Kasus Mutilasi di Gang Nawasari: Empat Fakta yang Menggemparkan Warga Samarinda
Peristiwa mengerikan yang terjadi di Gang Nawasari, Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu (21/3/2026) telah mengguncang warga setempat. Kejadian ini berawal dari temuan dua bocah saat sedang bermain di sekitar lingkungan mereka. Peristiwa ini terjadi di tengah suasana Idul Fitri 2026, yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan.
1. Terungkap dari Temuan Bocah
Di tengah suasana hangat Idul Fitri 2026, dua anak-anak di Gang Nawasari asyik bermain di sekitar lingkungan rumah mereka. Aktivitas bermain itu berlangsung seperti biasa, tanpa ada firasat apa pun akan kejadian mengerikan yang akan mereka temui. Namun, keriangan itu seketika sirna ketika kedua bocah tersebut menemukan bungkusan karung di salah satu sudut lingkungan mereka.
Karung tersebut tampak mencurigakan dan tidak biasa berada di lokasi tersebut. Bukannya berisi barang bekas atau sampah biasa, karung tersebut menyimpan rahasia kelam, potongan tubuh manusia. Tanpa memahami sepenuhnya apa yang mereka temukan, kedua anak itu segera melapor kepada orang dewasa di sekitar lokasi. Laporan polos itulah yang kemudian membuka tabir dari sebuah aksi kriminalitas yang amat keji di kawasan yang dikenal sebagai “kampung buntu” tersebut.
2. Korban Dimutilasi Tujuh Bagian
Olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polresta Samarinda mengungkap fakta yang menyayat hati. Identitas korban yang disebut Miss X, yang hingga kini masih menjadi misteri, ditemukan dalam kondisi tak utuh. Petugas yang melakukan pemeriksaan awal menemukan bahwa tubuh korban telah dipotong menjadi beberapa bagian, menunjukkan adanya tindakan mutilasi yang diduga dilakukan secara sengaja untuk menghilangkan jejak.
Ipda Mat Bahri, Pamapta I Polresta Samarinda, mengonfirmasi bahwa tubuh korban telah dimutilasi menjadi tujuh bagian. “Ada tujuh potongan. Kepala ditemukan utuh bersama tubuh bagian atas, dan dua kaki, dua tangan, paha, dan badan terpisah,” ungkapnya. Kondisi ini memperlihatkan tingkat kekerasan yang tinggi dalam kasus tersebut dan memperkuat dugaan bahwa pelaku memiliki motif tertentu yang masih didalami oleh pihak kepolisian.
3. Potongan Tubuh Dibuang Terpisah
Hasil penyisiran di lokasi kejadian menunjukkan bahwa potongan tubuh korban tidak ditemukan di satu titik saja. Petugas menemukan bagian tubuh yang tersebar di dua lokasi berbeda dengan jarak sekitar 70 hingga 100 meter. Sebagian potongan tubuh ditemukan terbungkus dalam karung, sementara bagian lainnya berada di lokasi yang tidak jauh dari titik pertama.
Pola pembuangan ini diduga sebagai upaya pelaku untuk menghilangkan jejak sekaligus mengaburkan lokasi utama kejadian. Kawasan Gang Nawasari yang relatif sepi dan jarang dilintasi orang luar diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya. Minimnya aktivitas orang luar di wilayah tersebut membuat pembuangan potongan tubuh tidak langsung terdeteksi. Kini, hanya pakaian korban dan dua karung pembungkus yang menjadi saksi bisu bagi pihak kepolisian dalam mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
4. Kampung Buntu Tanpa Saksi
Pasca penemuan tersebut, suasana di Gang Nawasari berubah drastis. Warga yang sebelumnya merasa aman kini diliputi kecemasan dan kekhawatiran. Wilayah tersebut dikenal sebagai “kampung buntu” dengan hanya satu akses keluar-masuk. Secara logika, kondisi ini seharusnya memudahkan warga untuk mengenali setiap orang yang masuk dan keluar dari lingkungan mereka. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Tidak ada satu pun warga yang mengaku mendengar teriakan, keributan, atau melihat aktivitas mencurigakan sebelum penemuan terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah aksi tersebut dilakukan pada waktu yang sangat sepi atau dengan cara yang sangat terencana. Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah TKP secara intensif. Seluruh potongan tubuh telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik. Sementara itu, identitas korban masih dalam proses pengungkapan, dan aparat kepolisian terus memburu pelaku serta mendalami motif di balik kasus mutilasi yang menggegerkan warga Samarinda ini.



