Pengalaman Menyedihkan yang Diungkap Thom Haye
Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengungkapkan perasaannya setelah membantu timnya mengalahkan Persija Jakarta dalam laga El Clasico Indonesia. Ia menyatakan bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial setelah pertandingan berakhir.
Pertandingan antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, berakhir dengan skor 0-1 pada Minggu (11/1). Gol kemenangan Persib dicetak oleh Beckham Putra Nugraha pada awal babak pertama. Ia mencatatkan namanya di papan skor saat laga belum berjalan lima menit, setelah memanfaatkan kesalahan Van Basty Sousa yang gagal menyapu bola umpan Berguinho dari sisi kanan penyerangan.
Selama 90 menit pertandingan, tensi terlihat sangat tinggi. Lebih dari lima kartu kuning dan satu kartu merah dikeluarkan oleh wasit Ko Hyung-Jin. Selain itu, ada beberapa keributan yang terjadi di akhir laga.
Thom Haye menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam keributan tersebut. Ia bahkan harus dipisahkan oleh rekan-rekannya termasuk pelatih Bojan Hodak. Setelah pertandingan, ia mendapatkan kritik dan komentar negatif dari para penggemar. Ia kemudian menyampaikan perasaannya melalui akun Instagram resmi miliknya.
“Kami memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh,” tulis Thom Haye dalam unggahannya.
Ia juga menambahkan bahwa ia percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi besar. Namun, ia merasa sedih karena banyak pertandingan yang dibayangi oleh perilaku tidak sopan dan tindakan tidak perlu.
“Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Gairah dan Suasananya istimewa. Pada saat yang sama saya merasa sedih, sangat disayangkan bahwa terlalu banyak pertandingan dibayangi oleh perilaku tidak sopan dan pelanggaran yang tidak perlu,” tambahnya.
Thom Haye mengungkapkan kekecewaannya karena kualitas pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia dirusak oleh hal-hal yang tidak penting. Bahkan, ia sampai menerima ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarganya.
“Sangat menyedihkan melihat pemain berkontribusi terhadap ini dan merusak kualitas permainan. Gila itu kalau diomongin cuma mau berantem aja. Rasa hormat sangat penting untuk pertumbuhan permainan,” kata Haye.
Ia juga meminta orang-orang yang mengirimkan pesan-pesan tidak pantas dan ancaman kematian kepada keluarganya untuk berhenti.
“Dan satu hal terakhir.. Saya dapat mengambil banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirim harapan kematian dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti,” tambah dia.
Sepak bola, menurut Haye, seharusnya tidak sampai ke tingkat teror dan ancaman seperti itu. Semuanya seharusnya hanya terjadi di lapangan. Ia berharap hal tersebut tidak terulang lagi ke depan.
“Sepak bola seharusnya tidak pernah berjalan sejauh itu. Mari bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik untuk para pemain, untuk para penggemar dan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tutup Haye.



