Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 April 2026
Trending
  • Visa Schengen: Persyaratan, Biaya, Negara Tujuan, dan Proses Pembuatan
  • Pria 30 Tahun, Tabungan Sedikit dan Karier Mandek, Apa yang Harus Dikhawatirkan?
  • Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya
  • Jawaban PDIP soal Klaim Jusuf Kalla, Sebut Pengkhianatan di Balik Kemenangan Jokowi
  • Hendrikus Rahayaan, Pembunuh Nus Kei yang Dibuat Balas Dendam
  • 6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Berbisnis dengan Teman
  • Hasil Raker UIN Raden Intan Lampung 2026: Rekomendasi Strategis yang Siap Diterapkan
  • Jadwal Balapan Moto3, Moto2, MotoGP Spanyol 2026 Hari Ini di Trans7, Catat Waktunya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Hendrikus Rahayaan, Pembunuh Nus Kei yang Dibuat Balas Dendam
Hukum

Hendrikus Rahayaan, Pembunuh Nus Kei yang Dibuat Balas Dendam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 April 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun

Polisi berhasil menangkap pelaku penikaman yang menyebabkan kematian Nus Kei. Pria bernama Hendrikus Rahayaan tega melakukan aksi tersebut karena dendam pribadi terhadap korban. Hendrikus adalah keponakan John Kei sekaligus atlet Mixed Martial Arts (MMA). Penangkapan dua tersangka pembunuhan terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei berlangsung dramatis di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026).

Nus Kei dikenal sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, sehingga kasus ini langsung menarik perhatian publik. Dua orang yang diamankan oleh pihak kepolisian adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. Nama Hendrikus cukup mencolok karena ia dikenal sebagai atlet MMA sekaligus memiliki hubungan keluarga dengan John Kei, tokoh yang selama ini dikenal luas di Jakarta. Sementara itu, Finis disebut sebagai warga biasa.

Di balik kasus ini, polisi mengungkap adanya motif yang tidak sederhana. Dendam lama menjadi latar belakang utama yang mendorong aksi nekat tersebut. Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, kembali menegaskan identitas kedua tersangka, yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. Lebih jauh, peristiwa penikaman ini ternyata berkaitan dengan insiden berdarah yang terjadi beberapa tahun lalu di Jakarta.

Luka lama yang belum terselesaikan diduga menjadi pemicu utama. “Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” jelas AKBP Rian Suhendi.

Kronologi Pembunuhan Nus Kei

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026). Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT. Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).

Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri. “Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora.” “Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri,” demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026).

Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi. Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. “Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital,” tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang. Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai. “Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026,” katanya.

Profil Hendrikus Rahayaan

Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta. Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku. Dirinya juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta.

Pria kelahiran 6 Desember 1997 ternyata memang memiliki hobi berkelahi. Hal ini sempat diutarakan dalam percakapan dengan Tribun Manado pada tahun 2023 silam. Petarung dengan slogan Bad Boy From Kei itu menceritakan kegemarannya itu. Katanya, sedari kecil dia sudah sering berkelahi dengan teman sepermainan. Hingga sering terlibat tauran seiring bertambahnya umur. Namun, hobi itu tentu negatif, sehingga dia pun kurang disukai keluarga lantaran kerap hobinya menghasilkan masalah.

“Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga,” katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023). Bertumbuh dewasa, Hendrikus pun memutuskan untuk menekuni hobinya. Dengan tekad, hobinya berbuah prestasi yang membanggakan keluarga.

“Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah,” lanjutnya. Jalan menuju atlet profesional dimulainya dengan berlatih keras dimentoring kakeknya sendiri yang kebetulan adalah pelatih ilmu bela diri. Tidak hanya satu, kakeknya menguasai tiga cabang ilmu bela diri, yakni; Mhuay Thai, Whu su dan Boxing.

“Kebetulan beta punya kakek itu kita di sasana dia jadi coach, di Tual sini,” lanjutnya. Basic mental by one serta latihan keras, keponakan John Kei itu akhirnya terjun di kelas bantam One Pride MMA Itu. Dari situlah, 2 match yang menjadi awal berkarirnya berakhir mulus dengan kemenangan. M. Ricky Syahputra berhasil ditumbangkan dengan perolehan TKO 22 detik. Sementara Boido Simanjuntak tunduk pada ronde ke tiga.

Hendrikus pun sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi, dan dia punya harapan besar anak muda Maluku yang sehobi bisa bertarung di ring profesional. “Untuk mental-mental jalanan anak Maluku itu buat saja, kita itu anak-anak yang dianggap nakal begini, kalau baru mau berjuang itu nanti dapat banyak kritikan dari orang-orang, jadu saya harap selalu bermental baja, lakukan saja apa yang harus kita lakuakan tuk terus harumkan nama daerah, tandasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

KALSEL TERPOPULER: Kecelakaan di Tanahlaut, Siswa SMK Diduga Dibunuh, LPG Naik

24 April 2026

Tampang Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara, Ternyata Keponakan John Kei dan Atlet MMA

23 April 2026

Profil AKP Haris Wicaksono, Kapolsek Banjarmasin Tengah yang Membangun Citra Polisi Melalui Anak-Anak

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Visa Schengen: Persyaratan, Biaya, Negara Tujuan, dan Proses Pembuatan

24 April 2026

Pria 30 Tahun, Tabungan Sedikit dan Karier Mandek, Apa yang Harus Dikhawatirkan?

24 April 2026

Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya

24 April 2026

Jawaban PDIP soal Klaim Jusuf Kalla, Sebut Pengkhianatan di Balik Kemenangan Jokowi

24 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?