Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Maret 2026
Trending
  • Man United Jadi Favorit Masuk 3 Besar Liga Inggris, Nasib Carrick Terbuka
  • Mercedes-AMG GT XX Listrik 1.341 HP Siap Menggebrak Dunia Supercar
  • Ibu Tiri Sukabumi Bantah Tuduhan aniaya Anak, Sebut Korban Sakit: Viral di Media Sosial
  • Perjanjian Dagang AS-Indonesia: Kekuatan Pangan Prabowo Di Tengah Ancaman
  • 5 Populer Regional: Nasib Bripda Masias Dihentikan – Viral Ketua RT Lewati Jalan Basah
  • Pinjaman Rp 2 Triliun Dedi Mulyadi untuk Infrastruktur Jawa Barat 2030
  • 12 Ramalan Shio Penuh Harapan 23 Februari 2026: Cinta, Karier, Angka Fortunat
  • Fokus rapat internal: Percepatan penguatan KIK dan merek kolektif
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI
Politik

Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kontroversi Beasiswa LPDP: Dari Kebanggaan Anak Warga Negara Inggris Hingga Perdebatan Nasionalisme

Seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bernama Dwi Sasetyaningtyas kini menjadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial menuai kontroversi. Ia dituduh merendahkan Indonesia, negara yang membiayai pendidikannya melalui beasiswa. Isu ini muncul setelah ia mengunggah konten yang menyatakan kebanggaannya terhadap status kewarganegaraan Inggris anak keduanya.

Dalam salah satu tulisan yang viral, Dwi menulis, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA.” Kalimat tersebut cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari warganet. Banyak netizen menilai pernyataan itu tidak bijak, terlebih diucapkan oleh seseorang yang sedang menikmati fasilitas pendidikan dari negara.

Pernyataan Dwi memicu debat publik tentang etika, nasionalisme, dan tanggung jawab moral seorang awardee terhadap negara yang telah membiayai studinya. Netizen juga mulai mengulas kehidupan pribadinya, termasuk menyoroti dugaan bahwa suaminya belum menuntaskan kewajiban sebagai penerima LPDP.

LPDP Menyampaikan Pernyataan Resmi

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan pernyataan resmi terkait polemik ini. Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Dwi Sasetyaningtyas. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa.

Dwi Larso menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban melaksanakan masa pengabdian atau kontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Dalam kasus Dwi, yang menempuh studi magister selama dua tahun, kewajibannya adalah lima tahun.

Menurut Dwi, DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, menurutnya LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan DS.

Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan DS untuk mengimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali bahwa penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi pada negeri.

Wamen Stella Menyentil

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menyentil Dwi Sasetyaningtyas yang viral karena konten “cukup saya WNI, anak jangan”. Stella mengingatkan bahwa beasiswa dari negara adalah amanah, bukan sekadar fasilitas.

“Kontroversi yang muncul belakangan ini pada dasarnya mencerminkan kegagalan pendidikan moral pada tahap awal kehidupan. Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas. Di sinilah letak persoalannya,” ujar Stella.

Stella juga mengingatkan bahwa rasa terima kasih kepada Indonesia tidak selalu harus diwujudkan dengan segera pulang ke Tanah Air. Dalam banyak kasus, bertahan lebih lama di luar negeri hingga mencapai posisi berpengaruh justru membawa manfaat yang lebih luas bagi Indonesia.

Kritik terhadap Struktur Beasiswa LPDP

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Sarmuji mengkritik beasiswa LPDP selama ini mayoritas hanya dinikmati oleh orang kaya saja. Ia mengungkit berbagai persyaratan LPDP, yang membuat anak-anak miskin kesulitan memenuhi persyaratan tersebut.

Sarmuji berpendapat, persoalan utama terkait LPDP adalah struktur persyaratannya secara faktual lebih mudah dipenuhi oleh kelompok yang ekonominya sudah kuat. Ia menilai bahwa standar akademik harus dijaga, tetapi hambatan bahasa, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, seharusnya bisa dibantu dan ditingkatkan melalui program persiapan atau afirmasi yang memadai.

Ia menambahkan, kemampuan memenuhi standar akademik dan bahasa asing sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi. Anak-anak dari keluarga mampu memiliki akses pada sekolah berkualitas dan kursus bahasa Inggris yang memadai, sementara anak-anak dari keluarga kurang mampu menghadapi keterbatasan besar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Perjanjian Dagang AS-Indonesia: Kekuatan Pangan Prabowo Di Tengah Ancaman

1 Maret 2026

Sufisme Hijau dan Protes Flores Menentang Geotermal

1 Maret 2026

Poin Gugatan MK Terkait Penggunaan Dana Pendidikan

28 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Man United Jadi Favorit Masuk 3 Besar Liga Inggris, Nasib Carrick Terbuka

1 Maret 2026

Mercedes-AMG GT XX Listrik 1.341 HP Siap Menggebrak Dunia Supercar

1 Maret 2026

Ibu Tiri Sukabumi Bantah Tuduhan aniaya Anak, Sebut Korban Sakit: Viral di Media Sosial

1 Maret 2026

Perjanjian Dagang AS-Indonesia: Kekuatan Pangan Prabowo Di Tengah Ancaman

1 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?