Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Xabi Alonso Siapkan Strategi untuk Tahan Lamine Yamal, Paksa Pemain Sayap Bermain Lebih Keras
Olahraga

Xabi Alonso Siapkan Strategi untuk Tahan Lamine Yamal, Paksa Pemain Sayap Bermain Lebih Keras

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pemain muda yang menjadi sorotan dalam pertandingan besar antara FC Barcelona dan Real Madrid adalah Lamine Yamal. Sebagai pemain internasional Spanyol, ia dikenal dengan kecepatannya, teknik yang baik, serta keberaniannya dalam duel satu lawan satu. Hal ini membuatnya menjadi ancaman utama bagi tim lawan, termasuk Real Madrid menjelang final Piala Super Spanyol.

Xabi Alonso, pelatih Real Madrid, sepenuhnya menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh Yamal. Ia memberikan instruksi yang jelas kepada para pemainnya agar tidak lengah sedikit pun. Tujuan dari instruksi ini adalah untuk memastikan bahwa Yamal bekerja keras secara fisik sejak awal pertandingan, sehingga energinya terkuras dan tidak bisa memberikan dampak maksimal dalam serangan.

Salah satu strategi yang diterapkan Alonso melibatkan pergerakan aktif Álvaro Carreras di sisi kiri lapangan. Ide utamanya adalah memaksa Lamine Yamal untuk lebih sering turun membantu pertahanan. Dengan beban defensif yang lebih berat, diharapkan sang winger tidak memiliki kondisi fisik ideal untuk berkontribusi dalam serangan.

Alonso percaya bahwa pendekatan ini adalah kunci untuk menetralisir pengaruh Yamal. Namun, ia juga mengakui kualitas yang dimiliki oleh pemain muda tersebut ketika menguasai bola. Oleh karena itu, para bek Real Madrid telah diinstruksikan untuk menutup kaki kirinya serta memutus jalur umpan terobosan yang berpotensi mematikan.

Strategi serupa sebelumnya sudah pernah diterapkan dan terbukti efektif. Dalam El Clásico di ajang liga, rencana Alonso berjalan nyaris sempurna dan Lamine Yamal tidak mampu berbuat banyak. Targetnya kali ini adalah mengulang skenario yang sama di final Piala Super.

Manajer asal Tolosa ini menyadari bahwa jika Real Madrid mampu menghentikan Yamal, peluang mereka untuk memenangkan pertandingan akan terbuka lebar. Skuad Los Blancos dikabarkan memahami pentingnya misi ini dan siap menjalankan instruksi dengan disiplin tinggi.

Menariknya, kali ini Lamine Yamal datang ke laga besar tanpa banyak sorotan di luar lapangan. Berbeda dengan pertemuan pada Oktober lalu, sang pemain memilih untuk tetap diam dan tidak melontarkan pernyataan kontroversial apa pun jelang El Clásico. Sikap ini dianggap sebagai tanda kedewasaan, seolah ia telah belajar dari pengalaman sebelumnya.

Publik tentu masih mengingat ucapannya menjelang laga 26 Oktober lalu. “Terakhir kali saya pergi ke Bernabéu, berapa skornya? 0-4. Tidak, saya tidak mengatakan itu akan terjadi, tetapi itu bisa terjadi,” katanya kala itu dalam sebuah program Kings League.

Di sisi lain, harus diakui bahwa Lamine Yamal juga belum menjalani musim terbaiknya. Ekspektasi yang terlalu tinggi membuat setiap penampilannya selalu disorot. Statistiknya sejauh ini belum terlalu mengesankan, bahkan ada kesan performanya justru stagnan.

Meski begitu, Xabi Alonso tetap menaruh rasa hormat besar. Ia berharap sistem pertahanannya akan berhasil dan para pemain mampu mengeksekusi rencana dengan sempurna untuk menghentikan salah satu talenta terbaik dunia saat ini.

Dalam hitungan jam, duel taktik dan intensitas itu akan terjawab di lapangan. Lamine Yamal memang masih menjadi ancaman besar, tetapi kali ini, Real Madrid sudah menyiapkan skenario khusus untuk meredamnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?