Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah
    Politik

    Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ziarah Ramadan yang Penuh Rindu

    Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, angin sore perlahan berhembus di sekitar TPU Covid-19 Jalan Serayu, Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Di sana, aroma bunga mawar dan melati baru saja ditaburkan. Di salah satu sudut pemakaman umum ini, seorang pria tampak bersimpuh lama bersama keluarganya.

    Di depannya, ada sebuah nisan yang menjadi pusara ayah dari peziarah tersebut. Makam ini adalah saksi bisu dari luka yang belum sepenuhnya mengering. Peziarah ini bernama Fadllun Rabbi Dardjat, warga Jalan Seruling, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Tahun 2026 ini, Fadllun kembali ke ‘rumah baru’ sang ayah untuk menyambut Ramadan 1447 H.

    Namun, bagi Fadllun, angka enam tahun bukanlah waktu yang cukup untuk menghapus perihnya kehilangan. Enam tahun telah berlalu sejak 2020 silam, ketika badai Covid-19 merenggut sosok kepala keluarga dan panutan hidupnya. Meski kalender terus berganti, bagi Fadllun, memori pilu selalu terasa seperti baru terjadi kemarin.

    “Ramadan ini, Ramadan ulun (saya) ke-6 tanpa Bapak. Enam tahun, tapi rasanya seperti hanyar kemarian (baru kemarin) dunia ulun runtuh,” ucapnya dengan nada logat bahasa daerah Banjar saat ditemui.

    Sejak pandemi membuat sang Ayah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal, ada bagian dari jiwa Fadllun yang terasa ikut terkubur di tanah TPU Serayu. Baginya, sang ayah bukan sekadar orang tua, melainkan tempatnya pulang. Kehilangan itu mengubah segalanya, menciptakan kekosongan yang tak mampu diisi oleh apa pun.

    Menjelang sahur pertama, suasana di rumah Jalan Seruling sudah tak lagi sama menurut Fadllun, menceritakan betapa kontrasnya persiapan Ramadan orang lain dengan apa yang ia rasakan. Saat orang lain sibuk menyiapkan menu sahur, ia justru sibuk menyiapkan dan menata hati agar tidak hancur oleh rindu yang datang tiba-tiba.

    “Ada kursi yang kada (tidak) lagi terisi. Ada suara yang kada lagi terdengar. Ada tangan yang kada kawa (tidak bisa) lagi ulun cium habis salat,” ucapnya lirih.

    Setiap butir air mata yang jatuh di atas pusara sang ayah disebutnya sebagai air mata yang jatuh tanpa izin. Kehilangan suara yang membangunkan sahur dan ketiadaan doa yang diucapkan langsung menjadi beban rindu yang paling berat setiap kali bulan suci tiba.

    Ziarah ke pemakaman Covid–19 di TPU Serayu bagi Fadllun bukan sekadar menjalankan tradisi lokal sebelum puasa. Ini adalah momen konfrontasi antara dirinya dengan kenyataan pahit, yang dipaksa untuk kuat tanpa lelaki yang dulu justru mengajarkannya arti kekuatan.

    Ada satu pesan mendalam yang ia sampaikan di sela isak tangisnya. “Anak boleh tumbuh dewasa, tapi di hadapan makam ayahnya, anak tetap anak kecil yang ingin dipeluk,” kata Fadlun.

    Meski rindunya tidak pernah menemui titik temu, Fadllun memilih untuk mengubah rasa sakitnya menjadi energi. Ia berjanji dan berusaha keras untuk terus menjadi pria yang tidak membuat nama sang ayah redup. Hidup yang diperjuangkan ayahnya dulu, kini ia jalani dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

    Sambil mengusap nisan, Fadllun menutup ziarahnya dengan doa yang tulus. Ia berharap Allah SWT melapangkan kubur sang ayah dan memeluk dengan rahmat-Nya, sebagaimana dulu sang ayah memeluknya tanpa syarat.

    Di bawah langit Kota Samarinda yang mulai petang, Fadllun melangkah meninggalkan TPU Serayu. Ia pulang dengan satu harapan, agar Ramadan kali ini diberikan kekuatan dan keikhlasan yang lebih luas untuk meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan sang ayah.

    “Al-Fatihah untuk Bapak,” tandas Fadlun.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?