Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Kepala Bank Himbara Tak Terima Tantiem, Pengaruh pada Kinerja?
Ekonomi

Kepala Bank Himbara Tak Terima Tantiem, Pengaruh pada Kinerja?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pemangkasan bonus tantiem bagi para pemimpin bank besar pemerintah di Indonesia terus berlangsung. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari arahan pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi perbankan negara. Hal ini terlihat pada sejumlah bank milik pemerintah, seperti BNI, Mandiri, dan BRI, yang telah menghapus atau mengurangi besaran tantiem untuk dewan komisaris dan direksi.

BNI: Tantiem Dihapus Total

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi salah satu contoh utama penghapusan tantiem. Dalam laporan tahunan 2025, seluruh dewan komisaris dan direksi BNI tidak lagi menerima tantiem. Padahal, di tahun 2024, mereka masih mendapat tantiem yang cukup besar.

Laba bersih BNI pada tahun 2025 mencapai Rp 20 triliun, turun dari Rp 21,5 triliun di tahun sebelumnya. Sebagai informasi, pada tahun 2024, dewan komisaris dan direksi BNI masing-masing menerima tantiem sebesar 2,76% dari total laba.

Bank Mandiri: Penghapusan Tantiem Juga Terjadi

Selain BNI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga memberlakukan kebijakan serupa. Dalam laporan tahunan 2025, seluruh dewan komisaris dan direksi Bank Mandiri tidak lagi menerima tantiem. Pada tahun 2024, jumlah tantiem yang dibagikan kepada direksi mencapai Rp 335 miliar, sedangkan untuk dewan komisaris sebesar Rp 784 miliar.

Meskipun penghapusan tantiem terjadi, laba Bank Mandiri pada tahun 2025 justru tumbuh tipis sebesar 0,93% secara year-on-year menjadi Rp 56,3 triliun.

BRI: Penurunan Drastis, Tapi Belum Dihapus Total

Berbeda dengan BNI dan Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) belum sepenuhnya menghilangkan tantiem. Namun, nilai yang diberikan sudah turun drastis. Pada tahun 2025, total tantiem untuk direksi BRI sebesar Rp 181 miliar, turun dari Rp 648 miliar di tahun 2024. Sementara itu, tantiem untuk dewan komisaris BRI turun dari Rp 259,8 miliar menjadi Rp 12,5 miliar.

BCA: Bonus Tantiem Naik

Di sisi lain, bank swasta seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menunjukkan peningkatan dalam pembagian tantiem. Total tantiem yang dibayarkan BCA kepada dewan komisaris dan direksinya pada tahun 2025 mencapai Rp 887 miliar, naik dari Rp 765 miliar di tahun 2024.

Pandangan Ekonom: Pedang Bermata Dua

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyatakan bahwa penghapusan tantiem di bank himbara disebabkan oleh arahan pemerintah. Menurutnya, faktor utamanya bukanlah kinerja bank, melainkan kebijakan pemerintah yang ingin memperketat skema kompensasi.

Yusuf menilai bahwa penghapusan tantiem bisa menjadi langkah positif di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil. Namun, ia khawatir hal ini dapat berdampak negatif terhadap kinerja bank. Ia mengingatkan bahwa tantiem biasanya menjadi alat untuk mendorong kinerja. Jika pengurangan kompensasi tidak diimbangi dengan pengganti yang setara, manajemen bank bisa menjadi lebih konservatif.

Perkembangan di Masa Depan

Selain itu, Yusuf juga memprediksi kemungkinan adanya bankir besar himbara yang beralih ke bank swasta. Pasalnya, bank swasta seperti BCA menawarkan bonus yang semakin besar.

Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan juga menyetujui pandangan tersebut. Menurutnya, bank himbara akan selalu mengikuti kebijakan pemerintah. Sampai saat ini, ia menilai belum ada dampak signifikan dari penghapusan tantiem terhadap kinerja bank. Ia juga menyebut bahwa cara kerja bankir himbara masih sama seperti sebelumnya.

“Efeknya bila kita lihat di sini masih belum terlihat karena kinerja masih tetap bagus,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?