Perdana Menteri Malaysia Akan Memberikan Penjelasan Terkait Isu Perbatasan dengan Indonesia
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, akan menyampaikan penjelasan rinci mengenai isu perbatasan antara Malaysia dan Indonesia dalam sesi penerangan khusus di parlemen Malaysia. Pernyataan ini disampaikan pada hari Rabu, menjelang meningkatnya perhatian publik dan politik terhadap laporan yang menyebutkan adanya penyerahan lahan seluas 5.000 hektar ke Indonesia.
Pernyataan Anwar Ibrahim dilakukan untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman dan informasi yang tidak akurat yang beredar di masyarakat. Ia menekankan bahwa penjelasan ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi yang jelas bagi semua pihak terkait.
“Saya berharap penjelasan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, khususnya dalam menghilangkan kesalahpahaman yang telah muncul,” ujar Anwar.
Keputusan tersebut diambil setelah Anwar sebelumnya menolak desakan dari oposisi agar ia memberikan penjelasan di parlemen terkait tudingan bahwa Malaysia menyerahkan lebih dari 5.000 hektar tanah di perbatasan Sabah-Kalimantan Utara kepada Indonesia. Menurut Anwar, desakan tersebut dianggap tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab, serta serupa dengan penggunaan kebebasan berbicara yang tidak tepat.
Pemerintah Malaysia telah menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan dan kerja sama dengan Indonesia, terlepas dari pemberitaan media yang mengemuka tentang perbatasan antara dua negara di wilayah Sabah dan Kalimantan.
Pernyataan resmi pemerintah menyatakan bahwa laporan media yang diterbitkan pada 22 Januari 2026, yang menyebutkan bahwa Malaysia memberikan 5.207 hektar tanah kepada Indonesia sebagai kompensasi atas masuknya tiga desa di wilayah Nunukan sebagai bagian dari Malaysia, adalah tidak benar atau tidak akurat.
Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam (NRES), Dato’ Sri Arthur Joseph Kurup, juga menyatakan bahwa perundingan terkait penandaan dan pengukuran di kawasan Outstanding Boundary Problem (OBP) dilaksanakan secara harmonis antara Malaysia dan Indonesia. Proses ini tidak didasarkan pada prinsip timbal balik, kompensasi, maupun perhitungan untung-rugi.
Klarifikasi Mengenai Isu Perbatasan
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh pemerintah Malaysia mencakup:
- Komitmen terhadap kerja sama bilateral: Pemerintah Malaysia tetap memegang teguh komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, termasuk dalam hal pembatasan wilayah.
- Tidak ada penyerahan lahan: Laporan yang menyebutkan adanya penyerahan lahan seluas 5.000 hektar kepada Indonesia tidak benar. Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa tidak ada kebijakan seperti itu yang diambil.
- Proses perundingan yang transparan: Perundingan antara Malaysia dan Indonesia terkait perbatasan dilakukan secara transparan dan saling menghormati. Tidak ada elemen kompensasi atau keuntungan yang menjadi dasar dari proses ini.
Tanggapan dari Masyarakat dan Media
Isu perbatasan ini telah memicu diskusi luas di kalangan masyarakat dan media. Banyak pihak menilai bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat dan memerlukan klarifikasi langsung dari pihak berwenang.
Dalam konteks ini, penjelasan yang akan disampaikan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim diharapkan dapat memberikan kejelasan yang lebih mendalam dan menghindari misinformasi yang bisa memengaruhi hubungan bilateral antara dua negara.
Kesimpulan
Pemerintah Malaysia terus berkomitmen untuk menjaga hubungan yang baik dengan Indonesia, terlepas dari isu-isu yang muncul. Dengan penjelasan yang akan disampaikan di parlemen, diharapkan masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya dapat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.



