Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 30 April 2026
Trending
  • Ini Bukan Derbi, Tapi Pesta! Pesan Haru Bonek Nyalakan Semangat Persebaya Jelang Lawan Arema FC
  • Setelah kecelakaan, atlet tinju emas Asian Games pulang dari rumah sakit, ini ujar Pino Bahari
  • 11 pengalaman istimewa yang membentuk cara pandang orang kaya
  • Jadwal Kapal Kupang-Waingapu Mei 2026, Termasuk Harga Tiket KM Wilis
  • Hasil Uber Cup 2026: Indonesia Kalahkan Kanada dengan Selisih Tipis, Di Bawah Taiwan
  • Daerah Berprestasi Dapat Insentif, Mendagri Tito Siapkan Rp1 Triliun
  • Bayi diikat di daycare Yogyakarta, polisi usahakan segera ungkap kasus
  • Gaji Tim Cook Sebagai CEO Apple, Bonusnya Tembus Triliunan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Waspadai Kondisi Emosional setelah Pulang Haji, Apa Sih Post-Hajj Blues
Nasional

Waspadai Kondisi Emosional setelah Pulang Haji, Apa Sih Post-Hajj Blues

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Waspadai Kondisi Emosional setelah Pulang Haji, Apa Sih Post-Hajj Blues?
ilustrasi(Antara Foto)

POST-Hajj Blues merupakan kondisi emosional yang dialami sebagian jemaah setelah kembali dari ibadah haji. Fenomena ini mirip dengan post-travel depression, namun memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam karena berkaitan dengan pengalaman religius yang sangat intens.

Gejalanya meliputi perasaan hampa, sedih, kehilangan semangat, hingga kecemasan ringan. 

Perkataan ‘semoga engkau kembali dari haji dalam keadaan suci seperti bayi yang baru lahir’ menjadi ucapan sering terdengar saat menyambut jemaah pulang dari Tanah Suci. 

Baca juga : Ini yang Dimaksud dengan Fenomena Post Hajj Syndrome

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menyebut bagi sebagian jemaah, justru setelah kembali itulah ujian sejati dimulai. Mereka merasa kehilangan kedekatan spiritual yang begitu kuat saat berada di Makkah dan Madinah.

“Post-Hajj Blues muncul ketika ekspektasi tinggi tidak sejalan dengan realitas emosional dan spiritual yang dialami,” kata Imran, Senin (23/6).

Kaitan Post-Hajj Blues dengan kondisi psikologis jemaah sangat erat, karena fenomena ini merupakan bentuk transisi emosional dan spiritual yang dialami setelah menjalani pengalaman ibadah yang sangat mendalam. 

Baca juga : BP Haji Bertemu Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Bahas Persiapan Haji 2025-2026

Psikolog dari IPB University Nur Islamiah menjelaskan bahwa sindrom ini mencerminkan respons wajar terhadap perubahan besar dalam kehidupan batin seseorang.  Secara psikologis, kata dia, Post-Hajj Blues berkaitan dengan 3 hal. Pertama, post-event let down yakni setelah mengalami puncak spiritual di Tanah Suci, jemaah bisa merasa kehilangan arah atau makna ketika kembali ke rutinitas harian. Kedua, kesenjangan antara ekspektasi dan realitas gelar Pak Haji atau Bu Hajjah sering membawa tekanan sosial untuk tampil sempurna secara religius, yang bisa memperberat beban emosional.

Ketiga, sambung dia, yakni kerinduan spiritual karena banyak jemaah merasa rindu suasana sakral, lantunan doa, dan ketenangan jiwa yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Serta gejala psikologis ringan seperti kecemasan, kesedihan berkepanjangan, sulit tidur, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

“Meskipun tidak tergolong gangguan kejiwaan, kondisi ini perlu mendapat perhatian karena bisa memengaruhi kualitas hidup dan spiritualitas jemaah setelah haji. Pendekatan psikososial yang empatik dan berbasis komunitas sangat penting untuk membantu mereka melewati fase ini dengan sehat dan bermakna,”

Meski belum banyak data kuantitatif di Indonesia, studi di beberapa negara menunjukkan bahwa sekitar 20–30% jemaah mengalami gejala Post-Hajj Blues ringan hingga sedang. 

“Di Indonesia, fenomena ini sering tidak teridentifikasi karena dianggap sebagai hal biasa atau bagian dari kerinduan spiritual,” pungkasnya. (H-4)

Apa Blues Emosional Haji Kondisi PostHajj Pulang setelah Sih Waspadai
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Daerah Berprestasi Dapat Insentif, Mendagri Tito Siapkan Rp1 Triliun

30 April 2026

Gaji Tim Cook Sebagai CEO Apple, Bonusnya Tembus Triliunan

30 April 2026

Jadwal Kapal Kupang-Waingapu Mei 2026, Termasuk Harga Tiket KM Wilis

30 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ini Bukan Derbi, Tapi Pesta! Pesan Haru Bonek Nyalakan Semangat Persebaya Jelang Lawan Arema FC

30 April 2026

Setelah kecelakaan, atlet tinju emas Asian Games pulang dari rumah sakit, ini ujar Pino Bahari

30 April 2026

11 pengalaman istimewa yang membentuk cara pandang orang kaya

30 April 2026

Jadwal Kapal Kupang-Waingapu Mei 2026, Termasuk Harga Tiket KM Wilis

30 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?