Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 5 April 2026
Trending
  • Harga PS5 Melonjak di Tahun 2026, Capai 15 Juta Rupiah
  • Punya HP Samsung? Harus Pasang Browser Ini di Laptop Windows
  • ASN PPPK Minta Anggaran Melalui APBN, Fadlun AMP: Jangan Setengah Hati
  • Villa dan Homestay di Pulau Lemukutan Ludes Dipesan Selama Libur Lebaran
  • Timnas Indonesia dan John Herdman Dapat Respons Luar Biasa dari Suporter Meski Kalah 0-1 dari Bulgaria
  • Soal Ujian PPKN Kelas 9 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 Lengkap Kunci Jawaban
  • Jaksa Undang 2 Ahli Tanah dalam Sidang Kasus Mafia Tanah Kemenag
  • Honda Brio 2026 Menggegerkan Pasar! City Car Favorit Kini Dilengkapi Fitur Mewah yang Membuat Kompetitor Khawatir
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Suami Aniaya Istri Hingga Tewas Dihukum 15 Tahun
Hukum

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas Dihukum 15 Tahun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Vonis 15 Tahun Penjara untuk Ardo Arkindo atas Pembunuhan Istrinya

Ardo Arkindo (35), terdakwa penganiayaan terhadap istrinya hingga meninggal dunia, akhirnya dijatuhkan vonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Lubuk Linggau. Putusan ini dibacakan dalam sidang yang digelar pada Senin, 9 Februari 2026 lalu. Vonis ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, Supriansyah, SH.

Ardo, yang tinggal di Jalan Simpang Maah Mainun Sehase, RT 10 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, dijatuhkan vonis karena terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian istrinya, Reni Eka Sari (36). Korban dianiaya dengan cara disiram air keras dan ditusuk menggunakan pisau.

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Hendrik Tarigan, SH, dengan anggota Delima Mariaigo, SH dan Afif Jhanuarsyah Saleh, SH serta Panitera Pengganti (PP) EMI Huzaimah. Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa Ardo Arkindo terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Beberapa hal yang memberatkan perbuatan terdakwa antara lain membuat korban meninggal dunia, tidak ada perdamaian, serta perbuatan terdakwa yang berbelit-belit dalam persidangan dan tidak mengakui kesalahannya. Namun, ada beberapa hal yang meringankan, seperti fakta bahwa terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya.

Terdakwa melalui penasehat hukumnya menyampaikan pembelaan secara tertulis (Pledoi) setelah mendengar putusan tersebut.

Peristiwa Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian

Peristiwa penganiayaan terjadi pada hari Sabtu, tanggal 18 Maret 2025. Awalnya, tersangka menghubungi korban melalui media sosial WhatsApp dengan ajakan bertemu di depan masjid Kelurahan Siring Agung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Setelah komunikasi, korban menyetujui ajakan tersebut. Sekitar pukul 14.45 WIB, tersangka berangkat dari kosannya menuju lokasi yang telah dijanjikan. Sementara itu, korban bersama anak kandungnya berangkat dari rumah ibu korban sekitar pukul 15.00 WIB dan bertemu dengan tersangka. Mereka kemudian bertemu dengan anak mereka yang ikut serta.

Tersangka mengajak korban pergi ke sebuah gubuk di Jalan Irigasi I Kelurahan Siring Agung. Tujuan dari pertemuan ini adalah membicarakan perceraian antara tersangka dan korban. Tersangka ingin mengajak korban rujuk, tetapi korban menolak karena seringnya terjadi KDRT dari tersangka.

Kemudian, tersangka meminta anak korban untuk pergi dengan alasan ingin membujuk dan memeluk ibunya. Setelah anak korban pergi ke arah tepi jalan lintas, tersangka membawa botol kaca berisi air keras dan pisau di pinggangnya. Saat merayu korban untuk rujuk, korban masih menolak.

Tiba-tiba, tersangka mengambil air keras dan menyiram tubuh korban. Korban berteriak meminta pertolongan, dan tersangka langsung menikam korban dengan pisau. Anak korban yang sedang berada di tepi jalan lintas mendengar teriakan korban dan segera berlari untuk melihat ibunya.

Sementara itu, tersangka kabur, sementara korban tergeletak dengan darah dan air keras yang menetes di seluruh tubuhnya. Anak korban meminta bantuan warga sekitar, dan korban dibawa ke rumah sakit.

Setelah dilakukan pencarian, tersangka berhasil ditangkap. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tersangka mengakui perbuatannya dan mengakui telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap istrinya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jaksa Undang 2 Ahli Tanah dalam Sidang Kasus Mafia Tanah Kemenag

5 April 2026

Pengakuan PPPK Pemprov yang Pelecehan di Hotel, Sebut Nama Gubernur Jateng

5 April 2026

Prof Henry Indraguna: Jangan Lembek Hadapi Mafia Migas

5 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga PS5 Melonjak di Tahun 2026, Capai 15 Juta Rupiah

5 April 2026

Punya HP Samsung? Harus Pasang Browser Ini di Laptop Windows

5 April 2026

ASN PPPK Minta Anggaran Melalui APBN, Fadlun AMP: Jangan Setengah Hati

5 April 2026

Villa dan Homestay di Pulau Lemukutan Ludes Dipesan Selama Libur Lebaran

5 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?