Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 25 Agustus 2026
Trending
  • Apakah Mobil Kei Masuk Kategori LCGC di Indonesia?
  • Gallery Mustika Deli dibuka: Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Medan
  • Ramalan Shio Paling Hoki Besok Jumat 21 Agustus 2026: Tikus, Kerbau, Macan, dan Kelinci
  • Rio Ferdinand Prediksi Pemenang Liga Inggris Usai Arsenal Sepakati Transfer 51 Juta Pound
  • Trump umumkan rencana ekonomi “penghancuran” terhadap Iran
  • Ini yang Diperkarakan Dokter Tifa di Praperadilan, Bukan Lagi Soal Ijazah Jokowi
  • Warga Nitunglea Terisolasi Pasca-Gempa Flores, PMKRI Maumere Minta Gibran ke Palue
  • Jadwal Live TV Babak 8 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026: Alwi Farhan dan Fajar/Fikri Tampil Malam Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kematian Gita Fitri di Kepahiang: 14 Adegan Rekonstruksi Mencengangkan
Hukum

Kematian Gita Fitri di Kepahiang: 14 Adegan Rekonstruksi Mencengangkan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 April 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rekonstruksi Kasus Kematian Gita Fitri Ramadani di Kebun Pepaya

Rekonstruksi kasus kematian Gita Fitri Ramadani (25) di kebun pepaya Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang dilakukan oleh Polres Kepahiang pada Senin (30/3/2026). Proses rekonstruksi ini melibatkan tersangka yang memperagakan 14 adegan untuk membuka fakta-fakta terkait kematian korban.

Gita ditemukan tewas di kebun pepaya milik tersangka MK pada Rabu dini hari (4/2/2026), sehingga menimbulkan berbagai dugaan kejanggalan dan polemik. Untuk menjelaskan kasus tersebut, pihak kepolisian melakukan rekonstruksi dengan menghadirkan saksi, tersangka, serta pengacara kedua belah pihak.

Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, menyatakan bahwa dalam rekonstruksi yang terbagi menjadi 14 adegan tersebut tidak ada yang ditutupi. Ia juga mempersilahkan masyarakat yang ingin bertanya setelah proses rekonstruksi selesai, meskipun tidak mungkin membuka bukti-bukti secara vulgar.

Selama rekonstruksi, tidak ada pihak yang membantah. Setelah proses rekonstruksi selesai, berkas yang sebelumnya P19 akan dilengkapi kembali oleh pihak kepolisian sebelum dikirim kembali ke kejaksaan. Personel yang dikerahkan dalam pelaksanaan rekonstruksi berjumlah 89 orang.

Adegan Per Adegan

Dari pengamatan wartawan, rekonstruksi diawali saat Gita tiba di pondok kebun pepaya milik tersangka MK. Saat itu, suasana kebun tampak seperti aktivitas biasa. Salah satu saksi terlihat sedang menyemprot keong di area kebun. Saksi tersebut merupakan karyawan MK, sementara MK sendiri berada di pondok.

Gita yang datang tidak naik ke pondok, melainkan turun dan bergerak menjauh dari bangunan tersebut. Tak lama kemudian, sebuah sepeda motor datang ke pondok yang ternyata merupakan kawan dari saksi. Meski demikian, saksi yang sedang menyemprot tidak menaruh kecurigaan terhadap situasi tersebut. Ia bahkan sempat mengajak kawan yang datang dengan sepeda motor untuk ikut menyemprot, namun ajakan itu ditolak.

Di saat yang sama, Gita berjalan menuju bagian belakang pondok. Setelah aktivitas menyemprot keong selesai, para saksi mulai mencari keberadaan Gita. Namun, Gita tidak ditemukan di sekitar area pondok. Pencarian kemudian berlanjut hingga ke ujung kebun. Di lokasi itulah Gita ditemukan dalam kondisi telungkup, terjerat perangkap babi.

Posisinya terjatuh dengan tangan kanan dan kaki kanan tersangkut jerat. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berupaya menyelamatkan korban menggunakan batang pepaya. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Situasi yang mendesak membuat salah satu saksi akhirnya menggunakan parang untuk memotong kabel jerat.

Setelah jerat berhasil dilepaskan, tubuh Gita kemudian dipindahkan ke atas tebing dengan jarak sekitar 3 meter dari lokasi awal. Melihat kondisi korban, saksi segera memanggil MK yang saat itu masih berada di pondok. MK kemudian keluar dari pondok dan menyusul ke lokasi. Setibanya di sana, ia melihat kondisi korban dan mencoba memastikan keadaan Gita.

Korban dipanggil dan tubuhnya digoyang-goyangkan, namun tidak ada respons. Setelah diyakini korban telah meninggal dunia, Gita kemudian dibawa ke pondok. Karena saat itu kondisi hujan, tubuh korban sempat dibersihkan. Selanjutnya, MK menghubungi kepala desa dan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kematian Gita Fitri yang Misterius

Kasus kematian Gita Fitri menuai polemik dan dianggap memiliki banyak kejanggalan. Kuasa hukum keluarga bahkan telah melaporkan dua oknum anggota Polres Kepahiang ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bengkulu karena diduga adanya pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan kasus tersebut.

Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan korban diduga meninggal akibat tersengat listrik dan telah menetapkan satu tersangka berinisial MK, pemilik kebun tempat korban ditemukan. Namun, keluarga korban menilai masih banyak kejanggalan yang belum terjawab, mulai dari hilangnya handphone korban, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dinilai terlambat, hingga dugaan pemindahan jenazah sebelum penanganan resmi dilakukan.

Alasan Polisi

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah dilakukan pembongkaran makam untuk autopsi lanjutan, yang juga diiringi desakan ratusan warga agar penanganan kasus dilakukan secara transparan dan tuntas. Dari pembongkaran tersebut, jenazah korban dibedah dan diambil sampel berupa organ jantung dan cairan sisa makanan yang berada di lambung.

Hasil autopsi sudah keluar seminggu lalu, tapi memang diumumkan dengan pihak kepolisian. Penetapan tersangka inilah yang dinilai aneh oleh pihak keluarga korban, karena dilakukan sebelum proses autopsi serta dinilai belum didukung alat bukti yang lengkap, hingga kemudian kasusnya begulir ke Komisi III DPR RI.

Penetapan Tersangka

Penyidik telah menetapkan satu orang tersangka terkait kasus kematian Gita Fitri Ramadhani. Penetapan tersangka tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama awak media pada Senin (2/3/2026). Dari hasil penyelidikan, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik yang dipasang di kebun tersebut.

Dalam pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut antara lain dua unit telepon genggam milik tersangka, pakaian yang dikenakan korban, KWh listrik, kabel listrik, serta kawat yang digunakan untuk mengaliri arus listrik sebagai jerat babi. Selain itu, polisi juga mengamankan dua papan peringatan adanya aliran listrik di lokasi kebun.

Di Jerat Pasal Kelalaian hingga Menyebabkan Kematian

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut mengatur tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. “Setiap orang yang karena kealpaannya mengakibatkan matinya orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 500 juta,” tegas Bintang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ini yang Diperkarakan Dokter Tifa di Praperadilan, Bukan Lagi Soal Ijazah Jokowi

24 Agustus 2026

Daftar 7 Berita Terpilih Hari Ini, Pengungkapan Narkotika Cair 2,6 Ton Diungkap

24 Agustus 2026

Tiga Pelajar Ditetapkan Sebagai Pelaku Penganiayaan Siswa SMKN 2 Palembang, Terancam 3,5 Tahun Penjara

24 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Apakah Mobil Kei Masuk Kategori LCGC di Indonesia?

25 Agustus 2026

Gallery Mustika Deli dibuka: Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Medan

25 Agustus 2026

Ramalan Shio Paling Hoki Besok Jumat 21 Agustus 2026: Tikus, Kerbau, Macan, dan Kelinci

24 Agustus 2026

Rio Ferdinand Prediksi Pemenang Liga Inggris Usai Arsenal Sepakati Transfer 51 Juta Pound

24 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?