Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 24 Mei 2026
Trending
  • 6 Tim Inggris Lolos ke Liga Champions 2026/27 Usai Aston Villa Juara Europa, Liverpool Jadi Kuncinya
  • Harga Tiket Aviary Park dan Paket Liburan Keluarga
  • 5 alasan sakit kepala saat cuaca panas yang sering diabaikan
  • 5 Berita Terpopuler: Alasan Calvin Dores Jual Mata; Tantri Debut Solo “Ibu Pekerja”
  • Kopdes Merah Putih Bikin Investor Khawatir Masuk Saham Ritel, AMRT-DNET Terkena Dampak?
  • Parkir Cirebon Berubah, BRIZZI Dorong Era Tanpa Uang Tunai!
  • Honda BeAT Street 2026 Tampil Menarik dengan Warna dan Fitur Menggoda
  • 10 Bintang K-pop Paling Berharga, Kekayaan dari Karier Hebat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah
Politik

Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ziarah Ramadan yang Penuh Rindu

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, angin sore perlahan berhembus di sekitar TPU Covid-19 Jalan Serayu, Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Di sana, aroma bunga mawar dan melati baru saja ditaburkan. Di salah satu sudut pemakaman umum ini, seorang pria tampak bersimpuh lama bersama keluarganya.

Di depannya, ada sebuah nisan yang menjadi pusara ayah dari peziarah tersebut. Makam ini adalah saksi bisu dari luka yang belum sepenuhnya mengering. Peziarah ini bernama Fadllun Rabbi Dardjat, warga Jalan Seruling, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Tahun 2026 ini, Fadllun kembali ke ‘rumah baru’ sang ayah untuk menyambut Ramadan 1447 H.

Namun, bagi Fadllun, angka enam tahun bukanlah waktu yang cukup untuk menghapus perihnya kehilangan. Enam tahun telah berlalu sejak 2020 silam, ketika badai Covid-19 merenggut sosok kepala keluarga dan panutan hidupnya. Meski kalender terus berganti, bagi Fadllun, memori pilu selalu terasa seperti baru terjadi kemarin.

“Ramadan ini, Ramadan ulun (saya) ke-6 tanpa Bapak. Enam tahun, tapi rasanya seperti hanyar kemarian (baru kemarin) dunia ulun runtuh,” ucapnya dengan nada logat bahasa daerah Banjar saat ditemui.

Sejak pandemi membuat sang Ayah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal, ada bagian dari jiwa Fadllun yang terasa ikut terkubur di tanah TPU Serayu. Baginya, sang ayah bukan sekadar orang tua, melainkan tempatnya pulang. Kehilangan itu mengubah segalanya, menciptakan kekosongan yang tak mampu diisi oleh apa pun.

Menjelang sahur pertama, suasana di rumah Jalan Seruling sudah tak lagi sama menurut Fadllun, menceritakan betapa kontrasnya persiapan Ramadan orang lain dengan apa yang ia rasakan. Saat orang lain sibuk menyiapkan menu sahur, ia justru sibuk menyiapkan dan menata hati agar tidak hancur oleh rindu yang datang tiba-tiba.

“Ada kursi yang kada (tidak) lagi terisi. Ada suara yang kada lagi terdengar. Ada tangan yang kada kawa (tidak bisa) lagi ulun cium habis salat,” ucapnya lirih.

Setiap butir air mata yang jatuh di atas pusara sang ayah disebutnya sebagai air mata yang jatuh tanpa izin. Kehilangan suara yang membangunkan sahur dan ketiadaan doa yang diucapkan langsung menjadi beban rindu yang paling berat setiap kali bulan suci tiba.

Ziarah ke pemakaman Covid–19 di TPU Serayu bagi Fadllun bukan sekadar menjalankan tradisi lokal sebelum puasa. Ini adalah momen konfrontasi antara dirinya dengan kenyataan pahit, yang dipaksa untuk kuat tanpa lelaki yang dulu justru mengajarkannya arti kekuatan.

Ada satu pesan mendalam yang ia sampaikan di sela isak tangisnya. “Anak boleh tumbuh dewasa, tapi di hadapan makam ayahnya, anak tetap anak kecil yang ingin dipeluk,” kata Fadlun.

Meski rindunya tidak pernah menemui titik temu, Fadllun memilih untuk mengubah rasa sakitnya menjadi energi. Ia berjanji dan berusaha keras untuk terus menjadi pria yang tidak membuat nama sang ayah redup. Hidup yang diperjuangkan ayahnya dulu, kini ia jalani dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Sambil mengusap nisan, Fadllun menutup ziarahnya dengan doa yang tulus. Ia berharap Allah SWT melapangkan kubur sang ayah dan memeluk dengan rahmat-Nya, sebagaimana dulu sang ayah memeluknya tanpa syarat.

Di bawah langit Kota Samarinda yang mulai petang, Fadllun melangkah meninggalkan TPU Serayu. Ia pulang dengan satu harapan, agar Ramadan kali ini diberikan kekuatan dan keikhlasan yang lebih luas untuk meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan sang ayah.

“Al-Fatihah untuk Bapak,” tandas Fadlun.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026

Pemantauan Hilal di Medan Saat Sidang Isbat Idul Adha 17 Mei 2026

20 Mei 2026

Siswi SMAN 1 Pontianak Diancam, Tolak Tanding Ulang Cerdas Cermat MPR

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Tim Inggris Lolos ke Liga Champions 2026/27 Usai Aston Villa Juara Europa, Liverpool Jadi Kuncinya

24 Mei 2026

Harga Tiket Aviary Park dan Paket Liburan Keluarga

24 Mei 2026

5 alasan sakit kepala saat cuaca panas yang sering diabaikan

24 Mei 2026

5 Berita Terpopuler: Alasan Calvin Dores Jual Mata; Tantri Debut Solo “Ibu Pekerja”

24 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?