebut bertanggung jawab atas sejumlah serangan besar, termasuk pemboman AMIA tahun 1994, pemboman Kedutaan Israel di Buenos Aires tahun 1992, dan pemboman bus Burgas tahun 2012. Unit tersebut juga bekerja sama erat dengan intelijen Iran dan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam.

Kepemimpinan Hamas

Sejak perang Israel-Hamas dimulai pada 7 Oktober 2023, sejumlah pemimpin Hamas telah tewas. Tokoh-tokoh penting yang terbunuh di antaranya adalah Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, dan Mohammad Sinwar. Anggota Hamas berpangkat tertinggi di Gaza saat ini adalah Izz al-Din al-Haddad, yang disebut sebagai salah satu dalang operasi 7 Oktober di Israel selatan.

Haddad kini menjabat sebagai kepala Brigade Izzadin al-Qassam setelah kematian Mohammad Sinwar. Selain Haddad, sebagian besar pimpinan senior Hamas berada di Doha, Qatar. Di sana, Hamas memiliki komite pengatur beranggotakan lima orang. Ketua komite, Muhammad Ismail Darwish, memimpin Dewan Syura Hamas, badan otoritatif utama kelompok tersebut. Darwish menduduki posisi itu pada pertengahan Oktober 2023 setelah IDF membunuh pendahulunya, Osama al-Mazini, kurang dari dua minggu setelah perang dimulai.

Khalil al-Hayya, anggota komite tersebut, menjabat sebagai kepala negosiator Hamas dan pemimpin delegasi dalam pembicaraan tidak langsung dengan Israel. Anggota dewan lainnya adalah Khaled Mashaal, yang dianggap sebagai salah satu pemimpin Hamas paling berpengaruh yang masih tersisa. Pada Februari lalu, Mashaal kembali menegaskan penolakan Hamas terhadap perlucutan senjata dalam Forum Al Jazeera.

Zaher Jabarin memimpin Biro Keuangan Hamas serta operasi kelompok itu di Tepi Barat. Ia juga menjadi anggota penting tim negosiasi Hamas. Anggota terakhir dewan kepemimpinan Hamas adalah Nizar Awadallah, yang telah berada di Qatar sejak sebelum perang dimulai. Awadallah dikenal dekat dengan salah satu pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kisah Richard Lee Pasca Mualaf Diungkap Ustaz, KTP Masih Agama Lama Jadi Pertanyaan

8 Mei 2026

Trump: Proyek Kebebasan Dimulai, Janji Kawal Ratusan Kapal yang Ditahan Iran di Selat Hormuz

8 Mei 2026

Kondisi Terkini Menkeu Purbaya Usai Sakit dan Disuntik 8 Kali, Tampil di Kolam Renang dan Mal

8 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Akhir tragis pegawai yang bakar kantor Dishub Babel, gubernur menunggu hasil polisi, status ASN dicopot

11 Mei 2026

Israel Serang Gaza dan Lebanon, Pemimpin Hamas dan Kepala Unit Radwan Hizbullah Tewas

11 Mei 2026

Opini: TikTok Jadi Dokter Generasi Muda

10 Mei 2026

Spesifikasi Honor X9C: Performa Unggul, Harga Terjangkau

10 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?