Nasional OJK Malang Bahas Penyaluran Pembiayaan, Capai Rp7,28 Triliun pada April 2025

OJK Malang Bahas Penyaluran Pembiayaan, Capai Rp7,28 Triliun pada April 2025

6
0

Pertumbuhan Piutang Pembiayaan di Wilayah Malang Tahun 2025

Pertumbuhan piutang pembiayaan di wilayah Malang mencerminkan perkembangan positif yang signifikan pada April 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,42% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari total Rp7,1 triliun pada April 2024, angka tersebut meningkat menjadi Rp7,28 triliun pada April 2025.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan. Ia juga menekankan bahwa risiko kredit tetap dalam pengendalian yang baik, dengan rasio NPF (Non Performing Finance) yang terjaga pada tingkat 3,67%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penyaluran kredit di wilayah Malang masih stabil dan aman.

Selain itu, pembiayaan modal ventura pada Mei 2025 mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, yaitu sebesar 31,03% secara tahunan. Meskipun jumlah nilai pembiayaan relatif stabil, yakni sebesar Rp444,15 miliar, hal ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari investor terhadap proyek-proyek berbasis inovasi dan teknologi.

OJK sedang mempersiapkan sejumlah langkah deregulasi untuk mendukung kemudahan berusaha di bidang Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Beberapa langkah yang akan diterapkan antara lain pelonggaran uang muka pembiayaan dan persyaratan fasilitas pendanaan pada perusahaan pembiayaan, serta kemudahan perizinan bagi usaha pergadaian di lingkup kabupaten/kota.

Selain itu, ada juga rencana penyesuaian waktu implementasi rasio permodalan terkait status pengawasan pada LKM. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan mempercepat proses bisnis.

Kinerja Dana Pensiun di Wilayah Kerja OJK Malang

Di sisi lain, kinerja dana pensiun di wilayah kerja OJK Malang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Nilai aset Dana Pensiun meningkat sebesar 4,00% secara tahunan, yaitu dari Rp201,09 miliar pada Juni 2024 menjadi Rp230,95 miliar pada Juni 2025. Selain itu, jumlah investasi juga meningkat sebesar 7,03%, dari Rp201,09 miliar menjadi Rp215,22 miliar.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II/2025. Menurutnya, perkembangan ini menegaskan bahwa transformasi ekonomi terus berlangsung, khususnya pada sisi konsumsi masyarakat.

BI juga terus mendorong intermediasi perbankan/permodalan dengan menurunkan tingkat suku bunga ke level 5%. Harapan besar diarahkan kepada perbankan dan lembaga pembiayaan agar segera menyesuaikan bunga kredit, sehingga dunia usaha dapat memperoleh modal dengan bunga kompetitif.

Joko menambahkan bahwa kebijakan yang ramah terhadap dunia usaha akan mendorong hadirnya lembaga pembiayaan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan secara seimbang dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini