Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 28 April 2026
Trending
  • Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 26 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Hingga Mei 2026: Jayapura-Jakarta via Sorong-Ambon
  • Reaksi Gasperini Jadi Sorotan Setelah Raniero dan Massara Tinggalkan AS Roma, Ini Pemain yang Dibidik Gialorossi
  • Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran
  • Fakta Mengejutkan: 53 Anak Di Daycare Yogyakarta Jadi Korban Kekerasan
  • Ramalan Keuangan Zodiak 28 April 2026: Scorpio, Capricorn, dan Pisces
  • iPhone 15 vs Xiaomi 14: Perbandingan yang Tak Biasa
  • Toyota Avanza 2026 Lebih Canggih, Harga Mulai Rp243 Jutaan, Tetap Pilihan Keluarga
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran
Politik

Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden AS Tunda Rencana Pengiriman Delegasi ke Pakistan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memutuskan untuk membatalkan rencana pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Islamabad, Pakistan. Keputusan ini diambil setelah persiapan utusan khusus hampir rampung. Sebelumnya, pemerintahan Trump berencana mengirim dua tokoh penting, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk menjalankan misi diplomatik.

Keduanya dijadwalkan terbang ke Pakistan guna membuka jalur komunikasi tidak langsung dengan Iran melalui pemerintah Islamabad. Namun, rencana tersebut urung dilaksanakan setelah Trump menilai upaya tersebut tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Ia bahkan secara tegas menyampaikan alasan pembatalan tersebut dalam pernyataannya.

“Saya katakan kepada tim saya saat mereka sedang bersiap-siap berangkat, ‘Tidak, jangan pergi’. Tidak perlu terbang 18 jam ke sana hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak ada gunanya,” tegas Trump, dikutip dari Fox News. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras Trump yang menganggap negosiasi tersebut tidak memiliki urgensi maupun peluang keberhasilan dalam waktu dekat.

Posisi AS Dinilai Lebih Kuat

Dalam pernyataannya, Trump juga menekankan bahwa posisi Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat dalam konteks negosiasi dengan Iran. Ia menilai tidak ada alasan bagi Washington untuk mengambil langkah proaktif jika pihak lawan belum menunjukkan itikad yang sama.

“Kami memegang semua kartu kendali. Mereka (Iran) bisa menelepon kami kapan saja mereka mau,” tambahnya. Ungkapan “memegang semua kartu kendali” dalam konteks diplomasi berarti AS merasa memiliki keunggulan strategis, baik dari sisi politik, militer, maupun ekonomi, sehingga tidak perlu terburu-buru dalam melakukan perundingan.

Dengan pendekatan ini, Trump memilih untuk menunggu langkah dari Iran dibandingkan harus mengirim utusan ke luar negeri untuk membuka dialog. Di sisi lain, Iran justru tengah aktif menjalankan diplomasi regional.

Diplomasi Regional Iran Aktif

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui telah berada di Pakistan sejak Jumat (24/4/2026) untuk melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Namun, dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak bersedia melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat. Sebagai gantinya, Iran memilih menggunakan pendekatan tidak langsung dengan menyampaikan poin-poin penting melalui negara ketiga.

Dalam hal ini, Pakistan berperan sebagai mediator atau perantara komunikasi antara kedua pihak. Araghchi menyebut bahwa tujuan utama kunjungannya adalah untuk menyampaikan “pertimbangan” atau poin-poin krusial terkait konflik yang sedang berlangsung, dengan harapan dapat meredakan ketegangan yang ada.

Delegasi Iran Sampaikan Tuntutan Resmi

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Iran dilaporkan telah menyerahkan daftar tuntutan resmi kepada pemerintah Pakistan. Tuntutan ini berkaitan dengan upaya mengakhiri konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. “Delegasi tersebut menyampaikan daftar tuntutan resmi mereka untuk mengakhiri perang AS-Israel kepada para pemimpin Pakistan sebelum berangkat,” lapor Osama Bin Javiad dari Al Jazeera, Sabtu (25/4/2026).

Langkah ini menunjukkan bahwa Iran tetap aktif dalam mencari solusi diplomatik, meskipun menolak berunding langsung dengan AS.

Safari Diplomatik Berlanjut ke Oman dan Rusia

Setelah menyelesaikan agenda di Pakistan, Araghchi melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Oman pada Sabtu (25/4/2026). Oman sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang kerap menjadi “jembatan diplomasi”. Istilah “jembatan diplomasi” merujuk pada peran suatu negara sebagai mediator netral yang membantu mempertemukan pihak-pihak yang berselisih, tanpa terlibat langsung dalam konflik.

Selain Oman, Iran juga berencana mengunjungi Rusia dalam rangka memperkuat koordinasi dengan negara-negara mitra strategis. “Tujuan kunjungan ini adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami mengenai masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional,” tulis Araghchi melalui akun X pribadinya, sebagaimana dikutip dari WANA News Agency. Ia juga menegaskan bahwa hubungan dengan negara-negara tetangga menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Iran saat ini.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Akui Pernikahan Siri dengan Insanul Fahmi, Inara Rusli Lupa Penghulu Tanpa Surat dan Saksi

28 April 2026

Kadisdik: Tingkatkan Literasi dan Daya Saing Global, Pengurus MGMP Bahasa Inggris Banda Aceh Dilantik

27 April 2026

Isu Kembali Heboh, Ini 3 Kriteria Menteri yang Akan Direshuffle

27 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 26 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

28 April 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Hingga Mei 2026: Jayapura-Jakarta via Sorong-Ambon

28 April 2026

Reaksi Gasperini Jadi Sorotan Setelah Raniero dan Massara Tinggalkan AS Roma, Ini Pemain yang Dibidik Gialorossi

28 April 2026

Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran

28 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?