Berita Terpopuler di Jatim Terpopuler
Berikut berita terpopuler yang dirangkum dalam Jatim Terpopuler pada Minggu (26/4/2026). Berita pertama mengenai kekalahan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya terkait pengisian jabatan Sekretaris Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan tahun 2025. Selanjutnya, berita kedua tentang tanggapan DPW Nasdem Jawa Timur terkait anggota DPRD Magetan dari Fraksi Nasdem, Juli Martana yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pokok Pikiran (Pokir) tahun 2020-2024. Terakhir adalah kisah seorang remaja asal Ponorogo, Tsurayya Ufairotummarwa, yang tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji di usia 15 tahun.
Pemkab Ngawi Kalah Gugatan Pengisian Sekdes Tirak, Bupati Ony Siap Banding
Pemerintah Kabupaten Ngawi kalah dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya terkait pengisian jabatan Sekretaris Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan tahun 2025. Putusan perkara tersebut dibacakan oleh majelis hakim pada Selasa (21/4/2026).
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membenarkan adanya putusan yang menyatakan Pemkab Ngawi kalah dalam perkara tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara detail seluruh isi putusan majelis hakim. “Kami akan berkoordinasi dengan bagian hukum yang mensuport karena Pemkab Ngawi dan camat menjadi tergugat,” kata Ony, Sabtu (25/4/2026).
Ony menegaskan Pemkab Ngawi akan menempuh upaya banding setelah mempelajari secara menyeluruh isi putusan PTUN Surabaya. Menurutnya, langkah banding merupakan upaya normatif yang lazim dilakukan dalam proses hukum. “Kami banding karena banyak hal. Secara normatif tentu akan dilakukan. Kami akan mempelajari. Kami harus melihat apa yang melandasi pengadilan memutuskan seperti itu,” jelasnya.
Meski demikian, Ony menyatakan pemerintah daerah akan menghormati putusan hukum apabila nantinya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
NasDem Jatim Angkat Bicara Usai Kadernya Jadi Tersangka Pokir Magetan
DPW Nasdem Jawa Timur angkat bicara setelah seorang Anggota DPRD Magetan dari Fraksi Nasdem, Juli Martana ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pokok Pikiran (Pokir) tahun 2020-2024. Juli ditetapkan tersangka bersama lima orang lainnya, salah satunya adalah Ketua DPRD Magetan, Suratno dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sekretaris DPW Nasdem Jawa Timur, Aminurokhman menuturkan pihaknya masih akan mempelajari duduk perkara kasus yang menimpa kadernya tersebut. Namun Nasdem Jawa Timur menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan di Kabupaten Magetan. “Kita akan pelajari terlebih dahulu ya, tapi kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Amin, Sabtu (25/4/2026).
Anggota Komisi II DPR RI tersebut menjelaskan pada prinsipnya semua anggota DPRD termasuk dari Nasdem punya kewajiban untuk menampung aspirasi dari konstituennya.
Kisah Tsurayya, Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda Ponorogo
Seorang remaja asal Ponorogo, Tsurayya Ufairotummarwa, tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji di usia 15 tahun. Kesempatan menunaikan ibadah haji biasanya datang setelah usia menginjak telah senja. Namun, hal itu justru hadir sebagai kejutan bagi Tsurayya Ufairotummarwa.
Remaja asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim itu tak pernah menyangka dirinya akan berangkat ke tanah suci di usia 15 tahun, setelah diam-diam didaftarkan orang tuanya sejak 2012 silam atau saat dirinya berusia 2 tahun. Tak ada firasat, apalagi rencana dalam benaknya sejak kecil.
Tsurayya bahkan baru mengetahui dirinya telah didaftarkan haji oleh orang tuanya pada 2012 silam, saat menerima kabar keberangkatan tahun lalu. Sejak itu, rasa tak percaya perlahan berubah menjadi haru dan bahagia. “Ya kaget pas tahun lalu diberitahu bakal berangkat haji 2026 ini,” ungkap Tsurayya Ufairotummarwa, jemaah haji termuda di Ponorogo.
Siswi kelas X Pondok Pesantren (PP) Al-Islam Joresan, Ponorogo ini tak sendiri. Dia bakal berangkat bersama ketiga kakaknya yang usianya pun masih dibawah 20 tahun. Tiga saudaranya yang lain adalah Alifah Dzakiyatunauwah (19), Banif Hanifinasywa (18) dan Tabina Nabahatul Wasyfa (17). Keempatnya akan berangkat dengan kloter 19 embarkasi Juanda Surabaya. “Bareng tiga kakak, tidak ada yang dikasih tahu kalau sudah didaftarkan haji oleh orang tua, tahunya baru tahun lalu saat mendapat undangan berangkat,” kisahnya.



