Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 23 April 2026
Trending
  • Jadwal Bioskop Bali Senin (20/4): Film Horor Lokal Ghost in the Cell Mendominasi
  • 7 Ikan Unik dengan Bentuk Menyerupai Pisau
  • Shio Beruntung 20-26 April: Rezeki Melimpah di Hari Minggu!
  • Jejak Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Terkait Kasus Blowfish
  • Nus Kei Tewas Dibunuh, Cekcok dengan John Kei Soal Tanah
  • Eks Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri Latih Anak Kalibaru di Coaching Clinic PSA Project Hearts
  • Bank Jatim Perkenalkan JConnect Terbaru di Road to JConnect Zone
  • Desain Honda Vario 160 CBS 2026 Lebih Matang dengan Fitur Modern untuk Kebutuhan Harian yang Nyaman
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Jejak Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Terkait Kasus Blowfish
Politik

Jejak Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Terkait Kasus Blowfish

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehilangan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau dikenal dengan Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (19/4/2026).

Dave Laksono, Ketua DPP Partai Golkar, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, Nus Kei sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Dave menyebutkan bahwa korban menderita empat luka tusuk yang berasal dari penikaman oleh OTK.

“Korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang,” ujar Dave kepada Tribunnews.com.

Nus Kei juga diketahui memiliki hubungan dekat dengan salah satu pemimpin kelompok massa yang berasal dari Pulau Kei, bagian tenggara provinsi Maluku. Pada tahun 2020 silam, terjadi perselisihan hubungan saudara akibat hasil pembagian tanah di Kota Ambon, Maluku. Akibat dari perselisihan ini, rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang dan Duri Kosambi, Jakarta Barat, didatangi oleh kelompok massa.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Rabu (24/2/2021), Nus Kei menyebut penyerangan terhadap anak buahnya, Erwin dan Frengky, terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada Minggu 21 Juni 2020 di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Saat itu, Nus Kei langsung menuju lokasi kejadian dari rumahnya di Green Lake City, Tangerang, menggunakan mobil bersama empat orang. Sesampainya di lokasi, Nus Kei melihat Erwin sudah tergeletak di tengah jalan dengan luka bacok.

Saat itu, Nus Kei mengaku tidak melihat saksi Frengky. Ia kemudian segera membawa Erwin ke rumah sakit. Di rumah sakit, Nus Kei mendapat kabar dari anaknya bahwa rumahnya telah diserang. Setiba di rumah, Nus Kei memastikan kondisi keluarganya dan menyebutkan bahwa rumahnya dalam kondisi rusak parah.

“Semuanya hancur, lantai 1 di bawah semua rusak, semua barang rusak,” kata Nus Kei di persidangan. Ketika hakim ketua Yulisar bertanya tentang istri anaknya, Nus Kei menjawab, “Mereka lari.”

Riwayat Penyerangan Sebelumnya

Nus Kei juga pernah menjadi korban penyerangan dalam peristiwa Blowfish pada April 2010. Saat itu, ia menjadi korban pemukulan. Nus Kei datang ke Blowfish setelah satu hari sebelumnya terjadi keributan di lokasi tersebut. Setelah tiba di Blowfish, dia justru menjadi korban pemukulan oleh beberapa orang. Nus Kei dipukuli setelah sempat bertemu dengan kepala security Blowfish.

Aksi pemukulan terhadap Nus Kei berkembang menjadi keributan besar di dalam tempat hiburan tersebut yang akhirnya menewaskan dua orang. Saat itu, diketahui ada beberapa orang dari kubu lawan yang telah bersiap ketika tahu Nus Kei tiba bersama orang-orangnya. Setelah keributan, empat orang dari kubu lawan menjadi tersangka dan disidangkan.

Kasus ini bermula dari rebutan lahan bisnis dengan seorang tokoh dari kelompok lain. Bisnis yang diperebutkan saat itu adalah jasa keamanan serta bisnis memasok keperluan publik dan restoran, seperti minuman keras. Persidangan kasus Blowfish di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga sempat rusuh. Dua kelompok massa saling menyerang di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB pada 29 September 2010.

Akibat kerusuhan tersebut, empat orang dikabarkan tewas dan belasan lainnya terluka. Salah satu korban luka adalah Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Eddy. Keributan bermula sesaat seusai sidang kasus Susno Duadji, massa pendukung korban kasus kerusuhan Blowfish meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk makan siang di sekitar lingkungan Pengadilan Negeri. Massa tersebut makan siang di sebuah rumah makan padang yang tidak jauh dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tiga Kopaja 608 dari arah Ragunan mendatangi massa pendukung korban tersebut. Sempat terjadi adu mulut, sebelum pecah kerusuhan lebih besar yang dipicu penembakan terhadap salah seorang massa pendukung korban. Kerusuhan lebih besar terjadi. Massa kedua kubu menggunakan senjata tajam, seperti golok. Sempat terjadi juga beberapa kali tembakan yang dilepaskan massa pendukung terdakwa ke arah massa pendukung korban.

Bentrokan selesai setelah polisi menerjunkan kurang lebih 500 personel, dari Polres dan Polda. Massa kedua kubu pendukung membubarkan diri.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Aksi 21 April di Samarinda, Gubernur Kaltim Buka Ruang Dialog, Polda Siagakan 1.700 Personel

23 April 2026

Pandangan Arsip

22 April 2026

Evan Dimas: Keharusan Kejujuran di Hari Jadi PSSI

22 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Bioskop Bali Senin (20/4): Film Horor Lokal Ghost in the Cell Mendominasi

23 April 2026

7 Ikan Unik dengan Bentuk Menyerupai Pisau

23 April 2026

Shio Beruntung 20-26 April: Rezeki Melimpah di Hari Minggu!

23 April 2026

Jejak Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Terkait Kasus Blowfish

23 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?