Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Maret 2026
Trending
  • Cara Mudah Melepas Wallpaper Dinding
  • Aturan Hukum Kaca Film Mobil, Pelanggar Bisa Ditilang
  • Sejarah tercipta! Pebalap muda Veda Ega Pratama naik podium di Brazil
  • Pilu Saeful Tony Berjalan Kaki Pulang Usai Uang Dicuri, Dua Minggu Di Jalanan Dibantu Polisi
  • Gus Yaqut Dikeluarkan dari Tahanan Sebelum Lebaran
  • 7 Tempat Bakso Lezat dan Murah di Tasikmalaya untuk Kuliner Libur Lebaran 2026
  • Jadwal TV Everton vs Chelsea: Kesempatan Palmer Cs Kejar Liverpool-Aston Villa
  • Kisah Lebaran dari Seluruh Indonesia – Tradisi Tak Terlewatkan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Rupiah menguat di awal perdagangan, menghadapi tekanan dari kebijakan moneter yang longgar
Nasional

Rupiah menguat di awal perdagangan, menghadapi tekanan dari kebijakan moneter yang longgar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi Masih Ada Risiko Pelemahan

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pada hari Selasa, 30 Desember 2025, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka pada level Rp16.773 per dolar AS, naik 15 poin atau sekitar 0,09 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Meski demikian, pengamat pasar uang dan Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyatakan bahwa masih ada risiko pelemahan rupiah dalam jangka pendek. Hal ini dipengaruhi oleh prospek pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang akan datang. Selain itu, kebijakan stimulus pemerintah yang dikeluarkan di akhir tahun juga turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

“Rupiah masih dibayangi oleh prospek kebijakan moneter BI yang longgar dan stimulus pemerintah sehingga menekan nilai tukar rupiah vs dolar AS,” kata Ariston kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ariston menambahkan bahwa sentimen negatif lainnya berasal dari bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatra dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi nasional, yang berdampak langsung pada pergerakan rupiah.

“Bencana alam yang terjadi di Sumatra dan daerah lain di Indonesia juga memberikan sentimen negatif ke rupiah karena bencana ini menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar dia.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (29/12) sore, melemah 43 poin atau sekitar 0,26 persen ke level Rp16.788 per dolar AS. Kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), menempatkan rupiah di posisi Rp16.788 per dolar AS.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain:

  • Kebijakan moneter BI: Prospek pelonggaran kebijakan moneter yang akan datang dapat memengaruhi tingkat suku bunga dan arus modal masuk atau keluar.
  • Stimulus pemerintah: Pengeluaran besar-besaran pemerintah di akhir tahun bisa memengaruhi permintaan valuta asing.
  • Bencana alam: Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan meningkatkan ketidakpastian.
  • Pergerakan global: Perubahan harga minyak mentah, situasi politik di luar negeri, serta perkembangan ekonomi dunia juga berdampak pada rupiah.

Prediksi dan Rekomendasi

Menurut analisis Ariston, meskipun rupiah mengalami penguatan awal, investor dan pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap risiko pelemahan di masa depan. Ia menyarankan para pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter BI dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Dalam hal ini, kebijakan pemerintah yang transparan dan responsif terhadap bencana alam akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Perkembangan Terkini

Pada hari Senin, 29 Desember 2025, rupiah mengalami penurunan sebesar 43 poin atau 0,26 persen, mencapai level Rp16.788 per dolar AS. Sementara itu, Jisdor menunjukkan angka yang sama, yaitu Rp16.788 per dolar AS.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kisah Lebaran dari Seluruh Indonesia – Tradisi Tak Terlewatkan

25 Maret 2026

Gus Yaqut Dikeluarkan dari Tahanan Sebelum Lebaran

25 Maret 2026

Pilu Saeful Tony Berjalan Kaki Pulang Usai Uang Dicuri, Dua Minggu Di Jalanan Dibantu Polisi

25 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cara Mudah Melepas Wallpaper Dinding

25 Maret 2026

Aturan Hukum Kaca Film Mobil, Pelanggar Bisa Ditilang

25 Maret 2026

Sejarah tercipta! Pebalap muda Veda Ega Pratama naik podium di Brazil

25 Maret 2026

Pilu Saeful Tony Berjalan Kaki Pulang Usai Uang Dicuri, Dua Minggu Di Jalanan Dibantu Polisi

25 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?