Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • 7 cara mengatasi konflik pekerjaan rumah tangga dengan pasangan menurut psikologi
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Warga Singapura Diberi Sanksi Administratif Karena Pelanggaran Izin Tinggal
Nasional

Warga Singapura Diberi Sanksi Administratif Karena Pelanggaran Izin Tinggal

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 February 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penanganan Pelanggaran Izin Tinggal oleh Warga Negara Singapura

Seorang warga negara Singapura dengan inisial TCL telah diberikan sanksi administrasi oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta. Sanksi ini diberikan setelah TCL menjalani pemeriksaan langsung terkait pelanggaran izin tinggal yang dilakukannya.

Kabid Pengawasan dan Penindakan Kanwil Imigrasi Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi DKJ. Proses penanganan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat,” ujarnya pada Senin (2/2).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa TCL terakhir kali masuk wilayah Indonesia pada 20 Januari 2026 menggunakan Bebas Visa Kunjungan. Selain itu, TCL juga pernah memiliki Izin Tinggal Terbatas yang berlaku hingga 30 Oktober 2025.

Namun, TCL tercatat melakukan kegiatan bekerja di PT Roda Ekakarya serta terdaftar sebagai tenaga kerja di PT Bridgestone Tire Indonesia meskipun hanya memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS). Atas dasar tersebut, TCL dinyatakan melakukan pelanggaran.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan klarifikasi, kami memberikan surat peringatan,” jelas Gusti.

Imigrasi menuntut agar penjamin TCL melaporkan perubahan status keimigrasian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. “Penjamin wajib melaporkan perubahan status keimigrasian,” tambahnya.

Tantangan dalam Penegakan Hukum Keimigrasian

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti-korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai pentingnya ketegasan dalam menangani perkara keimigrasian. Dengan begitu, hukum dapat diterapkan secara adil dan menjaga kedaulatan bangsa.

“Mestinya diberi sanksi. Sanksi tertinggi adalah dikenakan pidana, artinya dihukum penjara, dibawa ke pengadilan,” ujar Boyamin.

Sanksi lain yang bisa diberikan antara lain deportasi dan daftar hitam. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada pelaku. “Kalau hanya disuruh pulang itu kita berarti terlalu lembek dan sangat disayangkan,” tandasnya.

Pernyataan Perusahaan Terkait

Bridgestone Indonesia telah memberikan pernyataan terkait kasus TCL. Perusahaan menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

”Bridgestone Indonesia menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan oleh otoritas berwenang,” ungkap perusahaan dalam keterangan resminya.

Dalam keterangan yang sama, perwakilan Bridgestone Indonesia mengungkapkan bahwa TCL tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan perusahaan tersebut. Yang bersangkutan adalah direktur representatif dari salah satu pemegang saham perusahaan.

”Individu yang disebutkan merupakan direktur representatif dari salah satu pemegang saham, bukan sebagai karyawan, maupun konsultan di Bridgestone Indonesia,” bunyi keterangan itu.

Bridgestone Indonesia memastikan dan menegaskan bahwa pihak perusahaan berkomitmen untuk tetap patuh pada aturan maupun regulasi yang berlaku di Indonesia. Perusahaan tersebut menjamin bahwa setiap kegiatan usaha dilaksanakan dengan menjunjung tinggi setiap ketentuan.

Proses Penanganan Kasus TCL

Sebelumnya, Kabid Pengawas dan Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap TCL yang dilakukan oleh instansinya. Menurut dia, kasus TCL sudah berjalan sejak Juli 2025.

”Penanganan ini sudah berjalan sejak Juli 2025,” ungkap Gusti kepada wartawan pada Jumat (23/1).

Proses penyelidikan terakhir yakni pemanggilan TCL setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Pemeriksaan resmi digelar di kantor Imigrasi.

Gusti mengungkapkan, TCL diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, khususnya Pasal 122.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 cara mengatasi konflik pekerjaan rumah tangga dengan pasangan menurut psikologi

13 October 2026

6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi

13 October 2026

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 cara mengatasi konflik pekerjaan rumah tangga dengan pasangan menurut psikologi

13 October 2026

6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi

13 October 2026

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026

7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi

12 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?