Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Sentra Bahagia Medan, Menteri Arifah Fauzi Bantu Anak Korban TPPO dan Kekerasan
Hukum

Sentra Bahagia Medan, Menteri Arifah Fauzi Bantu Anak Korban TPPO dan Kekerasan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ke Sentra Bahagia

Pada hari Sabtu (31/1/2026), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, melakukan kunjungan ke Sentra Bahagia di Kota Medan, Sumatra Utara. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk bertemu langsung dengan dua anak perempuan yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kehadiran Menteri Arifah menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada korban TPPO yang kini tinggal di rumah aman.

Sentra Bahagia merupakan fasilitas yang difungsikan sebagai pusat rehabilitasi sosial dan rumah aman untuk perlindungan perempuan dan anak. Fasilitas ini juga berperan penting dalam memastikan bahwa korban mendapatkan layanan dasar, lingkungan yang aman, serta pendampingan yang diperlukan selama masa pemulihan mereka.

Cerita Dua Anak Perempuan Korban TPPO

Dua anak perempuan tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan awalnya berangkat ke Medan setelah menerima tawaran kerja dari seorang teman yang menjanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Awalnya, mereka bekerja di Medan selama sekitar lima bulan. Namun, selama periode tersebut, keduanya tidak pernah menerima upah atas pekerjaan yang dilakukan. Kondisi ini membuat mereka terjebak dalam situasi eksploitasi yang serius.

Selain tidak dibayar, kedua anak tersebut juga mengalami kekerasan selama bekerja, sehingga situasi kerja menjadi tidak manusiawi. Akibatnya, mereka memutuskan untuk melarikan diri dari tempat kerja demi melindungi diri dan mencari keselamatan. Keputusan untuk kabur ini akhirnya membawa mereka ke pihak berwenang, sehingga bisa mendapat perlindungan di Sentra Bahagia.

Perlindungan Korban di Sentra Bahagia

Setelah kabur dari rumah majikan, kedua anak korban TPPO kini ditampung dan dilindungi di Sentra Bahagia. Tempat ini merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Sosial RI, yang berfungsi sebagai rumah aman serta pusat rehabilitasi sosial khusus bagi korban kekerasan, utamanya perempuan dan anak. Di sini, para korban mendapat jaminan perlindungan sementara sebelum proses pemulihan berikutnya.

Sentra Bahagia menyediakan layanan medik, psikologis, serta dukungan proses hukum jika diperlukan. Hal ini memastikan penanganan kasus kekerasan dilakukan secara holistik, bukan hanya berfokus pada aspek fisik saja tetapi juga psikososial.

Bantuan Pengembangan Keterampilan Anak Korban

Dalam pertemuan dengan para korban, Menteri Arifah menyampaikan rencana KemenPPPA untuk membantu mereka memiliki keahlian tertentu supaya di masa depan bisa hidup mandiri. Ia menyebut akan menanyakan minat kedua anak apakah misalnya mereka ingin belajar menjahit atau keterampilan lain lalu mencari solusi yang sesuai demi membantu masa depan mereka.

Pendekatan keterampilan ini penting agar korban tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga diberi bekal untuk hidup yang lebih baik dan berdaya secara ekonomi.

Pertemuan dengan Korban Lain

Selain bertemu dua anak korban TPPO, Menteri Arifah juga melakukan pertemuan dengan beberapa anak perempuan korban kekerasan seksual yang tinggal di Sentra Bahagia. Saat kunjungan ini, KemenPPPA menyerahkan bantuan spesifik kepada para korban anak sebagai bentuk perhatian dan dukungan dari pemerintah. Ini menjadi rangkaian kegiatan yang menunjukkan kepedulian kementerian tidak hanya pada korban TPPO, tetapi juga korban kekerasan lain yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan sosial.

Peran Sentra Bahagia dalam Sistem Perlindungan Anak

Sentra Bahagia merupakan bagian dari jaringan perlindungan perempuan dan anak di Indonesia yang bekerja sama dengan pihak terkait untuk menjamin penanganan kasus kekerasan dilakukan secara holistik. Di sini, korban mendapat pendampingan medik, psikologis, serta dukungan proses hukum jika diperlukan, sehingga penanganannya tidak hanya berfokus pada aspek fisik saja tetapi juga psikososial. Kementerian melalui sentra ini berupaya memastikan korban mendapat layanan yang layak selama masa pemulihan mereka.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026

PBB Fokus pada Pencegahan Genosida, 6 Kegagalan di Gaza, Rwanda, dan Rohingya Diungkap

11 Juli 2026

Aiptu N Diduga Siksa Istri Siri dan Ajari Racik Narkoba, Ini Kasus Ketiganya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?