Kediaman Mewah Mantan Kapolres Bima Kota yang Kini Tampak Sepi
Kediaman mewah eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putro Kuncoro, di Tangerang kini tampak sepi setelah ia dan istrinya terjerat dalam kasus narkoba. Rumah berlantai dua tersebut masih memiliki tiga unit mobil merek Honda yang terparkir di halamannya. Meski kondisinya kini sunyi, tempat ini pernah menjadi pusat kegiatan keluarga dan warga sekitar.
Rumah yang terletak di Perumahan Taman Royal Arum, Poris Plawad Indah, Cipondok, Tangerang, Banten, memiliki pagar kayu berbingkai besi. Halaman rumah menggunakan lantai dan dinding teras dari batu alam. Di tengah halaman, terdapat kolam ikan berukuran 2×1 meter serta tangga minimalis yang menuju lantai dua. Pada pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB, hanya terlihat seekor kucing dalam kandang putih di teras rumah.
Tinggal Sejak 2018
Seorang tetangga yang tinggal sekitar 10 meter dari rumah AKBP Didik menjelaskan bahwa rumah tersebut memang milik mantan Kapolres Bima Kota. Ia mengatakan bahwa rumah itu berada di ujung dengan nomor 3. Sementara itu, Ketua RW setempat, Arief, memastikan bahwa rumah tersebut ditempati Didik bersama istri dan anak-anaknya sejak 2018.
Dikenal Tertutup dan Religius
Arief menyebut bahwa keluarga Didik cenderung tertutup. Ia mengatakan bahwa penghuni rumah itu tidak banyak berinteraksi dengan warga sekitar. Menurut Arief, Didik mulai terlihat lebih bersosialisasi pada 2020. Saat itu, ia sering terlihat salat di masjid kompleks bersama anak-anaknya.
“Beliau waktu jadi Wakapolres Tangsel, sering muncul di masjid, sama dua anaknya. Setelah tidak jadi Wakapolres Tangsel, entah kemana,” tambahnya.
Warga juga mengenal Didik sebagai pribadi religius. “Ketika dia ada di rumah, kalau ada di rumah, dia pasti ke masjid.” Arief menambahkan bahwa warga sekitar merasa sangat disayangkan karena kejadian ini.
Pernah Gelar Tasyakuran
Sekuriti kompleks, Bahrun, mengingat momen syukuran rumah baru Didik. Ia mengatakan bahwa saat itu, ia sempat diajak makan oleh keluarga Didik. “Saya waktu itu aja paling diajak makan waktu syukuran rumah barunya.” Bahrun juga menyebut bahwa keluarga Didik membayar iuran keamanan melalui asisten rumah tangga.
Petugas kebersihan, Jangkung, mengaku jarang bertemu Didik. Ia sempat melihat Didik mencuci mobil sendiri di awal menempati rumah. “Kalau dulu saya masih suka lihat dia cuci mobilnya pakai kaus kutang aja.” Namun, sejak beberapa waktu terakhir, ia tidak pernah lagi melihat Didik.
Jangkung juga pernah diberi tip oleh Didik. “Kadang kalau ketemu dia waktu itu, ya saya ada juga dikasih duit, buat ngopi, katanya.”
Awal Mula Aipda Dianita Terseret Kasus Narkoba
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menjelaskan awal mula keterlibatan Aipda Dianita dalam kasus narkoba yang menjerat AKBP Didik. Ia menyebut bahwa koper berisi narkoba itu dititipkan di rumah Aipda Dianita sejak Jumat (6/2/2026).
Miranti Afrina meminta Aipda Dianita mengamankan koper putih milik suaminya. Tanpa menaruh curiga, Aipda Dianita lantas melaksanakan perintah Miranti Afrina. “Aipda DA sadar akan adanya perbedaan jenjang pangkat dengan AKBP Didik sehingga tidak berani menolak perintah dan membuang koper tersebut karena ada ketakutan akan menghilangkan barang bukti apabila hal tersebut dilakukan.”



