Peningkatan Kunjungan Wisatawan Asing ke Jawa Barat Melalui Kereta Cepat WHOOSH
Kereta Cepat WHOOSH menjadi salah satu moda transportasi yang paling diminati oleh wisatawan asing yang berkunjung ke Jawa Barat. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan asing melalui kereta cepat ini meningkat secara signifikan pada April 2026.
Data Kunjungan Wisatawan Asing
Selama bulan April 2026, jumlah warga negara asing (WNA) yang menggunakan Kereta Cepat WHOOSH mencapai 13.763 kunjungan, naik sebesar 89,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa WHOOSH telah menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan asing yang ingin mengunjungi Jawa Barat.
Secara kumulatif dari Januari hingga April 2026, total kunjungan WNA melalui WHOOSH mencapai 52.351 orang. Hal ini menjadi indikasi positif terhadap pertumbuhan pariwisata di wilayah tersebut.
Lokasi Turun Wisatawan Asing
Mayoritas wisatawan asing yang menggunakan WHOOSH turun di Stasiun Padalarang dengan porsi sebesar 85,40 persen. Sementara itu, 13,28 persen lainnya turun di Stasiun Tegalluar. Sebaliknya, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk langsung melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, pada April 2026 tercatat sebanyak 217 kunjungan atau turun 20,80 persen dibandingkan Maret 2026.
Wisman yang datang melalui Kertajati didominasi oleh warga negara Singapura sebesar 51,61 persen, disusul oleh WNI yang tinggal di luar negeri (overseas) sebesar 26,73 persen dan warga negara Malaysia sebesar 11,52 persen.
Pergerakan Wisatawan Nusantara
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada April 2026 mencapai 17,40 juta perjalanan. Jumlah ini turun 22,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya karena puncak arus mudik Lebaran telah terjadi pada Maret 2026.
Namun, secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisnus di Jawa Barat mencapai 73,93 juta perjalanan. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2021. Kawasan Bodebek dan Bandung Raya masih menjadi tujuan utama dengan menyerap 51,49 persen dari total perjalanan wisnus di Jawa Barat.
Dampak pada Sektor Perhotelan
Meningkatnya mobilitas wisatawan juga berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada April 2026 naik menjadi 46,25 persen atau meningkat 6,40 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Kabupaten Karawang mencatat TPK hotel bintang tertinggi sebesar 66,07 persen, disusul Kabupaten Purwakarta sebesar 63,18 persen. Hal ini menunjukkan peningkatan permintaan akomodasi di wilayah tersebut.
Perkembangan Transportasi Udara
Sementara itu, dalam sektor transportasi udara, terjadi kontras antara angkutan udara domestik dan internasional. Jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Jawa Barat turun 75,35 persen secara bulanan menjadi 335 orang. Penurunan ini dipengaruhi penghentian sementara penerbangan komersial domestik dari Bandara Husein Sastranegara menuju Yogyakarta dan Semarang sejak akhir Maret 2026.
Sebaliknya, angkutan udara internasional mengalami lonjakan sangat tinggi pada April 2026. Kenaikan luar biasa pada angkutan udara internasional ini dipicu oleh dimulainya keberangkatan Jemaah Haji asal Jawa Barat melalui Bandara Internasional Kertajati sejak tanggal 22 April 2026.
Peningkatan Angkutan Kargo Internasional
Mulainya penerbangan haji dari Kertajati juga berdampak pada peningkatan angkutan kargo internasional yang melonjak 1.544,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Perkembangan Transportasi Rel
Adapun untuk moda transportasi berbasis rel, jumlah penumpang kereta api konvensional pada April 2026 tercatat sebanyak 2,23 juta orang atau turun 13,26 persen secara bulanan setelah periode Lebaran. Sementara itu, jumlah penumpang WHOOSH mencapai 244 ribu orang dan masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,64 persen dibandingkan Maret 2026.



