Tindakan Tegas UIN STS Jambi terhadap Dosen yang Digerebek Istri
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi mengambil langkah tegas setelah seorang dosen bernama Dedek Kusnadi (DK) digerebek oleh istrinya di sebuah kos di kawasan Simpang IV Sipin, Kota Jambi. DK, yang menjabat sebagai wakil dekan sekaligus dosen di kampus tersebut, kini resmi dipolisikan atas dugaan perzinahan dan penelantaran anak.
Peristiwa ini berawal dari kejadian penggerebekan yang dilakukan oleh istri DK bersama pengacaranya, Babinsa, Babinkamtibmas, pihak RT, Trantib, serta Ketua Forum RT. Penggerebekan terjadi pada hari Jumat (1/5/2026) sekira pukul 17.30 WIB hingga 20.00 WIB. DK sempat menolak keluar dari kamar indekosnya, sehingga akhirnya melibatkan pihak Polsek Telanaipura untuk membawa DK ke kantor polisi.
Penggerebekan tersebut juga disebut memicu ketegangan karena DK terlibat dalam kasus hutang piutang. Beberapa pihak yang merasa dirugikan turut ikut dalam proses penggerebekan. DK diketahui berada di dalam kamar indekos bersama seorang wanita dan seorang pria. Pria tersebut mengaku sebagai anggota TNI, namun diketahui bahwa ia merupakan mantan anggota yang desersi atau dipecat dari kesatuannya.
Setelah dikeluarkan dari kamar, DK dijemput oleh Patroli Polsek Telanaipura dan dibawa ke kantor polisi. Di lokasi penggerebekan, suasana terlihat sepi dengan hanya beberapa kendaraan yang terparkir di halaman kos tersebut.
Tindakan UIN STS Jambi
Menanggapi kejadian tersebut, UIN STS Jambi mengambil langkah tegas untuk menjaga marwah institusi dan integritas akademik. Rektor Universitas, Prof Dr H Kasful Anwar, M.Pd, memberikan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa pihak kampus akan melakukan penelusuran lebih lanjut dan mengambil tindakan sesuai regulasi jika terbukti ada pelanggaran.
Berikut empat langkah yang diambil oleh UIN STS Jambi:
Menonaktifkan dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan
Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga objektivitas pemeriksaan dan kondusivitas akademik.Pemeriksaan secara etik
Rektor memerintahkan yang bersangkutan diperiksa secara etik untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi akan diberikan sesuai regulasi.Menghentikan aktivitas yang mewakili institusi
Untuk sementara waktu, DK dihentikan dari berbagai aktivitas yang mewakili UIN STS Jambi baik di internal maupun eksternal.Menghentikan aktivitas mengajar, pengabdian, dan penelitian
DK juga dihentikan dari berbagai kegiatan akademik seperti mengajar, pengabdian, dan penelitian.
UIN STS Jambi menegaskan bahwa tindakan personal individu yang dilakukan oknum tersebut tidak merepresentasikan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.
Penggerebekan Pertama di Kos
Ketua RT 34 Simpang IV Sipin, Teguh Hariyanto, menyebut bahwa kejadian ini adalah pertama kalinya terjadi di indekos tersebut. Sebelumnya, indekos tersebut baru beroperasi sebelum bulan puasa kemarin. Namun, keberadaannya dinilai meresahkan karena menerima penghuni laki-laki dan perempuan.
Teguh mengatakan bahwa pihak RT dan warga telah membuat pengaduan ke lurah, dan pengelola kos dipanggil untuk ditanyakan permasalahan izin dan sebagainya. Meski demikian, pengelola dinilai kurang kooperatif.

Ia menyayangkan sikap pengelola indekos yang tidak proaktif dalam menegur pemilik kos yang membawa lawan jenis ke kamarnya. Menurutnya, pengelola bisa menggunakan CCTV dan nomor ponsel penghuni untuk menegur apabila terjadi pelanggaran.
Penjelasan Dosen DK
Dalam klarifikasi, DK membantah sedang berdua bersama seorang perempuan saat digerebek. Ia mengklaim bahwa dirinya berada di dalam kamar bersama dua orang, yaitu seorang perempuan dan oknum anggota TNI bernama Yoli. DK menjelaskan bahwa ia menemani perempuan tersebut ke toko kecantikan, namun terjadi keributan terkait hutang-piutang. Setelah itu, ia menghubungi Yoli untuk menemani dirinya.
Yoli kemudian menjemput perempuan tersebut dan membawanya ke Korem. Namun, perempuan tersebut memilih untuk pulang ke indekosnya. DK pun menjemput Yoli dan mereka berdua berada di kamar mandi karena takut akan gangguan dari pihak lain. DK menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutnya mesum berdua di kamar tidak benar.



