Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Prediksi skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven: Die Roten Bullen siap mengamuk di Red Bull Arena
  • Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pater Otto Gusti Dilantik Jadi Guru Besar IFTK Ledalero, Ketua DPRD Sikka: Ruang Dialog Terbuka
Politik

Pater Otto Gusti Dilantik Jadi Guru Besar IFTK Ledalero, Ketua DPRD Sikka: Ruang Dialog Terbuka

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 April 2026No Comments5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengukuhan Rektor IFTK Ledalero sebagai Guru Besar Filsafat Politik

Rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Pater Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Filsafat Politik pada 18 April 2026 di Maumere, Nusa Tenggara Timur. Acara pengukuhan berlangsung di Aula Santo Thomas Aquinas Ledalero, sekitar pukul 09.00 WITA. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena beserta jajaran, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli, S.Fil, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E, Uskup Agung Ende Mgr Paul Budi Kleden, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, serta pimpinan perguruan tinggi seperti Rektor Universitas Nusa Nipa Dr. Jonas K. G. D. Gobang dan perwakilan Unika Santu Paulus Ruteng.

Peran Penting Akademisi dalam Pembangunan Daerah

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan ini. Menurutnya, momen ini merupakan peristiwa bersejarah yang tidak hanya berdampak pada IFTK Ledalero, tetapi juga bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Sikka. Ia mengapresiasi kontribusi akademik Pater Otto dan menekankan pentingnya dialog antara DPRD dan IFTK Ledalero dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan daerah.

Pater Otto dikenal aktif dalam memberikan kritik, saran, dan gagasan untuk pembangunan daerah. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama dalam pembelaan hak asasi manusia. Hal ini dinilai sebagai kontribusi besar baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dorong Penguatan Demokrasi

Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen juga menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Pater Otto. Ia menilai prosesi ini sebagai pencapaian akademik yang patut diapresiasi. Ia berharap kontribusi Pater Otto semakin signifikan, khususnya dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Menurut Anton Doni, kehadiran seorang akademisi seperti Pater Otto sangat dibutuhkan untuk memberikan arah dan pencerahan bagi masyarakat. Ia juga menyinggung perlunya regenerasi pemikir di bidang filsafat politik di tingkat nasional. Ia berharap Profesor Otto dapat mengambil peran tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional, dalam penguatan demokrasi.

Orasi Ilmiah tentang Filsafat Politik

Dalam orasi ilmiahnya dengan judul “Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia”, Profesor Otto Gusti menyampaikan kegelisahan mendasar bahwa demokrasi modern cenderung terjebak pada prosedur, tetapi kehilangan kedalaman rasional yang seharusnya menopangnya. Pemilihan umum, menurut dia, memang penting sebagai mekanisme legal, tetapi tidak otomatis menghasilkan legitimasi yang kuat.

“Legitimasi kekuasaan tidak cukup bertumpu pada prosedur. Ia harus lahir dari kemampuan menjelaskan dan mempertanggungjawabkan keputusan politik secara rasional di hadapan publik,” ujarnya.

Di titik ini, ia memperkenalkan konsep epistemologi demokrasi sebuah pandangan bahwa demokrasi adalah proses kolektif untuk membangun pengetahuan bersama melalui diskursus terbuka. Kebenaran dalam demokrasi, dengan demikian, bukan sesuatu yang dimonopoli oleh elite, melainkan diuji melalui perdebatan publik yang terus berlangsung.

Tantangan dalam Era Digital

Namun, prasyarat dari proses tersebut adalah hadirnya warga yang memiliki daya pertimbangan politik. Tanpa itu, ruang publik kehilangan fungsinya sebagai arena pertukaran gagasan, dan perlahan berubah menjadi ruang propaganda.

Menurut Pater Otto, tantangan itu semakin nyata dalam lanskap digital saat ini. Media sosial yang semestinya memperluas partisipasi justru sering mempersempit perspektif melalui algoritma yang memperkuat preferensi pengguna. Fenomena ruang gema atau echo chamber membuat warga cenderung hanya berinteraksi dengan pandangan yang sejalan dengan keyakinannya. Perbedaan tidak lagi dipahami sebagai bagian dari dinamika demokrasi, melainkan sebagai ancaman terhadap identitas kelompok.

Akibatnya, polarisasi sosial menguat, bahkan setelah kontestasi politik selesai. Dalam situasi seperti itu, opini publik lebih mudah dibentuk oleh emosi dan viralitas daripada argumentasi rasional. “Opini tidak lagi lahir dari diskursus, tetapi dari mobilisasi sentimen,” katanya.

Membangun Infrastruktur Epistemik

Dalam konteks itu, ia menekankan kembali pentingnya daya pertimbangan politik warga kemampuan untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan membuat penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan di ruang publik. Merujuk pada pemikiran Aristoteles, Pater Otto menyebut bahwa kebijaksanaan politik tidak terletak pada pengetahuan teoretis semata, melainkan pada phronesis, yakni kebijaksanaan praktis yang lahir dari pengalaman hidup bersama.

Dalam masyarakat Indonesia, menurut dia, bentuk-bentuk phronesis itu sesungguhnya telah lama hidup dalam praktik musyawarah, gotong royong, dan diskusi komunitas lokal. Persoalannya bukan pada rendahnya kapasitas warga, melainkan pada belum terbangunnya ruang publik modern yang mampu menampung dan mengembangkan praktik tersebut secara reflektif.

Karena itu, memperkuat demokrasi tidak cukup dilakukan melalui pembenahan prosedur politik. Yang lebih mendasar adalah membangun infrastruktur epistemik: media yang kredibel, akses informasi yang terbuka, serta sistem pendidikan yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan dialogis.

Tanggung Jawab Etis Negara dan Elite Politik

Di sisi lain, Pater Otto juga menyoroti tanggung jawab etis negara dan elite politik. Praktik manipulasi informasi, penggunaan buzzer, dan eksploitasi identitas dinilai justru merusak kapasitas warga dalam menilai secara rasional. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menggerus kepercayaan publik terhadap institusi politik dan hukum.

Pada akhirnya, demokrasi, menurut Pater Otto, adalah sebuah proses reflektif yang melibatkan hubungan timbal balik antara warga, ruang publik dan kekuasaan. Warga yang mampu menilai akan menghasilkan pengetahuan publik yang berkualitas. Dari situ, kekuasaan memperoleh legitimasi yang tidak dipaksakan, melainkan diakui secara rasional.

“Demokrasi adalah kerja bersama yang tidak pernah selesai. Ia bergantung pada kepercayaan bahwa manusia mampu berpikir, berdialog, dan mencari kebaikan bersama,” ujarnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven: Die Roten Bullen siap mengamuk di Red Bull Arena

15 October 2026

Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China

15 October 2026

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?