Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Studi: Bayi yang Didengarkan Musik Sejak Lahir Lebih Cepat Berbicara
Hiburan

Studi: Bayi yang Didengarkan Musik Sejak Lahir Lebih Cepat Berbicara

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Manfaat Musik bagi Perkembangan Bahasa Bayi

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Mulai dari masa di dalam kandungan hingga lahir, bayi sudah mulai menerima berbagai rangsangan dari lingkungan sekitarnya. Salah satu stimulasi yang sering diberikan adalah memperdengarkan musik sejak bayi lahir.

Studi menunjukkan bahwa paparan musik dan nyanyian dapat membantu bayi mengenali pola suara, yang menjadi dasar penting dalam proses belajar bahasa dan mendukung kemampuan berbicara lebih cepat. Berikut ini beberapa penemuan terkait studi mengenai bayi yang diperkenalkan musik sejak lahir lebih cepat berbicara.

Bayi yang Diperkenalkan Musik Sejak Lahir Lebih Cepat Berbicara

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Science menunjukkan bahwa bayi yang lebih peka dalam mendeteksi ritme musik juga lebih mampu mengenali pola dalam ucapan. Kemampuan mengenali pola ini merupakan keterampilan penting dalam mempelajari kata-kata dan memahami bahasa.

Jordyn Koveleski Gorman, seorang pediatric speech-language pathologist sekaligus pakar perkembangan anak, menjelaskan bahwa musik dan bahasa memiliki kesamaan struktur. Menurutnya, ketika otak bayi mampu menemukan dan mengikuti pola suara, kemampuan tersebut dapat membantu proses belajar bahasa sejak dini.

“Musik dan bahasa sama-sama dibangun dari pola. Ketukan dalam musik tersusun seperti suku kata yang membentuk kata dalam percakapan,” ujar Gorman.

Rachel Albert, PhD, profesor psikologi di Lebanon Valley College dan direktur LVC Baby Lab, menekankan bahwa bayi secara alami memiliki kemampuan mengenali pola sejak lahir. Kesamaan pola dalam musik dan bahasa membantu bayi memahami struktur bunyi sejak dini, sehingga mendukung perkembangan kemampuan komunikasi dan proses belajar berbicara.

Terdapat Kemiripan dalam Cara Otak Bayi Memproses Musik dan Bahasa

Studi ini melibatkan 44 bayi berusia antara 6 hingga 9 bulan. Untuk mengetahui bagaimana otak mereka merespons suara, para peneliti menggunakan metode elektroensefalogram (EEG) sebagai alat pengukur aktivitas otak saat bayi mendengarkan rangsangan audio.

Penulis utama studi, Iris van der Wulp, kandidat PhD di Utrecht University, menjelaskan bahwa penelitian EEG pada bayi cukup menantang. Bayi harus mengenakan topi khusus yang dilengkapi elektroda dan kabel selama sesi penelitian. Untuk menjaga kenyamanan mereka, bayi ditempatkan di pangkuan orangtua dan diberikan mainan agar tetap tenang dan tidak bergerak berlebihan.

Selama penelitian, bayi diperdengarkan dua jenis audio: pertama, rangkaian ucapan buatan tanpa jeda yang dirancang dengan pola suku kata berulang menyerupai kata. Kedua, pola musik berirama. Para peneliti kemudian mengamati apakah aktivitas otak bayi dapat selaras dengan pola suara yang mereka dengarkan.

“Bayi yang mampu menyelaraskan gelombang otaknya secara akurat dengan ketukan ritme musik juga mampu menyelaraskan gelombang otaknya dengan kata-kata dalam bahasa buatan. Hal ini menunjukkan bahwa memang terdapat keterkaitan dalam cara bayi memproses musik dan bahasa,” ujarnya.

Kemampuan Musikal Orangtua Tidak Menentukan Kemampuan Ritme Bayi

Iris van der Wulp menjelaskan bahwa sebelumnya kemampuan ritme dianggap diwariskan dalam keluarga. Sebaliknya, faktor yang terbukti berpengaruh adalah seberapa sering orangtua dan bayi terlibat dalam aktivitas musik bersama.

“Sebelumnya diperkirakan bahwa kemampuan ritme musik bersifat genetik dan dapat diwariskan. Namun, kami tidak menemukan bukti bahwa hal tersebut benar,” ujarnya.

Bayi yang rutin diajak bernyanyi, mendengarkan musik, atau melakukan kegiatan musikal menunjukkan kemampuan ritme yang lebih kuat. Kemampuan ritme ini kemudian berkaitan dengan keterampilan bahasa yang lebih baik pada tahap perkembangan selanjutnya.

Iris van der Wulp juga menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas musik dalam keseharian anak. “Berdasarkan hasil ini, saya merekomendasikan orangtua untuk meluangkan waktu membuat dan mendengarkan musik bersama anak mereka, karena temuan kami menunjukkan bahwa hal ini bermanfaat bagi perkembangan musikal dan bahasa anak,” jelasnya.

Pentingnya Berinteraksi Melalui Musik Bersama Anak

Memutar musik sebagai latar belakang tidak sama dengan menciptakan musik bersama si Kecil. Menurut Jordyn Koveleski Gorman, justru interaksi langsung antara orangtua dan bayi yang berperan besar dalam mendukung proses belajar sejak dini.

“Saat orangtua bernyanyi bersama bayinya, mereka memperlambat bahasa, menekankan bunyi, menggunakan pengulangan, serta memadukan suara dengan gerakan dan ekspresi wajah. Semua hal tersebut memudahkan otak bayi mulai mengatur dan memahami ujaran,” jelas Gorman.

Rachel Albert, PhD, juga menekankan pentingnya waktu dan perhatian dalam proses belajar bayi. Ia menjelaskan bahwa bayi belajar paling baik ketika suara, baik musik maupun percakapan, berkaitan dengan apa yang sedang mereka perhatikan.

“Bayangkan bayi sedang bermain dengan balok. Orangtua yang menanggapi ocehan bayi dengan kata-kata atau lagu yang berkaitan dengan aktivitasnya saat itu akan lebih mendukung pembelajaran dibandingkan membicarakan hal lain atau memberikan narasi tanpa henti tentang balok tersebut,” ujarnya.

Interaksi Musik Dapat Membantu Perkembangan Bahasa Bayi

Gorman menekankan bahwa orangtua tidak perlu terburu-buru memberikan pelajaran musik formal pada bayi. Hal yang paling penting adalah menciptakan kedekatan dan interaksi. Jika orangtua aktif terlibat melalui percakapan, bernyanyi, bermain, dan merespons ocehan bayi, hal itu sudah sangat mendukung perkembangan bahasa mereka.

“Bernyanyi saat mengganti popok, bertepuk tangan saat bermain, mengayun tubuh mengikuti lagu, atau membuat nyanyian lucu saat waktu mandi adalah aktivitas yang bermakna bagi perkembangan anak,” ujar Gorman.

Ia juga mengingatkan orangtua untuk tidak terlalu menafsirkan satu penelitian secara berlebihan. Meskipun riset menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan ritme dan pembelajaran bahasa, hal itu tidak berarti bayi yang kurang tertarik pada musik akan kesulitan berbahasa.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 Agustus 2026

Profil Karakter Legendaris: Frank-N-Furter, Pennywise, dan Home Alone 2

31 Agustus 2026

Terjemahan lirik lagu September – Daughtry: Kami tahu kami harus pergi dari kota ini, tapi tidak tahu kapan

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?