Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan
  • Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun
  • Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan
  • Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland
  • Prediksi Skor Chile vs Cape Verde: Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Besok: Leo, Virgo, Libra, Scorpio, 29 Maret 2026 – Kenaikan Saldo & Hadapi Konflik
  • Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku
  • ENRG turun dari puncak, analis rekomendasikan beli, target tembus rekor baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Tarif Cukai Stagnan Dorong Kinerja Emiten Rokok 2026, Ini Pemilihan Sahamnya
Ekonomi

Tarif Cukai Stagnan Dorong Kinerja Emiten Rokok 2026, Ini Pemilihan Sahamnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prospek Sektor Tembakau Tahun 2026 Dinilai Menjanjikan

Pada tahun 2026, prospek kinerja sektor tembakau di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan fase pemulihan laba bersih yang diharapkan dapat tumbuh secara lebih baik.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menjelaskan bahwa dari sisi keuangan, stagnasi tarif cukai memberikan peluang bagi perusahaan besar seperti PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) untuk mengalami lonjakan laba bersih sekitar 41%. Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berpotensi mengalami pemulihan laba yang lebih signifikan.

Pergerakan harga saham sektor ini juga diperkirakan tetap konstruktif. Hal ini didukung oleh stimulus fiskal yang pro konsumsi dan perbaikan daya beli masyarakat. Menurut Abida, tahun 2026 menjadi titik balik strategis bagi industri hasil tembakau untuk keluar dari tren kontraksi jangka panjang.

Dampak Positif dari Penambahan Lapisan Tarif Cukai

Selain itu, penambahan lapisan tarif cukai baru diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi operasional dan marjin laba emiten rokok. Dengan adanya wadah legal bagi produk yang sebelumnya ilegal, persaingan harga predatoris di pasar akan berkurang. Hal ini memberikan ruang lebih besar bagi emiten resmi untuk menyesuaikan harga jual rata-rata (ASP) tanpa tergerus oleh kenaikan beban cukai yang masif.

Stabilitas tarif cukai yang menyertai kebijakan ini di tahun 2026 memungkinkan emiten untuk mengoptimalkan profitabilitas dan memperbaiki arus kas emiten. Peningkatan ini pada akhirnya akan memperkuat struktur keuangan perusahaan di tengah upaya pemulihan volume penjualan secara nasional.

Keuntungan bagi Emiten Besar dan Segmen Tier 2

Emiten besar seperti HMSP dan GGRM menjadi pihak yang paling diuntungkan karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap stabilitas biaya cukai dan pangsa pasar yang luas untuk menyerap kembali konsumen dari jalur legal. Selain itu, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga diprediksi akan meraih keuntungan besar sebagai penerima limpahan konsumen rokok murah yang beralih dari produk ilegal ke jalur resmi di segmen Tier 2.

Sentimen Positif bagi Sektor Tembakau

Kebijakan ini merupakan sentimen positif yang kuat bagi sektor tembakau karena memberikan kepastian fiskal yang sangat dibutuhkan oleh pelaku pasar dan investor. Alasan utamanya adalah pergeseran strategi pemerintah yang kini lebih akomodatif dalam merangkul industri melalui formalisasi pemain ilegal dan peniadaan kenaikan tarif cukai umum di tahun 2026.

Hal ini menciptakan persepsi pasar bahwa risiko regulasi yang mencekik mulai mereda. Sehingga memicu fase re-rating valuasi saham rokok yang sebelumnya tertekan dan memberikan optimisme terhadap keberlanjutan bisnis emiten dalam jangka menengah.

Rekomendasi Saham untuk Sektor Rokok

Abida berpendapat bahwa rekomendasi saham untuk sektor rokok secara umum masih positif. Saat ini, saham HMSP dan WIIM menjadi pilihan utama dengan peringkat buy pada rentang target harga masing-masing Rp 800 dan Rp 2.000. Untuk GGRM, rekomendasi sahamnya berada pada peringkat hold dengan target harga Rp 17.500, mencerminkan pemulihan laba yang kuat namun tetap memperhatikan risiko investasi non inti perusahaan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

ENRG turun dari puncak, analis rekomendasikan beli, target tembus rekor baru

30 Maret 2026

Penjualan dan Laba AMMN Menurun di 2025, Ini Penyebabnya

30 Maret 2026

Ternyata Kewirausahaan Bisa Dibentuk, Bukan Hanya Bawaan!

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan

30 Maret 2026

Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun

30 Maret 2026

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?