Ringkasan Berita: Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Selasa (3/3/2026). Penangkapan ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tersandung kasus hukum di awal tahun ini. Saat ini, Fadia Arafiq dan sejumlah pihak lainnya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
1. OTT KPK
Kabar penangkapan Bupati Fadia Arafiq telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia menyatakan bahwa dalam kegiatan penyelidikan tertutup, tim KPK berhasil mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya adalah Bupati.
Meski demikian, Budi Prasetyo belum mengungkapkan perkara yang menjerat Bupati Pekalongan maupun jenis barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut.
2. Anak Penyanyi Legendaris
Fadia Arafiq tidak asing bagi masyarakat publik. Ia adalah putri dari penyanyi dangdut legendaris Indonesia, almarhum A. Rafiq. Selain itu, ia juga merupakan kakak dari artis Fairuz A. Rafiq. Sebelum menjabat sebagai Bupati, Fadia sempat dikenal sebagai penyanyi yang mengikuti jejak sang ayah.
Latar belakang keluarga seniman yang beralih ke politik menjadikannya salah satu bupati paling populer di Jawa Tengah.
3. Pernah Viral Maki Netizen di Instagram
Sosok Fadia Arafiq pernah menjadi sorotan publik setelah melontarkan komentar kasar kepada warganet di media sosial. Insiden ini terjadi pada tahun 2025 saat akun Instagram resminya @fadiaarafiq.official merespons pertanyaan seorang netizen tentang kejelasan anggaran dan peresmian RS Ki Ageng Sedayu.
Pertanyaan tersebut justru dibalas dengan nada mengancam oleh akun Fadia Arafiq. Meski kemudian memberikan klarifikasi bahwa akun tersebut dikelola oleh admin, insiden ini membuatnya viral di media sosial.
4. Karier Cemerlang
Fadia Arafiq memulai karier sebagai penyanyi dangdut sejak awal 2000-an. Lagu “Cik Cik Bum Bum” menjadi salah satu lagu hits yang membuatnya dikenal. Setelah itu, ia banting stir ke dunia politik.
Karier politiknya dimulai saat menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016 mendampingi Amat Antono. Setelah itu, ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016-2021) dan Ketua KNPI Jawa Tengah. Ia kemudian memenangi Pilkada dan menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021-2024 berpasangan dengan H. Riswadi.
Fadia kembali terpilih dan menjabat untuk periode 2025-2030 sebelum akhirnya terjaring OTT KPK hari ini.
5. Memiliki Kekayaan Fantastis Rp86,7 Miliar
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Fadia Arafiq tercatat sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Jawa Tengah. Ia memiliki harta kekayaan mencapai Rp85.623.500.000. Adapun harta terbesar berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp74.290.000.000. Sementara harta bergerak lainnya senilai Rp3.020.000.000 dan kas setara kas Rp10.897.466.986. Ia juga tercatat memiliki utang senilai Rp3.200.000.000.
6. Suaminya Anggota DPR
Penangkapan Fadia secara otomatis menyeret nama suaminya, Ashraff Abu. Nama asli pria ini adalah Ashraff Khan. Sebelum terjun ke dunia organisasi dan politik, ia adalah penyanyi dangdut populer di era 90-an. Lagunya yang berjudul “Sharmila” sempat menjadi hits besar di Indonesia.
Ashraff Abu memiliki karier politik yang cukup mentereng. Pada Pemilu 2024, ia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar mewakili Dapil Jawa Tengah X (Pekalongan, Pemalang, Batang). Di Senayan, ia bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga, dan sejarah.
Kantor Bupati Pekalongan Disegel
Setelah penangkapan Bupati Pekalongan, beberapa ruangan di lingkungan Pemkab Pekalongan disegel oleh penyidik KPK. Ruangan seperti Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bagian Umum, dan lainnya disegel. Segel tersebut memuat tulisan “Masih dalam pengawasan KPK”.
Suasana di sekitar kantor yang berada di kompleks Pemkab Pekalongan terlihat sepi dan lengang. Aktivitas perkantoran berjalan seperti biasa tetapi sejumlah pegawai tampak enggan memberikan keterangan.
Beberapa mobil dinas berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan terparkir di halaman Polres Pekalongan Kota. Keberadaan kendaraan dinas tersebut diduga berkaitan dengan pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan oleh KPK.



