Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 26 Mei 2026
Trending
  • Bukayo Saka Jawab Kritikan Pengkritik Arsenal
  • 7 tempat romantis untuk ngedate di Semarang
  • 6 Drama Korea Park Eun Bin Tanpa Romansa, Termasuk The Wonderfools
  • Mualem Minta BPJS Buka Blokir JKA
  • 5 cara mudah jaga keuangan di tengah kenaikan dolar
  • 31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Kuatkan Ekosistem Digital Nasional
  • Jaecoo J5 EV: Desain Modern, Teknologi Canggih, Cek Harga Sekarang
  • Persiapan Konser dan Rencana Karier, Afgan Siap Tampil di Layar Lebar?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Pasar Indonesia Menjanjikan, HPE Percepat Adopsi AI 2026
Teknologi

Pasar Indonesia Menjanjikan, HPE Percepat Adopsi AI 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pasar Kecerdasan Buatan di Indonesia Dinilai Menjanjikan

Pasar kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif dan dinilai sangat menjanjikan oleh perusahaan teknologi global seperti Hewlett Packard Enterprise (HPE). Dalam rangka mendorong percepatan adopsi AI di berbagai sektor industri, HPE telah merancang beberapa strategi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi ini.

Country Director HPE Networking Indonesia & Philippines, Robert Suryakusuma, menyampaikan bahwa banyak perusahaan di Indonesia mulai menyadari manfaat AI dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan operasional. Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu perusahaan dalam tiga aspek utama, yaitu efisiensi, kecepatan, serta pengurangan ketergantungan pada proses manual.

Namun, Robert juga mengungkapkan bahwa tidak semua perusahaan siap mengadopsi AI. Menurutnya, hanya perusahaan berskala enterprise yang sudah mulai mengintegrasikan AI ke dalam bisnis mereka. Sementara itu, segmen usaha kecil dan menengah (SMB) serta UMKM masih menganggap AI sebagai alat yang mahal dan sulit diakses.

Tantangan dalam Adopsi AI

Menurut Robert, tantangan terbesar dalam adopsi AI terletak pada segmen SMB dan UMKM. Banyak pelaku usaha di segmen ini menganggap AI sebagai teknologi yang mahal dan rumit. Padahal, ia menekankan bahwa implementasi AI tidak harus dilakukan secara besar-besaran, tetapi bisa dimulai secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnis.

Selain itu, ada dua tantangan utama lainnya yang dihadapi dalam penerapan AI di Indonesia. Pertama, kekhawatiran karyawan terhadap posisi mereka yang akan tergantikan oleh AI. Kedua, ketidakjelasan ruang lingkup proyek AI di tingkat manajemen, yang sering menyebabkan inisiatif AI berjalan tanpa arah yang jelas atau tidak terintegrasi dengan strategi bisnis.

Strategi HPE dalam Mendorong Adopsi AI

Untuk mengatasi tantangan tersebut, HPE telah menyiapkan beberapa strategi. Pertama, meningkatkan brand awareness dan literasi AI melalui berbagai kegiatan dan forum lintas industri. Kegiatan ini digelar hampir setiap bulan untuk memperluas pemahaman dan membangun kepercayaan terhadap pemanfaatan AI.

Kedua, HPE memberikan kesempatan kepada klien untuk mencoba produk melalui proof of concept (POC) dan demo. Dengan demikian, calon pelanggan dapat langsung merasakan manfaat teknologi AI sebelum mengadopsinya secara penuh.

Ketiga, fokus pada kesiapan sumber daya manusia. HPE menyediakan pelatihan agar perusahaan mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

Contoh Penerapan AI di Berbagai Sektor

Robert mencontohkan lini HPE Networking, khususnya produk Aruba Central, yang merupakan platform manajemen jaringan. Produk ini digunakan oleh organisasi dengan banyak cabang, seperti pemerintah, manufaktur, ritel, perbankan, pendidikan, rumah sakit, dan hotel untuk mengelola perangkat jaringan seperti access point, switch, dan server. Sistem ini dapat memberikan notifikasi atau alert jika terjadi gangguan.

Dengan Aruba Central yang memanfaatkan AI, administrator cukup memasukkan prompt atau perintah untuk menganalisis bagian tertentu dari jaringan. Sistem akan memberikan rekomendasi lengkap dengan pro dan kontra, termasuk dampak terhadap keamanan. Untuk ke depannya, HPE menargetkan konsep “self-driving network with AI” sebagai visi pengembangan teknologinya.

Selain itu, Robert juga menjelaskan penerapan AI di sektor manufaktur, khususnya pada perusahaan pemotongan ayam. Dengan bantuan AI, sistem dapat menganalisis dan mengklasifikasikan potongan ayam berdasarkan kebutuhan distribusi ke wilayah tertentu. Proses ini telah menjadi otomatis, sehingga mengurangi kesalahan dan meningkatkan efisiensi.

Penutup

Secara keseluruhan, AI sangat membantu dalam menunjang pekerjaan manusia sehari-hari. Meskipun demikian, Robert menegaskan bahwa penggunaannya tetap perlu dibatasi dan diatur secara bijak agar tidak melampaui batas. Ia menilai AI tidak berbahaya, karena AI tidak memiliki akal budi seperti manusia. Namun, AI tetap menjadi alat bantu yang penting dalam pekerjaan sehari-hari.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Kuatkan Ekosistem Digital Nasional

26 Mei 2026

Laba Bersih 19 Triliun, Telkomsel Dongkrak Ekosistem Digital Indonesia

25 Mei 2026

Dompet tak perlu, transaksi tetap lancar: QRIS ubah gaya anak muda Cirebon di KRK

25 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bukayo Saka Jawab Kritikan Pengkritik Arsenal

26 Mei 2026

7 tempat romantis untuk ngedate di Semarang

26 Mei 2026

6 Drama Korea Park Eun Bin Tanpa Romansa, Termasuk The Wonderfools

26 Mei 2026

Mualem Minta BPJS Buka Blokir JKA

26 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?