Kapolresta Pangkalpinang Tegaskan Tindakan Tegas terhadap Pelaku Peredaran Uang Palsu
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, memberikan peringatan tegas kepada para pelaku peredaran uang palsu (upal) di wilayah hukum Polresta Pangkalpinang dan sekitarnya. Peringatan ini diberikan setelah mendapatkan informasi dan laporan mengenai adanya korban upal di Paritlalang, Kota Pangkalpinang.
“Ya pasti, kita sudah monitor terkait kejadian tersebut dan telah menerjunkan anggota untuk mengecek dan mengumpulkan bukti-bukti hingga pemeriksaan saksi-saksi,” kata Kombes Pol Max kepada media, Jumat (20/2/2026). Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas bagi para pelaku upal yang dapat meresahkan masyarakat.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati dalam melakukan transaksi manual. Masyarakat diminta memastikan uang tunai yang diterima adalah asli atau palsu. “Kami minta masyarakat tetap waspada dan cermat dalam menerima uang cash dan pastikan uang itu asli. Apabila ada ditemukan upal segera lapor ke pihak berwajib,” imbaunya.
Kejadian Korban Uang Palsu di Parit Lalang
Sebelumnya, seorang penjaga konter di Parit Lalang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), menjadi korban uang palsu dengan modus pelaku meminta transfer uang. Kejadian itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Awalnya, diduga pelaku datang ke konter dengan mengendarai sepeda motor dan meminta penjaga konter mentransfer sejumlah uang.
Pelaku kemudian memberikan nomor rekening kepada penjaga konter dan memberikan sejumlah uang dengan total Rp1 juta pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Setelah uang diduga pelaku diterima oleh penjaga konter, ia tidak mengetahui bahwa uang tersebut merupakan upal. Baru setelah menghitung uang, penjaga konter mengetahuinya.
“Saat kejadian itu ada orang tiga yang transfer besar, dua orang itu pelanggan kami dan satu orang itu yang orang asing. Dia (diduga pelaku) transfer uang Rp1 juta, saya sempat curiga tapi kami baru tahu ada uang palsu sore ketika menghitung uang,” kata Julia, penjaga konter tersebut.
Penanganan Uang Palsu yang Ditemukan
Ketika dilakukan pengecekan uang, kondisi uang tersebut berbeda dengan uang asli. Pemilik konter langsung mengetes upal dengan dicelupkan ke air dan uang tersebut luntur sebanyak dua lembar pecahan Rp100 ribu. “Tidak banyak upalnya cuman Rp200 ribu, nah pas kami tahu langsung dicek. Awalnya, saya terawang kok beda dan saya lapor ke bos terus dicelupkan ke air satu lembar upal dan luntur,” ucapnya.
Pemilik konter juga mengecek rekaman kamera CCTV dan melihat diduga pelaku saat menghitung uang sempat membolak-balikan saat menghitung uang dan diserahkan ke penjaga konter. Namun, penjaga konter tidak menaruh curiga awalnya kepada pelaku. Tetapi, lama kelamaan penjaga konter merasa aneh hingga menerima uang dari diduga pelaku.
“Dia waktu sebelum menyerahkan uang ke saya, sempat dia bolak-balikkan uang. Disana saya mulai curiga, tapi memang salah saya tidak cek dulu pas nerima uang dan status pengiriman berhasil dan diduga pelaku pergi meninggalkan konter,” bebernya.
Tim Buser Naga Melakukan Penyelidikan
Julia pun tak mengenali diduga pelaku karena asing, akan tetapi saat tim buruh sergap (buser) Naga Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pangkalpinang mendatangi lokasi kejadian, wajah diduga pelaku yang mirip ditunjukkan kepada penjaga dirinya.
“Baru kali ini kejadian seperti ini saya alami sudah 7 tahun kerja, dulu pemilik konter pernah upal Rp50 ribu selembar. Nah, tadi malam sekitar jam 10 malam tim Naga datang kesini dan menunjukkan wajah diduga pelaku dan saya masih ingat seperti mirip,” ujarnya.
Untuk upal semalam dibawa tim Naga, kalau sekarang tidak ada lagi upalnya dan saya juga terkejut saat mengetahui ada upal karena baru kali ini kejadian yang saya alami,” ungkapnya.
Penindakan Lanjutan oleh Kasatreskrim
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Singgih Aditya Utama, sudah menerjunkan anggota buser Naga untuk mendatangi lokasi kejadian. “Ya, semalam anggota buser Naga sudah meluncur ke TKP untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat,” kata AKP Singgih kepada media.



