Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 23 April 2026
Trending
  • 7 Ikan Unik dengan Bentuk Menyerupai Pisau
  • Shio Beruntung 20-26 April: Rezeki Melimpah di Hari Minggu!
  • Jejak Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Terkait Kasus Blowfish
  • Nus Kei Tewas Dibunuh, Cekcok dengan John Kei Soal Tanah
  • Eks Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri Latih Anak Kalibaru di Coaching Clinic PSA Project Hearts
  • Bank Jatim Perkenalkan JConnect Terbaru di Road to JConnect Zone
  • Desain Honda Vario 160 CBS 2026 Lebih Matang dengan Fitur Modern untuk Kebutuhan Harian yang Nyaman
  • Bacaan Liturgi Hari Ini, Senin 20 April 2026: Santo Teodorus Trichinas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Penyidikan Korupsi Ekspor CPO Terus Berjalan, Kejagung Lakukan Penggeledahan di Sumatra
Hukum

Penyidikan Korupsi Ekspor CPO Terus Berjalan, Kejagung Lakukan Penggeledahan di Sumatra

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kejagung Lakukan Penggeledahan di Perusahaan di Sumatra Terkait Kasus Korupsi CPO

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memperluas penyidikan kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, yaitu palm oil mill effluent (POME), yang terjadi pada tahun 2022 hingga 2024. Proses penyidikan ini dilakukan dengan melakukan penggeledahan terhadap beberapa perusahaan di wilayah Sumatra. Penggeledahan ini dilakukan setelah penyidik Jampidsus Kejagung menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Penetapan Tersangka dan Penggeledahan

Menurut Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, tim penyidik Kejagung telah melakukan penggeledahan di beberapa kantor milik PT-PT yang sebelumnya memiliki pimpinan yang ditetapkan sebagai tersangka. Penggeledahan ini dilakukan antara Pekanbaru dan Medan. Ia menyatakan bahwa perusahaan yang digeledah oleh tim penyidik ini merupakan perusahaan yang dipimpin oleh delapan orang dari kalangan swasta yang sebelumnya ditetapkan tersangka.

Namun, Anang mengakui bahwa belum bisa memberikan informasi lengkap mengenai hasil penggeledahan tersebut, termasuk barang bukti apa saja yang berhasil disita. Hal ini dikarenakan proses penggeledahan masih berlangsung dan ia meminta publik untuk bersabar menantikan hasil akhirnya.

Tersangka dari Instansi Pemerintah dan Swasta

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya adalah penyelenggara negara yang berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Mereka adalah:

  • R Fadjar Donny Tjahjadi selaku Direktur Teknis Kepabeanan dan Peraturan pada DJBC.
  • Lilla Harsyah Bakhtiar (LHB) selaku Kasubdit Industri Hasil Perkebunan Non Pangan dan Fungsional Analis Kebijakan dan Pembina Industri Ahli Madya pada Direktorat Industri Hasil Hutan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
  • Muhammad Zulfikar (MZ) selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kepabeanan Bea dan Cukai (KPBC) Pekanbaru.

Selain itu, Kejagung juga menetapkan tersangka dari kalangan swasta, seperti:

  • ES selaku Direktur PT. SMP, PT. SMA dan PT. SMS.
  • ERW selaku Direktur PT. BMM.
  • FLX selaku Direktur Utama PT. AP dan Head Commerce PT. AP.
  • RND selaku Direktur PT. TAJ.
  • TNY selaku Direktur PT TEO.
  • VNR selaku Direktur PT SIP.
  • RBN selaku Direktur PT CKK.
  • YSR selaku Dirut PT. MAS dan Komisaris PT. SBP.

Modus Korupsi yang Dilakukan

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa modus korupsi yang dilakukan oleh para tersangka adalah rekayasa klasifikasi komoditas minyak sawit yang akan diekspor. Dalam hal ini, CPO berkadar asam tinggi sengaja diklaim sebagai POME atau PAO dengan menggunakan HS Code yang berbeda. HS Code ini diperuntukkan bagi residu atau limbah, limbah padat dari CPO.

Tujuan dari modus ini adalah untuk menghindari pengendalian ekspor CPO yang telah ditentukan oleh pemerintah. Pemerintah sejatinya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan dan pengendalian ekspor CPO untuk menjaga ketersediaan minyak goreng dalam negeri serta menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.

Selain itu, para tersangka juga sengaja menghindari Domestic Market Obligation (DMO) serta mengurangi kewajiban pembayaran Bea keluar dan pungutan sawit yang seharusnya dipenuhi kepada negara. Hal ini menyebabkan pemungutannya menjadi jauh lebih rendah. Selain itu, ada indikasi adanya kickback atau pemberian imbalan kepada oknum pejabat negara untuk meloloskan proses administrasi dan pengawasan ekspor tersebut.

Dampak Korupsi Terhadap Negara

Perbuatan penyimpangan yang dilakukan para tersangka menimbulkan dampak yang luas dan sistematis terhadap keuangan negara serta tata kelola komoditas strategis CPO. Dampak yang tercatat antara lain adalah kehilangan penerimaan negara, tidak efektifnya kebijakan pengendalian CPO, serta gangguan terhadap tata kelola komoditas strategis nasional.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 603 juncto Pasal 20 Huruf A atau C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dan Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Nus Kei Tewas Dibunuh, Cekcok dengan John Kei Soal Tanah

23 April 2026

Polemik Roblox-YouTube Tidak Patuh pada PP Tunas

23 April 2026

Postingan Hendrikus Rahayaan, Atlet MMA, Jadi Sorotan Sebelum Dugaan Keterlibatan dalam Penikaman Nus Kei

22 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 Ikan Unik dengan Bentuk Menyerupai Pisau

23 April 2026

Shio Beruntung 20-26 April: Rezeki Melimpah di Hari Minggu!

23 April 2026

Jejak Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Terkait Kasus Blowfish

23 April 2026

Nus Kei Tewas Dibunuh, Cekcok dengan John Kei Soal Tanah

23 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?