Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap Semua Rute
  • Tye Ruotolo Kalahkan Pawel Jaworski, Pertahankan Gelar Dunia Welterweight Submission Grappling
  • Lirik Harga Toyota Yaris Bekas 2008, Cocok untuk Gen Z
  • IBL 2026: Pelita Jaya Menggulingkan Pacific Caesar di Kuningan
  • Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta
  • 7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kasus Korupsi di Bea Cukai Terbongkar, Ada Safe House untuk Sembunyikan Hasilnya
Hukum

Kasus Korupsi di Bea Cukai Terbongkar, Ada Safe House untuk Sembunyikan Hasilnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

KPK Temukan Dugaan Korupsi di Bea Cukai, Menteri Keuangan Beri Peringatan Tegas

Korupsi kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan praktik suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kasus ini melibatkan penggunaan rumah aman atau safe house untuk menyimpan uang dan emas hasil korupsi. Hal ini menunjukkan bahwa praktik tidak sehat masih berlangsung di tubuh birokrasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa Kementerian Keuangan belum sepenuhnya bersih. Ia meminta seluruh pegawai untuk menjaga integritas dan bekerja dengan dedikasi tinggi. Peringatan ini disampaikan saat pelantikan pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan.

Purbaya menyatakan bahwa ada pihak yang menerima uang, bahkan ada safe house yang digunakan untuk menyimpan uang dan emas. “Artinya kita masih belum bersih,” katanya dalam pernyataannya.

Sinyal Bahaya bagi Profesionalisme Aparatur

Menurut Purbaya, terbongkarnya kasus ini menjadi sinyal kuat bahwa masih ada pegawai yang belum bekerja secara profesional. Praktik korupsi bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai dasar pengabdian aparatur negara. Ia menilai, kondisi ini harus dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam memperbaiki citra institusi pajak dan bea cukai.

Tanpa langkah serius dan berkelanjutan, kasus serupa bisa terulang dan secara perlahan mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga yang menjadi tulang punggung penerimaan negara.

Tantangan Makin Kompleks, Tuntutan Kinerja Makin Berat

Di tengah sorotan tajam publik, Purbaya mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Kementerian Keuangan ke depan tidak ringan. Kompleksitas persoalan ekonomi dan fiskal menuntut organisasi beserta seluruh pegawainya berada dalam kondisi terbaik, baik secara profesional maupun moral.

Kementerian Keuangan, kata Purbaya, membutuhkan aparatur yang benar-benar siap mencurahkan pikiran dan tenaga untuk bangsa dan negara. Komitmen tersebut tidak cukup diucapkan dalam slogan atau pidato, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata yang bersih dan bertanggung jawab.

Pengawasan Diperketat, Pimpinan Tak Bisa Lagi Berkelit

Untuk mempercepat proses perbaikan, Purbaya menekankan pentingnya pengawasan ketat dari jajaran pimpinan. Ia menegaskan, para atasan tidak bisa lagi berlindung di balik alasan tidak mengetahui pelanggaran yang dilakukan bawahan.

Tanggung jawab pengendalian, menurutnya, melekat erat pada struktur kepemimpinan. Lebih jauh, Purbaya memberi sinyal keras bahwa pergantian pejabat bukan hal yang mustahil dilakukan. Jika praktik korupsi terbukti menjalar hingga satu tingkat di bawah pimpinan, evaluasi akan terus bergerak ke atas demi membangun sistem yang lebih bersih dan akuntabel.

“Kalau sampai tersangka betul sampai level 1 di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus sampai ke atas,” tegas Purbaya.

Safe House Korupsi dan Operasi Senyap KPK

Sebelumnya, KPK menduga sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyediakan safe house dalam kasus dugaan korupsi importasi barang. Rumah aman tersebut diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan uang dan logam mulia hasil kejahatan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan praktik tersebut kepada publik. “Diduga para oknum dari Ditjen Bea Cukai ini menyiapkan safe house, untuk menyimpan barang-barang seperti uang, kemudian tadi logam mulia,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026) malam.

Budi menjelaskan, rumah aman itu disewa secara khusus, meski hingga kini identitas pemiliknya belum diungkap. Dalam kesempatan yang sama, KPK juga menampilkan apartemen yang dijadikan safe house saat penyidik mengamankan para pihak terkait beserta barang bukti.

OTT Ungkap Jaringan, Nilai Sitaan Fantastis

Kasus dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2025. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 17 orang dan menetapkan enam di antaranya sebagai tersangka.

Enam tersangka itu terdiri dari Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, SIS Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan, serta ORL Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea Cukai. Sementara dari sektor swasta, tersangka berasal dari pemilik PT Blueray berinisial JF, Ketua Tim Dokumentasi Importasi PT Blueray berinisial AND, serta Manajer Operasional PT Blueray berinisial DK.

Dalam perkara ini, KPK menyita barang bukti dengan nilai fantastis mencapai Rp 40,5 miliar. Barang tersebut terdiri dari uang tunai rupiah Rp 1,89 miliar, 182.900 dolar Amerika Serikat, 1,48 juta dolar Singapura, serta 550.000 yen Jepang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pria Kaya dengan 2 BMW Jadi Target KPK, Suami Bupati Pekalongan

19 Maret 2026

Alasan Hakim Bebaskan Delpedro, Tak Bersalah Tapi 6 Bulan Di Penjara, Polisi Lindungi Ojol

19 Maret 2026

Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri

18 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap Semua Rute

19 Maret 2026

Tye Ruotolo Kalahkan Pawel Jaworski, Pertahankan Gelar Dunia Welterweight Submission Grappling

19 Maret 2026

Lirik Harga Toyota Yaris Bekas 2008, Cocok untuk Gen Z

19 Maret 2026

IBL 2026: Pelita Jaya Menggulingkan Pacific Caesar di Kuningan

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?