Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 20 April 2026
Trending
  • Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat
  • 5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams
  • Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026
  • SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan
  • TAUD Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
  • 6 Perbedaan Penting Ninja Van dan Ninja Xpress yang Wajib Diketahui
  • WhatsApp Harus Dibuka Dulu? Ini Penyebabnya
  • Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Pujian Quartararo untuk Toprak, Cek Moto3 VedaEga-Mario Aji
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Venezuela Ricuh, Ini Dampaknya pada Ekspor Mobil Toyota
Otomotif

Venezuela Ricuh, Ini Dampaknya pada Ekspor Mobil Toyota

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com –

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan keterkaitan dengan kartel narkoba menarik perhatian dunia internasional. Peristiwa ini berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi Venezuela, termasuk hubungan dagang dengan negara lain. Di tengah situasi tersebut, nasib ekspor kendaraan Toyota ke Venezuela menjadi pertanyaan besar.

Terkait hal itu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, memastikan bahwa hingga saat ini komunikasi dengan pihak Venezuela masih berjalan normal.

“Tapi so far, sampai dengan kemarin, kami sudah komunikasi dengan Venezuela, everything oke,” ucap Nandi di Bandung, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, tantangan yang perlu dicermati ke depan bukan hanya kondisi politik di Venezuela, melainkan juga kebijakan perdagangan yang dapat berubah seiring dinamika global. Ia menjelaskan bahwa isu utama adalah tarif impor yang bisa berdampak pada bisnis.

“Cuman yang jadi isu kan sebenarnya nanti itu tarif-tarif (kebijakan impor suatu negara) itu. Tapi sebenarnya kalau tarif itu kan bukan hanya kita yang kena,” ujar Nandi.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azzam, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak geopolitik terhadap rantai pasok dan logistik industri otomotif, termasuk ekspor kendaraan.

“Perkembangan geopolitik ini yang kita harus waspadai karena terkait dengan supply chain dan logistik,” kata Bob.

Ia menjelaskan, dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil, biaya logistik berpotensi meningkat signifikan. Bob mencontohkan krisis di Timur Tengah yang sebelumnya mengganggu jalur pelayaran global.

“Biasanya, kalau ada gonjang ganjing, biaya logistik itu akan naik, ya. Seperti waktu krisis Timur Tengah sehingga tidak bisa menggunakan terusan Suez, sehingga arus logistik itu memutar sampai ke Tanjung Harapan. Itu juga membuat harga logistik menjadi dua kali itu lebih mahal,” katanya.

Selain logistik, Bob juga menyoroti ketergantungan industri otomotif global terhadap rantai pasok lintas negara. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi industri yang bisa berdiri sendiri tanpa dukungan negara lain, termasuk pada sektor otomotif.

Ia memberi contoh material kritis pada baterai kendaraan elektrifikasi yang berasal dari berbagai negara di dunia, mulai dari China, Ukraina, kawasan ASEAN, hingga Amerika Selatan.

“Jadi, sekali terjadi ketegangan, arus barang itu terganggu, otomatis supply chain juga akan terganggu. Jadi, itu yang harus kita perhatikan.”

Bob menambahkan, industri otomotif sejatinya dirancang untuk perdagangan multilateral. Namun, kondisi dunia yang semakin terfragmentasi berpotensi memengaruhi kelancaran logistik dan rantai pasok global.

“Apalagi model-model yang terbaru, elektrifikasi, itu banyak menggunakan material-material seperti magnetik, baterai, yang terus terang kita masih banyak bergantung kepada impor, itu yang harus kita waspadai,” tutupnya.



Jumlah Ekspor Toyota ke Venezuela

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari-November 2025 Toyota telah mengirimkan ribuan unit mobil ke Venezuela. Pada periode tersebut, Toyota mengirimkan dua model yakni Yaris Cross dan Wigo.

Yaris Cross tersalurkan sebanyak 1.008 unit ke Venezuela, sedangkan Wigo mencapai 5.971 unit.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Pujian Quartararo untuk Toprak, Cek Moto3 VedaEga-Mario Aji

16 April 2026

Honda Stylo 160 2026: Tampilan Burgundy Mewah dengan Detail Chrome yang Menawan!

16 April 2026

Teknologi NMAX Baru! Yamaha NMAX Turbo dengan Desain Futuristik dan Akselerasi Responsif

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat

16 April 2026

5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams

16 April 2026

Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026

16 April 2026

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?