Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 12 Juli 2026
Trending
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
  • Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen
  • Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban
Nasional

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkangan Berita

Pada 7 Juli 2026, sebuah kapal tanker di Selat Hormuz diserang oleh pesawat tanpa awak (UAV) tak dikenal. Serangan ini dilaporkan oleh Badan Keamanan Maritim Inggris melalui Pusat Operasi Perdagangan Maritim (UKMTO). Kapal yang diserang mengalami kerusakan struktural ringan, namun tidak ada korban jiwa atau dampak lingkungan yang dilaporkan.

Kapal LNG milik Qatar, Al-Rekayyat, juga menjadi korban serangan sebelumnya. Serangan terhadap kapal tersebut menyebabkan kebakaran di sisi kiri kapal dekat ruang mesin. Meskipun kapal sempat berisiko meledak, seluruh awak berhasil selamat setelah mengirimkan sinyal bahaya. Tidak ada korban luka dalam ketiga insiden tersebut.

Lokasi serangan berada sekitar 8 mil laut timur Limah, Oman, atau dekat perairan yang pernah diusulkan sebagai jalur alternatif. Insiden ini menambah deretan serangan besar sejak gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran ditandatangani.

Respons Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan tegas saat mengunjungi pangkalan angkatan laut di Haifa. Ia menegaskan bahwa tujuan Angkatan Laut Israel adalah memastikan rute pelayaran dan kebebasan perdagangan maritim, yang sangat penting bagi Negara Israel.

Netanyahu tidak menyebutkan langkah militer langsung Israel di Selat Hormuz, tetapi pernyataannya menegaskan komitmen Israel untuk melindungi kepentingan maritimnya di tengah ketegangan regional. Israel sebelumnya sering mengkritik kesepakatan AS-Iran karena dianggap kurang memberikan konsesi konkret dari Teheran terkait program nuklirnya.

Qatar Tuntut Pertanggungjawaban Iran

Qatar, yang berperan sebagai mediator dalam berbagai isu regional, mengecam keras serangan terhadap kapalnya. Kecaman ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari.

“Penargetan kapal Qatar ‘Al-Rekayyat’ saat melintas di dekat Selat Hormuz merupakan serangan yang tidak dapat diterima terhadap keamanan dan keselamatan navigasi maritim internasional,” tegas Al Ansari.

“Kami menganggap Iran sepenuhnya bertanggung jawab secara hukum atas serangan ini dan atas segala kerusakan atau dampak yang diakibatkannya,” sambungnya. Qatar bahkan memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan nota protes resmi terkait serangan yang juga menyasar kapal Al-Rekayyat milik negara tersebut.

Latar Belakang: Blokade Terbaru

Sejak awal konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel meluas, Iran sempat memberlakukan blokade de facto di Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga energi global. Situasi sempat mereda setelah gencatan senjata dan penandatanganan Islamabad Memorandum of Understanding (MoU) antara AS dan Iran sekitar bulan Juni 2026.

MoU tersebut mencakup komitmen Iran untuk membuka Selat Hormuz bagi kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari, penghentian serangan militer, dan pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir serta sanksi. Namun demikian, isi MoU tersebut hingga kini masih menuai perdebatan karena Iran sempat mengusulkan biaya “layanan” bagi kapal transit, yang ditentang pihak lain.

Oman juga pernah mengusulkan jalur alternatif di sepanjang pantainya, tetapi inisiatif itu menghadapi penolakan dari Iran. Serangan terbaru ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap semangat MoU tersebut.

Akibat Serangan

Akibat serangan ini, AS pun dilaporkan melancarkan serangan balik dan mencabut izin penjualan minyak Iran. Harga minyak dunia pun naik lebih dari 3 persen pasca-insiden terbaru di Selat Hormuz tersebut.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026

Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?