Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA – Manajemen TikTok memberikan pernyataan terkait isu penutupan Tokopedia dan pengalihan layanan ke TikTok Shop. Meski tidak secara langsung menjawab kabar tersebut, pihak TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di Tokopedia.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” tulis pernyataan tertulis Juru Bicara TikTok kepada Indonesiadiscover.com di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Sebelumnya, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan pentingnya perlindungan hak konsumen, khususnya bagi mereka yang telah berlangganan layanan Tokopedia. BPKN menyampaikan bahwa setiap perubahan model bisnis, merger, atau penutupan platform digital tidak boleh merugikan konsumen, terutama yang sudah membayar layanan di muka.
Ketua BPKN Mufti Mubarok menekankan bahwa prinsip dasar perlindungan konsumen adalah kepastian hak. “Konsumen Tokopedia PLUS telah membayar layanan tertentu dengan manfaat yang jelas, sehingga tidak boleh ada penghapusan sepihak tanpa penyelesaian yang adil,” tegas Mufti saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Diketahui, banyak pengguna Tokopedia masih memiliki paket berbayar Tokopedia PLUS, layanan premium yang menawarkan bebas ongkir tanpa batas, pengiriman lebih cepat, serta diskon eksklusif. Biaya langganan berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu untuk enam bulan, atau bisa lebih rendah pada periode promosi tertentu.
Menurut Mufti, penyelesaian yang adil dan tidak merugikan konsumen harus merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya terkait hak atas kenyamanan, keamanan, dan kompensasi. Ia menilai penyelesaian ideal dapat dilakukan melalui beberapa opsi, antara lain:
- Pengalihan manfaat Tokopedia PLUS ke platform TikTok Shop dengan nilai dan fitur yang setara atau lebih baik.
- Pengembalian dana (refund) secara proporsional sesuai sisa masa aktif langganan.
- Pemberian kompensasi tambahan seperti voucher, diskon eksklusif, atau layanan premium pengganti.
“Konsumen tidak boleh dipaksa menerima perubahan yang merugikan. Opsi harus diberikan secara transparan dan dapat dipilih oleh konsumen,” ujarnya.
BPKN menegaskan bahwa Tokopedia dan TikTok Shop bertanggung jawab penuh atas keberlanjutan layanan berbayar yang telah dijual kepada konsumen. Mufti mengatakan Tokopedia wajib menyampaikan informasi resmi, terbuka, dan tidak menyesatkan kepada seluruh pelanggan yang berlangganan, serta menjelaskan secara rinci mekanisme transisi layanan, termasuk hak konsumen.
Selain itu, Tokopedia dinilai perlu menyediakan kanal pengaduan khusus dan layanan pelanggan yang responsif, serta tidak mengubah syarat dan ketentuan layanan secara sepihak tanpa persetujuan konsumen. “Dalam ekonomi digital, kepercayaan konsumen adalah aset utama. Jika kepercayaan ini dilanggar, dampaknya bukan hanya hukum, tetapi juga reputasi jangka panjang,” kata Mufti.
BPKN menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap berkoordinasi dengan kementerian serta regulator terkait guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen di tengah transformasi ekosistem perdagangan digital nasional.



