Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 6 Mei 2026
Trending
  • 5 Hal Penting Sebelum Berkunjung ke Bangkok
  • Geliat Peternak Sapi Jumbo di Blora Menjelang Iduladha
  • Betrand Peto Akui Tinggalkan Pacar untuk Studi di Belanda
  • Ulasan The Devil Wears Prada 2: Perubahan Dunia Mode
  • Prediksi skor Persib vs PSIM: Bisa jauhi tekanan Borneo FC?
  • Pupuk Langka di Tengah Krisis, Prabowo Turunkan Harga 20 Persen untuk Petani
  • Kronologi Pembunuhan Mertua di Riau, Tangan Dicium Sebelum Dipukul Kayu
  • Pemecah Masalah Fundamental Grup Bakrie, Ini Rekomendasi Sahamnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Komnas HAM Desak Hentikan Pendekatan Kekerasan Pascakonflik KKB dan Aparat
Politik

Komnas HAM Desak Hentikan Pendekatan Kekerasan Pascakonflik KKB dan Aparat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Mei 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Komnas HAM Desak Hentikan Pendekatan Kekerasan Pascakonflik KKB dan Aparat
Evakuasi korban pembantaian KKB di Yahukimo(.ANTARA FOTO/Humas Satgas Damai Cartenz/gst/YU)

KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)  menghimbau kepada semua pihak untuk tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam menangani konflik bersenjata dan kekerasan di tanah Papua. Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah menyayangkan insiden yang terjadi pada Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey bersama rombongan yang sempat terjebak dalam kepungan tembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB), saat melakukan pencarian terhadap Iptu Tomi Marbun di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat.

 

“Kami tentu menyayangkan peristiwa itu terjadi dan Kemarin kami langsung melakukan koordinasi dengan Pak Frits. Beliau sudah dievakuasi di tempat yang aman kemudian dan akan melanjutkan evakuasi dan perjalanan kembali ke Jayapura,” kata Anis kepada Media Indonesia pada Senin (28/4). 

Anis menekankan agar semua pihak mencegah diri untuk menggunakan senjata api dalam menghadapi konflik tersebut agar tidak menimbulkan dampak besar terhadap warga sipil, termasuk korban jiwa, luka-luka, dan pengungsi internal.

“Jadi tentu Komnas HAM mendorong semua pihak untuk tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam situasi apapun untuk merespons situasi hak asasi yang terjadi di Papua.

Baca juga : Buntut Kasus Wamena, Komnas HAM Dorong Dialog Antarwarga di Papua

Selain itu, Komnas HAM mendorong aparat penegak hukum agar menggunakan pendekatan yang lebih efektif untuk menindaklanjuti berbagai kasus-kasus di Papua, 

“Dan tentu saja dalam banyak peristiwa, kami selalu mendorong agar aparat penegakan hukum juga bisa bekerja lebih efektif dalam menindaklanjuti kasus-kasus yang terjadi di Papua,” katanya. 

Komnas HAM mencatat terdapat 113 peristiwa terkait hak asasi manusia terjadi di Papua sepanjang tahun 2024, di mana 85 kasus di antaranya berdimensi konflik bersenjata dan kekerasan. 

Baca juga : Legislator: Kejahatan KKB di Papua tidak Boleh Dibiarkan Terus Terjadi

Dikatakan bahwa dari 61 korban jiwa yang tercatat, 32 di antaranya adalah warga sipil, termasuk dua anak-anak dan satu warga negara asing. Konflik ini memicu pengungsi internal yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Menurut data Komnas HAM, wilayah dengan tingkat kekerasan tertinggi adalah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Puncak Jaya (13 kasus) dan Paniai (12 kasus). Semenatra itu, Papua Tengah menjadi wilayah paling rentan dengan jumlah konflik bersenjata yang cukup ekstrim dibandingkan wilayah lain. 

Komnas HAM juga menyoroti adanya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan di beberapa wilayah seperti Papua Selatan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke yang mendapat penolakan dari masyarakat adat menjadi salah satu pemicu konflik terus berlanjut. 

“Proyek-proyek ini sering kali direncanakan tanpa melibatkan masyarakat lokal secara langsung, sehingga berpotensi melanggar hak atas tanah masyarakat adat,” imbuhnya. 

Anis berharap semua pihakdapat menghentikan kontak senjata yang terus menyebabkan korban jiwa. Komnas HAM mendorong pemerintah pusat hingga daerah untuk segera memulihkan fasilitas publik yang rusak akibat konflik, serta memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. (H-4)

Aparat dan Desak HAM Hentikan Kekerasan KKB Komnas Pascakonflik Pendekatan
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pupuk Langka di Tengah Krisis, Prabowo Turunkan Harga 20 Persen untuk Petani

5 Mei 2026

Menteri Natalius Pigai Usulkan Tim Asesor Aktivis HAM, Apa Kontroversinya?

5 Mei 2026

Daftar Bansos Cair Mei 2026: PKH, BPNT, PIP, Cek Jadwal & Nominal

5 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Hal Penting Sebelum Berkunjung ke Bangkok

6 Mei 2026

Geliat Peternak Sapi Jumbo di Blora Menjelang Iduladha

6 Mei 2026

Betrand Peto Akui Tinggalkan Pacar untuk Studi di Belanda

5 Mei 2026

Ulasan The Devil Wears Prada 2: Perubahan Dunia Mode

5 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?