Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 27 Agustus 2026
Trending
  • Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah
  • Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga
  • Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA
  • Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah
  • 7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!
  • Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Jumat, 21 Agustus 2026, Pesta Wajib St Pius X
  • Hasil D Academy 8 Top 31 Grup 5, Wakil Cirebon dan Garut Lolos
  • Jangan terkena panas, kunjungi 10 destinasi dingin di Indonesia ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran
Politik

Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden AS Tunda Rencana Pengiriman Delegasi ke Pakistan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memutuskan untuk membatalkan rencana pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Islamabad, Pakistan. Keputusan ini diambil setelah persiapan utusan khusus hampir rampung. Sebelumnya, pemerintahan Trump berencana mengirim dua tokoh penting, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk menjalankan misi diplomatik.

Keduanya dijadwalkan terbang ke Pakistan guna membuka jalur komunikasi tidak langsung dengan Iran melalui pemerintah Islamabad. Namun, rencana tersebut urung dilaksanakan setelah Trump menilai upaya tersebut tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Ia bahkan secara tegas menyampaikan alasan pembatalan tersebut dalam pernyataannya.

“Saya katakan kepada tim saya saat mereka sedang bersiap-siap berangkat, ‘Tidak, jangan pergi’. Tidak perlu terbang 18 jam ke sana hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak ada gunanya,” tegas Trump, dikutip dari Fox News. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras Trump yang menganggap negosiasi tersebut tidak memiliki urgensi maupun peluang keberhasilan dalam waktu dekat.

Posisi AS Dinilai Lebih Kuat

Dalam pernyataannya, Trump juga menekankan bahwa posisi Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat dalam konteks negosiasi dengan Iran. Ia menilai tidak ada alasan bagi Washington untuk mengambil langkah proaktif jika pihak lawan belum menunjukkan itikad yang sama.

“Kami memegang semua kartu kendali. Mereka (Iran) bisa menelepon kami kapan saja mereka mau,” tambahnya. Ungkapan “memegang semua kartu kendali” dalam konteks diplomasi berarti AS merasa memiliki keunggulan strategis, baik dari sisi politik, militer, maupun ekonomi, sehingga tidak perlu terburu-buru dalam melakukan perundingan.

Dengan pendekatan ini, Trump memilih untuk menunggu langkah dari Iran dibandingkan harus mengirim utusan ke luar negeri untuk membuka dialog. Di sisi lain, Iran justru tengah aktif menjalankan diplomasi regional.

Diplomasi Regional Iran Aktif

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui telah berada di Pakistan sejak Jumat (24/4/2026) untuk melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Namun, dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak bersedia melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat. Sebagai gantinya, Iran memilih menggunakan pendekatan tidak langsung dengan menyampaikan poin-poin penting melalui negara ketiga.

Dalam hal ini, Pakistan berperan sebagai mediator atau perantara komunikasi antara kedua pihak. Araghchi menyebut bahwa tujuan utama kunjungannya adalah untuk menyampaikan “pertimbangan” atau poin-poin krusial terkait konflik yang sedang berlangsung, dengan harapan dapat meredakan ketegangan yang ada.

Delegasi Iran Sampaikan Tuntutan Resmi

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Iran dilaporkan telah menyerahkan daftar tuntutan resmi kepada pemerintah Pakistan. Tuntutan ini berkaitan dengan upaya mengakhiri konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. “Delegasi tersebut menyampaikan daftar tuntutan resmi mereka untuk mengakhiri perang AS-Israel kepada para pemimpin Pakistan sebelum berangkat,” lapor Osama Bin Javiad dari Al Jazeera, Sabtu (25/4/2026).

Langkah ini menunjukkan bahwa Iran tetap aktif dalam mencari solusi diplomatik, meskipun menolak berunding langsung dengan AS.

Safari Diplomatik Berlanjut ke Oman dan Rusia

Setelah menyelesaikan agenda di Pakistan, Araghchi melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Oman pada Sabtu (25/4/2026). Oman sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang kerap menjadi “jembatan diplomasi”. Istilah “jembatan diplomasi” merujuk pada peran suatu negara sebagai mediator netral yang membantu mempertemukan pihak-pihak yang berselisih, tanpa terlibat langsung dalam konflik.

Selain Oman, Iran juga berencana mengunjungi Rusia dalam rangka memperkuat koordinasi dengan negara-negara mitra strategis. “Tujuan kunjungan ini adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami mengenai masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional,” tulis Araghchi melalui akun X pribadinya, sebagaimana dikutip dari WANA News Agency. Ia juga menegaskan bahwa hubungan dengan negara-negara tetangga menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Iran saat ini.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Jumat, 21 Agustus 2026, Pesta Wajib St Pius X

25 Agustus 2026

Prabowo Undang Paskibraka HUT ke-81 RI ke Hambalang, Beri Pesan Spesial Ini

25 Agustus 2026

UNIMMA kuatkan wisata halal dan UMKM Sumberarum dengan KriPaya dan digitalisasi

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah

25 Agustus 2026

Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga

25 Agustus 2026

Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA

25 Agustus 2026

Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah

25 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?