Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan
  • Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang
  • Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris
  • Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal
  • Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian
  • Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe
  • Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League
  • Pekan Ini: MU Kalahkan Arsenal, Chelsea Menang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Waspadai Kondisi Emosional setelah Pulang Haji, Apa Sih Post-Hajj Blues
Nasional

Waspadai Kondisi Emosional setelah Pulang Haji, Apa Sih Post-Hajj Blues

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Waspadai Kondisi Emosional setelah Pulang Haji, Apa Sih Post-Hajj Blues?
ilustrasi(Antara Foto)

POST-Hajj Blues merupakan kondisi emosional yang dialami sebagian jemaah setelah kembali dari ibadah haji. Fenomena ini mirip dengan post-travel depression, namun memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam karena berkaitan dengan pengalaman religius yang sangat intens.

Gejalanya meliputi perasaan hampa, sedih, kehilangan semangat, hingga kecemasan ringan. 

Perkataan ‘semoga engkau kembali dari haji dalam keadaan suci seperti bayi yang baru lahir’ menjadi ucapan sering terdengar saat menyambut jemaah pulang dari Tanah Suci. 

Baca juga : Ini yang Dimaksud dengan Fenomena Post Hajj Syndrome

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menyebut bagi sebagian jemaah, justru setelah kembali itulah ujian sejati dimulai. Mereka merasa kehilangan kedekatan spiritual yang begitu kuat saat berada di Makkah dan Madinah.

“Post-Hajj Blues muncul ketika ekspektasi tinggi tidak sejalan dengan realitas emosional dan spiritual yang dialami,” kata Imran, Senin (23/6).

Kaitan Post-Hajj Blues dengan kondisi psikologis jemaah sangat erat, karena fenomena ini merupakan bentuk transisi emosional dan spiritual yang dialami setelah menjalani pengalaman ibadah yang sangat mendalam. 

Baca juga : BP Haji Bertemu Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Bahas Persiapan Haji 2025-2026

Psikolog dari IPB University Nur Islamiah menjelaskan bahwa sindrom ini mencerminkan respons wajar terhadap perubahan besar dalam kehidupan batin seseorang.  Secara psikologis, kata dia, Post-Hajj Blues berkaitan dengan 3 hal. Pertama, post-event let down yakni setelah mengalami puncak spiritual di Tanah Suci, jemaah bisa merasa kehilangan arah atau makna ketika kembali ke rutinitas harian. Kedua, kesenjangan antara ekspektasi dan realitas gelar Pak Haji atau Bu Hajjah sering membawa tekanan sosial untuk tampil sempurna secara religius, yang bisa memperberat beban emosional.

Ketiga, sambung dia, yakni kerinduan spiritual karena banyak jemaah merasa rindu suasana sakral, lantunan doa, dan ketenangan jiwa yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Serta gejala psikologis ringan seperti kecemasan, kesedihan berkepanjangan, sulit tidur, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

“Meskipun tidak tergolong gangguan kejiwaan, kondisi ini perlu mendapat perhatian karena bisa memengaruhi kualitas hidup dan spiritualitas jemaah setelah haji. Pendekatan psikososial yang empatik dan berbasis komunitas sangat penting untuk membantu mereka melewati fase ini dengan sehat dan bermakna,”

Meski belum banyak data kuantitatif di Indonesia, studi di beberapa negara menunjukkan bahwa sekitar 20–30% jemaah mengalami gejala Post-Hajj Blues ringan hingga sedang. 

“Di Indonesia, fenomena ini sering tidak teridentifikasi karena dianggap sebagai hal biasa atau bagian dari kerinduan spiritual,” pungkasnya. (H-4)

Apa Blues Emosional Haji Kondisi PostHajj Pulang setelah Sih Waspadai
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan

29 Januari 2026

Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian

29 Januari 2026

Pembaruan kasus kematian Lula Lahfa: Polisi periksa Reza Arap pada Senin 26 Januari 2026

29 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan

29 Januari 2026

Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang

29 Januari 2026

Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris

29 Januari 2026

Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?