Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Vaksin Pertama di Dunia yang Dibuat Kecerdasan Buatan
Teknologi

Vaksin Pertama di Dunia yang Dibuat Kecerdasan Buatan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Vaksin Baru



Kecerdasan buatan (AI) telah digunakan untuk pertama kalinya dalam pengembangan vaksin yang disebut “secara fundamental baru” guna melawan berbagai jenis virus dan mencegah terjadinya wabah. Para peneliti dari University of Cambridge mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya komponen utama vaksin dirancang sepenuhnya oleh AI, kemudian diuji pada manusia. Vaksin ini dirancang untuk melawan semua virus corona, termasuk varian Covid serta virus-virus yang menyerang hewan, yang bisa menjadi penyebab pandemi berikutnya.

Tujuan Vaksin dan Mekanisme Kerjanya

Vaksin tersebut bertujuan untuk mengajarkan tubuh cara mengenali infeksi sehingga meningkatkan peluang untuk melawan virus. Namun, beberapa virus sangat mahir dalam mengubah tampilannya atau bermutasi, sehingga vaksin dapat dengan cepat menjadi usang. Inilah alasan mengapa vaksin Covid dan flu musiman perlu diperbarui secara berkala.

Prof Jonathan Heeney dari University of Cambridge menjelaskan bahwa biasanya vaksin dirancang menggunakan satu jenis virus yang sedang beredar. Tim peneliti Cambridge mengambil kode genetik dari berbagai virus corona yang telah diketahui oleh program pengawasan yang mencari ancaman potensial. Kode genetik ini kemudian dianalisis oleh AI. Selanjutnya, AI merancang sebuah “super-antigen” yang dapat melatih sistem kekebalan tubuh agar memberikan perlindungan terhadap seluruh keluarga virus—bahkan jika virus tersebut bermutasi atau infeksi baru berpindah dari hewan ke manusia.

Antigen adalah komponen penting dalam vaksin karena merupakan bagian yang dipelajari oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang. Menurut Heeney, ini adalah pertama kalinya antigen yang dirancang oleh AI diuji pada manusia. Ia menyebut teknologi ini “mengejutkan kita semua” dan “luar biasa apa yang dapat kita lakukan dengannya untuk kebaikan umat manusia”.

Uji Coba pada Manusia dan Hasil Awal

Uji coba pada 39 orang dirancang untuk menilai apakah vaksin semacam ini aman. Studi kedua—yang melibatkan sekitar 200 orang—akan memberikan pemahaman lebih besar tentang seberapa baik vaksin ini melatih sistem kekebalan tubuh. Temuan yang dirinci dalam Journal of Infection menyatakan bahwa dampaknya terhadap sistem kekebalan tubuh “sederhana”, tetapi tetap menimbulkan antusiasme.

Prof Saul Faust, yang melakukan sebagian uji coba di University of Southampton, mengatakan desain AI “jelas memiliki potensi” dan “sangat menarik”. Ia menambahkan bahwa yang benar-benar menarik adalah teknologi ini jauh lebih baik dalam merancang vaksin untuk potensi pandemi ketika virus berubah.

Penelitian Lanjutan dan Potensi Masa Depan

Tim peneliti Cambridge kini sudah melakukan penelitian pada hewan untuk vaksin flu musiman universal yang tidak perlu disesuaikan setiap tahun dan vaksin flu burung H5N1, jika virus tersebut berubah menjadi pandemi pada manusia. Mereka juga meneliti vaksin untuk demam berdarah virus, yang mencakup spesies Ebola.

Prof Andy Pollard, direktur Oxford Vaccine Group, tidak terlibat dalam penelitian ini, tetapi mengatakan pendekatan menggunakan AI menghasilkan bukti yang meyakinkan dalam penelitian pada hewan. Ia menyebut data ini “menarik” dan mengatakan bahwa orang tidak akan memperkirakan bahwa mereka mampu menghasilkan respons kekebalan seperti ini.

Menurut Pollard, ujian sebenarnya adalah apa yang terjadi dalam uji coba pada manusia karena sistem kekebalan manusia berbeda dengan tikus laboratorium. Secara lebih luas, ia mengatakan kecerdasan buatan akan menjadi “pengubah permainan” dalam penelitian vaksin. Alat AI, menurutnya, berpotensi memprediksi bagaimana respons sistem kekebalan terhadap vaksin, sehingga pengembangan menjadi jauh lebih cepat dan akan “menyelamatkan nyawa”.

Tanggapan dari Ahli Lain

Prof Marian Knight, direktur ilmiah National Institute for Health and Care Research, mengatakan: “Keberhasilan luar biasa dari uji coba ‘super-antigen’ yang dirancang AI ini menandai lompatan penting dalam kemampuan kita untuk memberikan perlindungan terhadap virus yang luas dan tahan lama.”



Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?