Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Menyedihkan! Thom Haye Mengeluh Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Bantu Persib Kalahkan Persija
    Olahraga

    Menyedihkan! Thom Haye Mengeluh Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Bantu Persib Kalahkan Persija

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengalaman Menyedihkan yang Diungkap Thom Haye

    Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengungkapkan perasaannya setelah membantu timnya mengalahkan Persija Jakarta dalam laga El Clasico Indonesia. Ia menyatakan bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial setelah pertandingan berakhir.

    Pertandingan antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, berakhir dengan skor 0-1 pada Minggu (11/1). Gol kemenangan Persib dicetak oleh Beckham Putra Nugraha pada awal babak pertama. Ia mencatatkan namanya di papan skor saat laga belum berjalan lima menit, setelah memanfaatkan kesalahan Van Basty Sousa yang gagal menyapu bola umpan Berguinho dari sisi kanan penyerangan.

    Selama 90 menit pertandingan, tensi terlihat sangat tinggi. Lebih dari lima kartu kuning dan satu kartu merah dikeluarkan oleh wasit Ko Hyung-Jin. Selain itu, ada beberapa keributan yang terjadi di akhir laga.

    Thom Haye menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam keributan tersebut. Ia bahkan harus dipisahkan oleh rekan-rekannya termasuk pelatih Bojan Hodak. Setelah pertandingan, ia mendapatkan kritik dan komentar negatif dari para penggemar. Ia kemudian menyampaikan perasaannya melalui akun Instagram resmi miliknya.

    “Kami memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh,” tulis Thom Haye dalam unggahannya.

    Ia juga menambahkan bahwa ia percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi besar. Namun, ia merasa sedih karena banyak pertandingan yang dibayangi oleh perilaku tidak sopan dan tindakan tidak perlu.

    “Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Gairah dan Suasananya istimewa. Pada saat yang sama saya merasa sedih, sangat disayangkan bahwa terlalu banyak pertandingan dibayangi oleh perilaku tidak sopan dan pelanggaran yang tidak perlu,” tambahnya.

    Thom Haye mengungkapkan kekecewaannya karena kualitas pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia dirusak oleh hal-hal yang tidak penting. Bahkan, ia sampai menerima ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarganya.

    “Sangat menyedihkan melihat pemain berkontribusi terhadap ini dan merusak kualitas permainan. Gila itu kalau diomongin cuma mau berantem aja. Rasa hormat sangat penting untuk pertumbuhan permainan,” kata Haye.

    Ia juga meminta orang-orang yang mengirimkan pesan-pesan tidak pantas dan ancaman kematian kepada keluarganya untuk berhenti.

    “Dan satu hal terakhir.. Saya dapat mengambil banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirim harapan kematian dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti,” tambah dia.

    Sepak bola, menurut Haye, seharusnya tidak sampai ke tingkat teror dan ancaman seperti itu. Semuanya seharusnya hanya terjadi di lapangan. Ia berharap hal tersebut tidak terulang lagi ke depan.

    “Sepak bola seharusnya tidak pernah berjalan sejauh itu. Mari bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik untuk para pemain, untuk para penggemar dan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tutup Haye.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?