Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Saturday, 17 October 2026
Trending
  • Opini: Dari kenangan menuju aksi – menghidupi pesan Paus Yohanes Paulus II di Flores
  • Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD
  • Baru mulai! Promo Alfamidi hemat satu pekan, Buavita cuma Rp8.400
  • Cara menggunakan WhatsApp Web di laptop, mulai dari login hingga mengatur profil
  • iPhone 18 Pro dan Pro Max dirilis, kamera ekstra canggih dan baterai lebih tahan lama
  • Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter
  • Injil Katolik misa hari ini Kamis 10 September 2026 dan Mazmur tanggapan
  • Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
Hukum

Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 April 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Masalah Sampah yang Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati

Di belakang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, terdapat tumpukan sampah yang mencapai ketinggian hingga enam meter. Keadaan ini terjadi setelah libur Lebaran Idulfitri 2026, dan menimbulkan keluhan dari para pedagang maupun pengunjung pasar. Tumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu aktivitas jual beli, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama karena aroma yang menyengat dan lingkungan yang tidak bersih.

Kondisi Tumpukan Sampah

Dari pantauan di lokasi, area tumpukan sampah terlihat sangat besar. Tinggi tumpukan mencapai empat hingga enam meter, sedangkan panjangnya sekitar 100 hingga 150 meter. Dalam sehari, sampah yang dihasilkan oleh pedagang Pasar Induk Kramat Jati bisa mencapai sekitar 150 ton. Namun, jumlah tersebut tidak seimbang dengan kapasitas pengangkutan sampah yang tersedia.

Deni, salah satu pengunjung pasar, merasa terganggu dengan kondisi ini. Ia mengatakan bahwa sampah sudah mengisi separuh jalan di sekitar pasar, sehingga memicu kemacetan. Selain itu, bau tidak sedap dari sampah juga mengganggu pengunjung maupun para pekerja, terutama saat mereka sedang makan di warung-warung dekat area tumpukan.

Tanggapan Pedagang

Siti, seorang pedagang warung makan di pasar tersebut, menjelaskan bahwa setiap pagi ada truk yang mengangkut sampah. Namun, masalah ini tidak pernah terselesaikan karena jumlah sampah yang dihasilkan lebih besar dari kapasitas pengangkutan. “Kalau hujan ya bau, tapi saya sudah terbiasa sih,” ujarnya singkat.

Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan bahwa pengelolaan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati menjadi tanggung jawab pengelola pasar. Hal ini ditegaskan oleh Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, dalam penjelasannya.

Menurut Yogi, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah menegaskan bahwa pelaku usaha wajib mengelola sampah secara mandiri. Aturan ini diperkuat melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021, yang menyatakan bahwa setiap kawasan usaha harus mengelola sampahnya sendiri.

Selain itu, Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja juga mewajibkan setiap pelaku usaha untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pemerintah memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi administratif atau pidana kepada pelaku usaha yang tidak memenuhi kewajiban tersebut.

Pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Pasar Induk Kramat Jati saat ini berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait pengelolaan sampah. Yogi menjelaskan bahwa pengelola pasar dalam pengawasan PPLH/PPNS Deputi Gakkum KLH atas ketidaktaatan mereka dalam mengelola kewajiban yang dibebankan UU kepada pelaku usaha atau pengelola kawasan.

Meskipun demikian, DLH DKI Jakarta tetap memberikan bantuan pengangkutan sampah dari kawasan pasar tersebut.

Situasi Terkini

Sebelumnya, tumpukan sampah kembali menggunung di Pasar Induk Kramat Jati pada Minggu (29/3/2026). Gunungan sampah serupa juga terjadi pada Januari 2026, ketika tinggi sampah mencapai enam meter akibat kekurangan armada pengangkut. Pada Minggu pagi, sampah masih terlihat menumpuk tinggi dan belum ada aktivitas pengangkutan.

Ketinggian sampah saat ini diperkirakan mencapai sekitar enam meter. Tumpukan tersebut bahkan melampaui lampu penerangan jalan dan tinggi truk yang melintas. Bau busuk dari sampah buah hingga sayuran tercium menyengat, mengganggu kenyamanan pedagang di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Di lokasi gunungan sampah, terlihat papan peringatan yang dipasang oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Isi papan tersebut menyatakan bahwa area ini dalam pengawasan pejabat pengawas lingkungan hidup.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026

Profil Kombes Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo yang dimutasi ke SSDM Polri, ini prestasinya

16 October 2026

Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Opini: Dari kenangan menuju aksi – menghidupi pesan Paus Yohanes Paulus II di Flores

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026

Baru mulai! Promo Alfamidi hemat satu pekan, Buavita cuma Rp8.400

17 October 2026

Cara menggunakan WhatsApp Web di laptop, mulai dari login hingga mengatur profil

17 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?