Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Anak Guru Diduga Terlibat Pengeroyokan Siswi SMA, Kekuasaan Jadi Sorotan
Hukum

Anak Guru Diduga Terlibat Pengeroyokan Siswi SMA, Kekuasaan Jadi Sorotan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pengeroyokan Siswi SMA di Gorontalo Memicu Kekhawatiran

Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswi SMA di Kota Gorontalo telah menarik perhatian publik. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran terkait kekerasan antarremaja, tetapi juga mengungkap latar belakang pelaku yang mencuri perhatian. Salah satu pelaku diduga merupakan anak dari seorang guru, yang membuat kasus ini semakin memicu diskusi tentang tanggung jawab dan sikap moral dalam masyarakat.

Awal Kejadian yang Mengkhawatirkan

Peristiwa bermula pada Senin malam, 19 Januari 2026. Korban, seorang siswi kelas XI SMA Negeri di Gorontalo, berpamitan kepada ibunya untuk mengunjungi rumah temannya. Alasan yang disampaikan terdengar wajar, sehingga sang ibu tidak curiga. Namun, di lokasi yang dituju, korban justru menghadapi tiga remaja perempuan yang telah menunggunya.

Salah satu dari mereka diketahui merupakan teman sekelas korban sendiri. Saat itu, korban merasa situasi tidak kondusif dan meminta agar masalah dibicarakan di dalam rumah. Meski pemilik rumah melarang rombongan tersebut keluar, ketiga pelaku tetap memaksa korban untuk ikut pergi. Tekanan dan intimidasi membuat korban tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan mereka.

Lokasi yang Tidak Aman

Korban kemudian dibawa ke sebuah lapangan di kawasan Jalan eks Agussalim, lokasi yang sepi dan minim penerangan. Di sana, ponsel korban langsung dirampas agar ia tidak dapat menghubungi siapa pun. Kejadian ini menjadi awal dari pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama.

Menurut keterangan keluarga, konflik dipicu oleh masalah asmara. Adu mulut sempat terjadi sebelum berujung pada pengeroyokan. Korban ditarik rambutnya hingga terjatuh. Pukulan dan tendangan kemudian dilancarkan secara bergantian. Dalam kondisi tersungkur, korban masih menerima tendangan ke bagian perut dan dibanting ke tanah. Kepala korban sempat terbentur keras hingga mengalami pusing hebat.

Saat mencoba bangkit, salah satu pelaku menyorotkan senter ke wajah korban sebelum kembali memukulnya. Setelah itu, korban ditinggalkan dalam keadaan syok dan ketakutan. Ia memilih berlindung sementara di rumah temannya sebelum akhirnya pulang ke rumah.

Fakta Anak Guru Muncul

Hasil visum menunjukkan adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh korban serta gangguan psikologis berat. Pihak sekolah sempat memfasilitasi pertemuan antar orang tua siswa untuk mencari jalan keluar. Namun, ibu korban mengaku kecewa dengan proses tersebut. Ia menilai tidak ada itikad baik dari pihak pelaku, termasuk permintaan maaf yang tulus.

Dalam pertemuan itu pula terungkap bahwa salah satu orang tua pelaku merupakan seorang guru. Alih-alih menunjukkan sikap reflektif, orang tua tersebut justru dinilai membela anaknya secara berlebihan. Kondisi inilah yang membuat keluarga korban menolak penyelesaian secara damai.

Korban Alami Trauma Berat

Hingga kini, korban dilaporkan menarik diri dari lingkungan sosial. Ia sering menangis tiba-tiba dan ketakutan untuk keluar rumah. Bahkan saat dibawa ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), proses asesmen psikologis terpaksa dihentikan. Korban mengalami histeris dan tidak sanggup memberikan keterangan kepada tenaga medis karena trauma yang masih sangat kuat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?