Pemulangan Korban Loker Scam Kamboja
Beberapa ratus korban sindikat loker scam di Kamboja telah dipulangkan ke Indonesia, namun hingga kini belum ada warga asal Jambi yang tercatat dalam rombongan tersebut. Proses pemulangan dilakukan dari tiga lokasi penampungan berbeda, termasuk penampungan Imigrasi. Mayoritas korban berasal dari Bekasi, Jakarta, Medan, Manado, dan Kalimantan.
Pemulangan warga Jambi masih menjadi misteri, dengan prediksi bahwa mereka akan segera diberangkatkan pada 10-11 Maret. Kondisi penampungan mulai lengang setelah evakuasi bertahap sejak Februari 2026. Namun, keberadaan dan jadwal kepulangan korban asal Jambi hingga kini masih menjadi pertanyaan besar.
Daftar Korban yang Dipulangkan
Rombongan yang berhasil dievakuasi terdiri dari para korban yang berasal dari tiga lokasi penampungan: Senso, penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok, dan guest hotel. Dalam data manifes keberangkatan terbaru, belum ditemukan adanya nama warga Jambi dalam rombongan tersebut.
Salah satu korban loker scam yang masih berada di Kamboja, Andri Budi Sanjaya, mengonfirmasi bahwa jumlah keseluruhan yang berangkat adalah 120 orang, berasal dari Bekasi, Jakarta, Medan, Manado, dan Kalimantan. Ia juga membagikan video visual yang menunjukkan suasana di penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok.
Dalam rekaman tersebut, tampak para korban yang telah siap dengan koper mereka di halaman penampungan. Meski kepadatan di lokasi tersebut mulai berkurang pasca-gelombang pemulangan sejak pertengahan Februari 2026, ketidakpastian masih menghantui sisa korban lainnya.
Menanti Kepastian Selasa Mendatang
Terkait spekulasi bahwa warga asal Jambi baru akan diberangkatkan pada 10-11 Maret mendatang, Andri belum bisa memberikan jawaban pasti. Ia menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan pihak otoritas terkait untuk memastikan nasib rekan-rekan sedaerahnya.
Keluarga para korban di Jambi kini hanya bisa berharap proses birokrasi dan koordinasi antarnegara dapat segera menuntaskan proses evakuasi ini agar mereka bisa segera berkumpul kembali di kampung halaman.
Tertahan di Imigrasi Sihanoukville Kamboja
Beredar kabar seorang Warga Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi tertahan di Imigrasi Sihanoukville Kamboja. Diketahui, warga tersebut bernama Ananda Rizkiyanto, Beralamat di RT 12 Marga Mulya, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
Indonesiadiscover.com berhasil mendapatkan kontak dan menghubungi via pesan WhatsApp, warga yang disapa Rizki itu. Sebelumnya, Rizki telah dicoba dihubungi via telepon WhatsApp. Namun, suasana tempat dia berada tidak memungkinkan untuk ditelepon. Hal itu disebabkan terdengar suara bising dan ramai saat Indonesiadiscover.com mencoba menghubunginya via telepon WhatsApp.
Dalam percakapan itu, Rizki mengatakan berangkat ke Kamboja untuk bekerja Scam di negara tersebut pada 2025 kemarin. Sebab, dia mengaku tidak mendapat pekerjaan di Indonesia dan tidak makan berhari-hari. Namun, Rizki telah lupa tanggal pasti keberangkatannya ke negara tersebut.
“Saya di Indonesia tidak mendapat pekerjaan dan saya tidak makan berhari hari setelah itu saya mendapatkan panggilan untuk keberangkatan ke Kamboja, dengan gaji yang lumayan besar,” katanya, Sabtu (7/3/2026).
Dia menuturkan, saat itu dirinya di berangkatkan menuju Malaysia dan transit ke Kamboja. Setibanya di Kamboja, Rizki mengaku disambut dan direspon dengan baik oleh oknum perusahaan tempat dia bekerja. Dia bekerja di negara itu selama 2 bulan, sejak akhir Bulan Desember kemarin.
Namun, menurutnya hasil dari pekerjaan itu tidak sebanding dengan yang dikatakan oleh oknum tersebut. “Rp10 juta kerja scammer, hasilnya standar gaji di indo 5 juta, jam kerja yang lama dan sakit mata. duduk saja depan PC dan jam istirahat yang kurang,” tuturnya.
“Saya bekerja dan tidak tahan di jam kerjanya, sampai jam 12 malam. Saya takut terkena gangguan fisik, mata memerah dan kepala sering sakit,” sambungnya. Dia menjelaskan, dirinya akhirnya di jual di pembuangan terakhir. Menurutnya, tempat itu benar benar kejam.
“Disitu, saya melapor ke KBRI tetapi yang menjemput saya pihak kepolisian Kamboja dan saya di bawa ke imigrasi sihanoukville Kamboja,” jelasnya. “Saya sudah 3 bulan disini saya meminta bantuan kementrian luar negeri dan pemerintah Indonesiax tetapi belum mendapatkan bantuan dari mereka,” lanjutnya.
Rizki menerangkan, dia merasa kesusahan, sebab tidak memiliki ongkos untuk pulang ke Indonesia. Dia juga mengaku sudah tidak punya orang tua lagi, sebab orang tuanya sudah meninggal semua. Sudah hilang kontak dengan keluarganya. Rizki juga mengaku tidak mengetahui prosedur penjemputan dari pihak KBRI.
“Saya tidak tau memang disini katanya ada 2 prosedur kadang dijemput KBRI langsung kadang polisi Kamboja,” ucapnya. Dia menambahkan, harus membayar oknum kepolisian di negara tersebut sebesar 100 USD, agar bisa memainkan ponsel.
Sebab itu, ingin pulang dari negara tersebut dan takut akan kemungkinan berada selamanya di negara tersebut. Rizki tidak memiliki uang untuk membeli tiket dan tidak memiliki ponsel, karena ponselnya ditahan pihak imigrasi Kamboja.
“Mungkin suatu saat yang punya ponsel ini pulang dan saya tidak ada kabar dan hanya menunggu bantuan pemerintah jambi untuk membantu saya, segera pulang ke Indonesia,” ujarnya. “Saya sangat takut sekali disini, tolong bantu saya pak saya sudah kehabisan akal saya pasrah saya benar benar tidak tau harus bagaimana lagi,” imbuhnya.
Rizki juga berharap, Pemerintah Kambi mendengarnya dan membantunya di imigrasi sihanoukville. “KBRI juga tidak bisa masuk ke imigrasi sini jadi saya hanya bisa meminta bantuan pemerintah jambi, gubernur jambi bapak Al Haris untuk membantu saya. Saya takut sekali pak disini selamanya, cukup kali ini saja saya seperti ini,” harapnya.
Daftar Nama Warga Jambi yang Tertahan
Berikut daftar nama Warga Jambi yang Tertahan atau Berada di Kamboja:
- Andri Budi Sanjaya (Jambi)
- Chilva Shety Priyanka Elwani (Jambi)
- Fajar Setiawan (Jambi)
- M Eep Abdul Fatah (Jambi)
- Mustafa Ramadhani (Jambi)
- Syehdi (Kabupaten Sarolangun)
- Deri Setiawan (Jambi)
- Dison (Jambi)
- Rangga Gustianto (Kabupaten Batang Hari-Muara Bulian)
- Rizky Warnizon (Jambi)
- Vikky Pratama Putra (Jambi)
- Ananda Rizkiyanto (Kabupaten Muaro Jambi)



