Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 27 April 2026
Trending
  • Mengukur Dampak Campur Tangan Danantara dalam Penyehatan BUMN Karya
  • Melihat aturan perlindungan investor pasar modal Indonesia
  • Stir Mobil Berat? Cek 7 Faktor Ini Dulu!
  • Prediksi Skor Aston Villa vs Sunderland: Moral Tinggi, Kemenangan Mudah untuk Tuhost?
  • Isu Kembali Heboh, Ini 3 Kriteria Menteri yang Akan Direshuffle
  • Biodata Nus Kei yang Tewas Ditikam, Paman John Kei Pernah Diserang Keponakan, Apa Motifnya?
  • Amazon mengakuisisi Globalstar Rp198,83 triliun untuk lawan Starlink
  • Harga Pertamax Turbo Naik, Mobil Hybrid Jadi Pilihan Tepat?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Isu Kembali Heboh, Ini 3 Kriteria Menteri yang Akan Direshuffle
Politik

Isu Kembali Heboh, Ini 3 Kriteria Menteri yang Akan Direshuffle

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Kembali Menguat

Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali menghangat di tengah dinamika politik yang terjadi di Jakarta. Setelah dua tahun pemerintahan berjalan, evaluasi terhadap kinerja para menteri mulai dilakukan secara serius oleh lingkaran Istana. Dengan adanya isu pergantian sejumlah pembantu presiden, publik mulai memperhatikan siapa saja yang dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya dan berpotensi tersingkir dari kursi kekuasaan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Namun, transparansi kepada publik tetap penting. “Dalam pemerintahan, presiden paham dan punya kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang masuk dan keluar kabinet, meski begitu wajar juga rakyat ingin tahu reshuffle kabinet akan dilakukan,” ujar Hensa.

Lebih dari sekadar rotasi jabatan, reshuffle kali ini diprediksi menjadi ajang “bersih-bersih” bagi menteri yang tidak lagi sejalan dengan visi besar presiden. Ada tiga kriteria utama yang menjadi penentu nasib para menteri:

Kriteria 1: Lemah dalam Eksekusi Lapangan

Kriteria pertama yang disorot adalah lemahnya eksekusi kebijakan di lapangan. Menteri yang dinilai hanya kuat di tataran konsep atau seremonial, namun gagal mengendalikan persoalan riil seperti harga kebutuhan pokok atau distribusi logistik di daerah, berpotensi masuk daftar evaluasi.

Dalam konteks ini, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo dikenal menuntut sosok “field commander”, pemimpin yang turun langsung, bukan sekadar memberi instruksi dari balik meja. Hensa menilai, faktor kinerja tetap menjadi indikator penting dalam keputusan reshuffle.

“Ada tiga menurut saya yang menentukan presiden melakukan reshuffle yaitu subjektifitas alias suka atau tidak suka, objektifitas terkait kinerja, dan yang paling penting politis dalam arti mengganggu soliditas kabinet atau tidak,” kata Hensa.

Dari kriteria tersebut, setidaknya ada tiga indikator yang bisa dibaca publik untuk mengukur apakah seorang menteri berada di “zona merah”:

  • Target program tidak tercapai – janji kebijakan tak terealisasi atau meleset jauh dari target.
  • Dampak ke masyarakat minim – kebijakan tidak terasa manfaatnya secara langsung.
  • Krisis tak tertangani – lambat merespons isu strategis seperti inflasi, pangan, atau energi.

Indikator ini memperkuat faktor objektivitas yang disebut Hensa sebagai salah satu dasar evaluasi utama.

Kriteria 2: Ego Sektoral yang Menghambat Kolaborasi

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah ego sektoral antar kementerian. Menteri yang sulit berkoordinasi atau terlibat konflik internal dinilai dapat merusak soliditas kabinet.

Padahal, dalam pemerintahan, kerja tim menjadi kunci. Presiden membutuhkan kabinet yang solid, bukan individu yang berjalan sendiri-sendiri. Hensa menegaskan pentingnya setiap pejabat memahami kapasitas dan perannya dalam sistem pemerintahan.

“Buat pejabat, ini penting buat pejabat di sini, kalau emang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi,” kata Hensa.

Ia juga menyoroti masih banyak pejabat yang tidak memahami bidang kerjanya. “Semisal contoh, Nadiem Makarim misalnya, kalau tidak bisa jadi menteri pendidikan ya jangan diambil (jabatannya), atau misalnya siapa lah, kalau tidak bisa jadi menteri kehutanan, jangan diambil, yang susah tuh rakyat,” ujar Hensa.

Kriteria 3: Kontroversi Publik yang Tak Terkendali

Kriteria terakhir adalah beban citra akibat kontroversi publik. Menteri yang kerap membuat pernyataan blunder, terseret isu integritas, atau memicu polemik berkepanjangan dinilai bisa merugikan presiden secara politik. Apalagi menjelang dinamika politik ke depan, stabilitas citra pemerintahan menjadi faktor krusial.

Hensa mengingatkan bahwa setiap pejabat harus memahami perannya secara profesional. “Setiap orang punya perannya sendiri-sendiri, saya juga punya peran sendiri, jadi harus hormati peran itu,” ujarnya.

Hak Prerogatif Presiden yang Tak Bisa Diganggu Gugat

Pada akhirnya, reshuffle kabinet merupakan mekanisme yang wajar dalam sistem demokrasi untuk menjaga efektivitas pemerintahan. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden. Saat ditanya soal siapa saja yang akan terkena reshuffle, Hensa menegaskan dirinya bukan pihak yang mengetahui detail tersebut.

“Nama saya Hendri Satrio, bukan Prabowo Subianto, yang tahu kapan dan siapa saja yang akan di reshuffle ya hanya pak Prabowo sebagai seorang presiden,” pungkas Hensa.

Siapa pun yang nantinya terdepak, satu hal yang pasti, Presiden membutuhkan tim yang tidak hanya loyal, tetapi juga mampu bergerak cepat menghadapi tantangan 2026 yang semakin kompleks.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dituduh Memihak Inter Milan, Wasit Liga Italia Hukum Diri Sendiri

27 April 2026

Kepala SDM Kemenag Dorong Peningkatan Tata Kelola ASN di Raker UIN RIL

27 April 2026

Pemerintah Minta Swasta Bayar Gaji Sesuai UMK, PPPK Paruh Waktu Kesulitan

27 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengukur Dampak Campur Tangan Danantara dalam Penyehatan BUMN Karya

27 April 2026

Melihat aturan perlindungan investor pasar modal Indonesia

27 April 2026

Stir Mobil Berat? Cek 7 Faktor Ini Dulu!

27 April 2026

Prediksi Skor Aston Villa vs Sunderland: Moral Tinggi, Kemenangan Mudah untuk Tuhost?

27 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?