Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Mengukur Nilai Ekonomi Gas untuk Industri
    Ekonomi

    Mengukur Nilai Ekonomi Gas untuk Industri

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

    Pemerintah kembali mempertimbangkan konsep harga gas bumi yang ekonomis bagi industri, mengingat potensi pasokan besar dari proyek Blok Masela. Proyek ini diharapkan mampu menyuplai 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta 35 ribu barel kondensat per hari. Namun, harga gas yang terlalu tinggi dapat melemahkan daya saing industri nasional, meskipun proyek hulu migas tetap harus memberikan hasil yang layak bagi investor.

    Dalam rapat koordinasi percepatan proyek strategis nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti bahwa harga gas domestik saat ini mencapai US$ 12 per MMBTU. Angka ini dinilai menjadi beban berat bagi pelaku industri dalam negeri. Ia menyatakan, dengan produksi yang akan meningkat, seharusnya harga gas bisa digunakan untuk mendukung industri dengan biaya yang lebih rendah.

    Menurut Purbaya, cadangan dan rencana produksi dari Lapangan Abadi Masela bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur biaya energi industri. Ia menegaskan bahwa gas dari proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk ekspor, tetapi juga harus memberi nilai tambah bagi perekonomian domestik melalui harga yang lebih terjangkau.

    Dalam forum tersebut, Purbaya secara terbuka menguji batas harga keekonomian gas dari sudut pandang investor. Ia mempertanyakan level harga yang dianggap layak oleh operator proyek agar fasilitas produksi tetap berjalan secara menguntungkan, namun tetap kompetitif bagi konsumen industri. Pertanyaan ini disampaikan kepada manajemen Inpex Corporation Ltd, penggarap utama proyek LNG Abadi Masela.

    Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia, dengan nilai investasi sekitar USD 21 miliar atau setara Rp 352 triliun. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta metrik ton LNG per tahun (MMTPA) dan 150 MMSCFD gas pipa, dengan potensi cadangan mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF) di Laut Arafura.

    Menanggapi hal tersebut, Project Director Inpex Masela, Harrad Blinco menyampaikan bahwa penentuan harga keekonomian bukan perkara sederhana. Biaya investasi pembangunan kilang LNG dan fasilitas pendukung terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga memengaruhi perhitungan pengembalian investasi proyek.

    Dari sisi pengguna gas, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan menilai, arah kebijakan yang disampaikan Menkeu sudah tepat. Ia menyebut Purbaya memahami betul tekanan biaya energi yang dihadapi industri dan bergerak cepat memberi sinyal koreksi harga.

    Yustinus mengungkapkan, gas bumi yang dialirkan melalui pipa hasil regasifikasi LNG idealnya dapat ditetapkan pada kisaran USD 9 per MMBTU di titik serah (at plant gate). Menurutnya, secara struktur biaya, harga keekonomian gas bumi tertentu (HGBT) berada di sekitar USD 7 per MMBTU. Jika terjadi gangguan pasokan, maka toleransi maksimal sekitar 15% alokasi masih dinilai ekonomis pada level USD 9 per MMBTU.

    Kompleksitas Keekonomian Hulu Migas

    Namun, praktisi migas sekaligus Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), Hadi Ismoyo mengingatkan pembentukan harga gas tidak bisa dilepaskan dari kompleksitas biaya di sektor hulu. Harga gas, menurutnya, merupakan fungsi dari sunk cost, belanja modal (capex), serta biaya operasi (opex) sejak tahap eksplorasi, pengembangan, hingga produksi.

    “Semakin besar cadangan dan produksi, serta semakin rendah total biaya, maka proyek gas akan semakin ekonomis. Dalam konteks Masela, total biayanya sangat besar,” ujarnya. Ia menambahkan, perhitungan keekonomian proyek Masela dilakukan sejak kontrak bagi hasil (PSC) ditandatangani pada 1998. Artinya, seluruh biaya yang telah dikeluarkan sejak saat itu harus diperhitungkan agar target internal rate of return (IRR) kontraktor dapat tercapai. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan harga gas relatif tinggi.

    Infrastruktur Penentu Harga Akhir

    Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto mengatakan, harga gas yang disebut “ekonomis” sejatinya adalah harga yang mampu menutup seluruh biaya dan memberikan margin usaha yang wajar. Namun, harga gas di tingkat konsumen akhir sangat bergantung pada banyak faktor, mulai dari sumber pasokan, jarak, volume, hingga kesiapan infrastruktur. Tanpa jaringan infrastruktur yang matang dan pasar yang kompetitif, upaya menurunkan harga gas akan sulit terwujud.

    “Kalau hanya berharap harga gas murah tanpa dukungan infrastruktur dan keseimbangan suplai–demand, itu tidak akan terjadi,” ujarnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?