Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 18 Mei 2026
Trending
  • 7 tempat romantis untuk ngedate di Bogor, bikin betah!
  • Duel HP mid-range gaya: OPPO Reno11 F vs Vivo V30e, pilih yang terbaik?
  • Kupon 6,25%, ST016 Terjual 37%, Ini Cara Baru Investasi Sukuk dengan Rp 1 Juta
  • Suami Bunuh Istri di Pagar Alam Gara-Gara Status WA, Serahkan Diri ke Polisi
  • Senat Untad Dihebohkan Kasus Pelanggaran Statuta, Jabatan Ganda dan Plagiasi Jurnal
  • Prediksi Skor Werder Bremen vs Dortmund, Bundesliga, Sabtu 16 Mei 2026 Pukul 20.30 WIB
  • 8 model pintu minimalis modern untuk hunian mewah!
  • Live Streaming Sidang Isbat Penetapan Idul Adha 2026 di 88 Titik Pemantauan Hilal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Bupati Banyumas: Pengajian Lebih Aman
Nasional

Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Bupati Banyumas: Pengajian Lebih Aman

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemerintah Kabupaten Banyumas Larang Pesta Kembang Api Tahun Baru

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengambil langkah tegas dalam menyikapi perayaan malam pergantian tahun. Pemerintah Daerah (Pemda) Banyumas memastikan bahwa tidak ada pesta kembang api yang diadakan, meskipun kegiatan tersebut sempat mendapatkan dukungan dari sponsor.

Sadewo mengajak masyarakat untuk mengisi malam tahun baru dengan kegiatan seperti pengajian dan doa bersama. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, sekaligus menjaga kesederhanaan dan ketertiban daerah.

“Saya sudah telepon, saya larang. Meskipun ada sponsor, tetap saya larang,” ujar Sadewo saat ditemui di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Menurutnya, BLUD UPTD Teratai Mas sempat merencanakan penyalaan kembang api pada malam tahun baru. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah adanya arahan langsung dari Pemkab Banyumas.

Alasan Pembatalan Pesta Kembang Api

Sadewo menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil karena kondisi nasional masih dalam keprihatinan akibat bencana alam, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah daerah juga sedang menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.

“Merayakan tahun baru tidak usah berlebihan. Kami empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, di samping kami sendiri juga sedang efisiensi,” ujarnya.

Terkait perizinan, Sadewo memastikan telah berkoordinasi dengan Polresta Banyumas. Hasilnya, tidak ada izin yang dikeluarkan untuk perayaan tahun baru yang melibatkan penyalaan kembang api.

“Saya sudah diskusi dengan Kapolresta. Dari Polresta tidak ada izin, dari pemda juga tidak ada,” tegasnya.

Alternatif Perayaan Tahun Baru

Sebagai alternatif, Sadewo mendorong masyarakat, komunitas, hingga instansi pemerintah untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih menyejukkan dan bermakna, seperti pengajian dan doa bersama.

“Gantinya pengajian, lebih adem, mendoakan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pemasaran BLUD UPTD Teratai Mas Kabupaten Banyumas, Topan Pramukti, membenarkan pembatalan agenda pesta kembang api dan perayaan malam tahun baru di kawasan Menara Teratai Purwokerto.

“Setelah berdiskusi dengan seluruh pihak, kami sepakat meniadakan perayaan yang bersifat euforia tinggi, seperti pesta kembang api, sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial,” ujar Topan.

Meski demikian, sejumlah agenda tetap dilaksanakan dengan penyesuaian. Di antaranya Lentera Air di Taman Mas Kemambang yang dikemas sederhana dan reflektif, serta hiburan musik dari band lokal di kawasan Madhang Maning Park tanpa unsur perayaan berlebihan.

Topan berharap kebijakan tersebut dapat dipahami masyarakat sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, dan nilai kemanusiaan di ruang publik selama momentum pergantian tahun.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 tempat romantis untuk ngedate di Bogor, bikin betah!

18 Mei 2026

Kupon 6,25%, ST016 Terjual 37%, Ini Cara Baru Investasi Sukuk dengan Rp 1 Juta

18 Mei 2026

Suami Bunuh Istri di Pagar Alam Gara-Gara Status WA, Serahkan Diri ke Polisi

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 tempat romantis untuk ngedate di Bogor, bikin betah!

18 Mei 2026

Duel HP mid-range gaya: OPPO Reno11 F vs Vivo V30e, pilih yang terbaik?

18 Mei 2026

Kupon 6,25%, ST016 Terjual 37%, Ini Cara Baru Investasi Sukuk dengan Rp 1 Juta

18 Mei 2026

Suami Bunuh Istri di Pagar Alam Gara-Gara Status WA, Serahkan Diri ke Polisi

18 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?