Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Maret 2026
Trending
  • Anak 12 Tahun di Sukabumi Meninggal dengan Luka Bakar Misterius, Diduga Disiksa Ibu Tiri
  • Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI
  • Klasemen Liga Saudi: Al Hilal Tertahan, Al Nassr Naik Puncak
  • Dua Gempa Guncang Pangandaran dan Tasik Pagi dan Sore
  • Investor Beralih ke Dividen, IDX High Dividend Melesat
  • OnePlus Pad 3: Tablet Mewah dengan Kinerja Hebat dan Fitur Lengkap
  • Prakiraan Cuaca Gorontalo 23 Februari 2026: Wilayah Boalemo hingga Bone Bolango Diprediksi Hujan
  • Kapan dan di mana tonton Love Phobia? Cek jadwal dan sinopsis drakor Yeonwoo dan Kim Hyun Jin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Mobil Mewah di Rumah Pengusaha Timah Desa Keposang Toboali Disegel Polisi
Hukum

Mobil Mewah di Rumah Pengusaha Timah Desa Keposang Toboali Disegel Polisi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyidik Polri Memasang Garis Polisi pada Aset Pengusaha Timah di Bangka Selatan

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri melakukan pemasangan garis polisi pada sejumlah aset milik pengusaha timah bernama Asui di Desa Keposang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (22/2/2026).

Satu unit mobil mewah berwarna oranye yang terparkir di kediaman tersebut dipasangi garis polisi mengelilingi bodinya. Saat penggeledahan berlangsung, mobil itu sempat tertutup sarung berwarna abu-abu. Tak hanya mobil mewah, penyidik juga memasang garis polisi pada satu unit truk dengan kabin berwarna merah muda dan bak kuning. Pemasangan garis polisi dilakukan langsung oleh Direktur Dittipidter Bareskrim Polri, Irhamni.

Selain itu, sebuah gudang yang berada tak jauh dari rumah tersebut turut dipasangi garis polisi. Di dalamnya, polisi menyegel satu unit alat berat jenis ekskavator merek Kobelco berwarna biru muda. Tak hanya itu, pemasangan garis polisi juga dilakukan di sebuah gudang tak jauh dari kediaman milik Asui. Di dalam gudang tersebut polisi juga memasang garis polisi terhadap satu unit alat berat jenis ekskavator merek kobelco berwarna biru muda.

Rumah Digeledah

Penggeledahan dilakukan di rumah berpagar biru muda di tepi Jalan Raya Toboali–Sadai yang diketahui milik pengusaha timah berinisial AS. Sejumlah personel dari Bareskrim Polri dan Polres Bangka Selatan tampak mendatangi lokasi. Pantauan dari luar, rumah itu tampak tertutup rapat. Pintu gerbang besi berwarna hitam dalam posisi terkunci, membatasi pandangan ke bagian halaman. Di balik pagar, terlihat beberapa kendaraan terparkir. Satu unit mobil tertutup sarung mobil berwarna abu-abu, sementara di sampingnya terparkir sebuah mobil pikap warna silver.

Kendaraan-kendaraan itu tak luput dari pemeriksaan. Sejumlah penyidik terlihat memeriksa bagian luar kendaraan, memperhatikan detail di sekitar bak pikap maupun bagian samping mobil yang tertutup cover. Anggota yang datang tampak mengenakan jaket biru dongker dengan logo Bareskrim Polri di bagian dada dan punggung. Mereka juga menggunakan sarung tangan karet serta masker hitam. Beberapa di antaranya hilir-mudik keluar masuk rumah dengan komunikasi singkat antar anggota di halaman rumah. Di luar pagar, sejumlah kendaraan penyidik terparkir berderet di bahu jalan raya.

Sesekali pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraannya untuk melihat situasi. Meski demikian, tak terlihat kerumunan besar warga di sekitar lokasi. Tak lama setelah penyidik tiba, Kepala Desa Keposang, Kenny Edwardi, datang ke lokasi. Ia mengenakan kaos cokelat, celana jeans biru, serta topi hitam.

Kehadirannya sempat menyita perhatian awak media yang telah berada di sekitar rumah. Kenny terlihat menyalami beberapa jurnalis sebelum kemudian bergegas masuk ke dalam area rumah melalui gerbang yang dibuka sebentar oleh petugas. Ketika ditanya terkait maksud kedatangannya maupun informasi seputar penggeledahan tersebut, Kenny tidak memberikan keterangan. Ia memilih langsung melangkah masuk dan menyapa sejumlah penyidik di lokasi. Interaksinya dengan aparat berlangsung singkat dan tertutup dari pantauan luar pagar. Sepanjang proses penggeledahan, pintu gerbang kembali ditutup rapat. Aktivitas para penyidik hanya dapat dipantau dari celah pagar dan bagian atas halaman rumah.

Beberapa kali terlihat anggota berdiri di dekat kendaraan yang diperiksa, sementara yang lain keluar membawa barang yang belum dapat dipastikan isinya. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tujuan maupun hasil penggeledahan tersebut. Awak media yang berada di lokasi masih menunggu pernyataan resmi dari aparat penegak hukum untuk memastikan perkara apa yang tengah ditangani.

Tindak Lanjut Kasus Penyelundupan Pasir Timah

Beberapa hari sebelumnya, penyidik dari Dittipidter Bareskrim Mabes Polri dan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung turut melakukan penggeledahan sebuah rumah bernomor 017 di Jalan Mawar, Puput, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka digeledah polisi, Kamis (19/2/2026) siang. Penggeledahan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 18.30 WIB. Penggeledahan dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Direktur Dittipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni bilang bahwa penggeledahan difokuskan pada pencarian alat komunikasi. Sekaligus petunjuk lain yang dapat mengungkap rantai aktivitas penambangan hingga penyelundupan pasir timah ilegal yang ditangani Bareskrim Polri. Di mana Kabupaten Bangka Selatan merupakan bagian dari upaya pengembangan kasus dugaan penyelundupan pasir timah lintas negara.

“Penggeledahan untuk menelusuri jejak-jejak komunikasi. Kemudian siapa yang melakukan penambangan timah,” kata dia kepada Indonesiadiscover.comdi Pantai Kubu.

Irhamni membeberkan penggeledahan ini merupakan pengembangan dari kasus penyelundupan pasir timah sebanyak 7,5 ton ke Negara Malaysia pada Senin (13/10/2025) lalu. Di mana sebanyak 11 Anak Buah Kapal (ABK) ditangkap oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM). Karena perahu fiberglass yang digunakan tanpa nomor registrasi membawa pasir timah ilegal dari Indonesia ke Malaysia. Mereka ditangkap di perairan Pulau Pemanggil, Johor, Malaysia tanpa dokumen perjalanan dan dokumen terkait barang muatannya. Mereka yakni yakni MTA (23), LOM (24), RH (31), Z (50), A (41), B (47), H (53), S (29), J (39), Za (44), dan I (52). Di mana dua orang di antaranya merupakan warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Kesebelas orang tersebut kemudian dipulangkan ke Negara Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Kota Batam, Kamis (29/1/2026) lalu. Meski demikian, Irhamni menegaskan bahwa lokasi rumah yang digeledah belum tentu berkaitan langsung dengan pelaku utama. Menurutnya, proses hukum masih terus berjalan untuk memastikan peran masing-masing pihak. Pihaknya masih terus melakukan pendalaman dalam perkara tersebut.

“Tetapi belum tentu (Rumah) yang kita geledah ini adalah pelaku utamanya. Untuk pelaku utama sudah kita amankan sebanyak 11 orang,” ujar Irhamni.

Selain para pelaku utama yang telah diamankan, penyidik masih memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Aparat meyakini praktik penyelundupan pasir timah ini tidak dilakukan secara individu. Melainkan melibatkan banyak peran, mulai dari penambang, pengumpul, hingga pihak yang mengatur jalur distribusi.

“Masih ada pelaku lain yang sedang kita kejar,” ucap Jenderal bintang satu ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Anak 12 Tahun di Sukabumi Meninggal dengan Luka Bakar Misterius, Diduga Disiksa Ibu Tiri

1 Maret 2026

Antara Penertiban dan Ujian Hukum Negara

28 Februari 2026

Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas

28 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Anak 12 Tahun di Sukabumi Meninggal dengan Luka Bakar Misterius, Diduga Disiksa Ibu Tiri

1 Maret 2026

Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI

1 Maret 2026

Klasemen Liga Saudi: Al Hilal Tertahan, Al Nassr Naik Puncak

1 Maret 2026

Dua Gempa Guncang Pangandaran dan Tasik Pagi dan Sore

1 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?