Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 18 October 2026
Trending
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
  • Bos Intel ungkap teknologi cip yang bisa bikin AI lebih hemat energi
  • Stok iPhone Duo diprediksi terbatas, pembeli berpotensi hadapi penundaan
  • Rekor MURI SMK se-Jatim: Servis Gratis 9.175 Motor
  • Radja Nainggolan sesali keputusan masa lalu, sebut bisa bela timnas Indonesia selama 15 tahun
  • Lembah Kematian Riset
  • Opini: Dari kenangan menuju aksi – menghidupi pesan Paus Yohanes Paulus II di Flores
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Internasional»Tiongkok Buka Daftar Hitam Lawan Tekanan Washington
Internasional

Tiongkok Buka Daftar Hitam Lawan Tekanan Washington

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 May 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Langkah China Melawan Sanksi AS: Awal dari Perubahan Global



Pemerintah Tiongkok mulai mengambil langkah yang lebih terbuka dalam merespons sanksi Amerika Serikat terhadap sektor energinya. Ini menandai awal dari eskalasi baru dalam konflik ekonomi global yang semakin memanas. Kementerian Perdagangan Tiongkok pada awal Mei mengambil keputusan untuk memblokir pembatasan Washington terhadap lima kilang minyak independen yang dituduh mengimpor minyak dari Iran melalui jalur tidak resmi. Langkah ini dianggap sebagai titik balik penting, karena sebelumnya Beijing cenderung merespons tekanan Barat secara hati-hati dan tidak langsung.

Dari Tekanan Energi ke Konfrontasi Terbuka

Sanksi terhadap kilang-kilang Tiongkok tidak lepas dari konflik energi yang lebih luas antara Washington dan Teheran, khususnya terkait distribusi minyak di kawasan Teluk. Dalam situasi tersebut, Iran tetap mampu mempertahankan ekspor minyak melalui jalur alternatif, termasuk penggunaan “armada bayangan” yang menghindari pengawasan Barat. Sebagian besar pasokan minyak ini mengalir ke pasar Tiongkok.

Analis asal Rusia Sergey Poletaev menyebut bahwa Washington mencoba menekan pembeli minyak Iran di Tiongkok agar mundur. Hal ini mendorong perubahan strategi Beijing, dari pendekatan diplomatik menjadi lebih konfrontatif. “Menghadapi kekurangan minyak yang parah, Tiongkok terpaksa terlibat dalam konflik yang lebih langsung dengan AS,” ujar Poletaev.

Mengaktifkan Hukum Anti-Sanksi

Tidak hanya memblokir sanksi, Tiongkok juga mulai mengaktifkan perangkat hukum domestik untuk melawan tekanan eksternal, termasuk undang-undang anti-sanksi yang memungkinkan pembatasan terhadap entitas asing. “Tiongkok telah mengaktifkan undang-undang anti-sanksi untuk melawan daftar hitam yang diberlakukan AS,” tulis Xinhua. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Tiongkok, dari menghindari konfrontasi menjadi lebih tegas dalam mempertahankan kepentingan ekonominya.

Framing Beijing: Sanksi Sepihak Langgar Hukum Internasional

Media pemerintah Xinhua menegaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada prinsip kedaulatan ekonomi dan hukum internasional. Dalam berbagai laporannya, Xinhua menyebut sanksi sepihak sebagai tindakan yang melanggar norma global dan merusak stabilitas perdagangan internasional. Tiongkok juga menekankan bahwa tidak ada negara yang berhak memaksakan yurisdiksi ekstrateritorial terhadap pihak lain dalam hubungan dagang.

Konflik ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari dinamika yang lebih luas dalam perdagangan energi global, khususnya terkait minyak Iran yang menjadi titik panas rivalitas antara Washington dan Tiongkok. Di tengah tekanan pasokan global, Tiongkok tetap menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran meski menghadapi ancaman sanksi. Langkah Beijing dinilai berpotensi mempercepat terbentuknya sistem perdagangan energi alternatif di luar dominasi Barat, termasuk penggunaan mekanisme pembayaran non-dolar.

Sanksi AS Kian Tak Efektif

Langkah Tiongkok melawan sanksi Amerika Serikat menunjukkan satu perubahan penting dalam lanskap global: instrumen tekanan ekonomi yang selama ini menjadi andalan Washington mulai kehilangan daya gigitnya. Selama beberapa dekade, sanksi ekonomi AS dikenal sebagai alat paling efektif untuk melumpuhkan negara lawan, dari Iran hingga Rusia. Namun, dinamika terbaru memperlihatkan bahwa efektivitas tersebut mulai terkikis.

Tiongkok kini tidak lagi sekadar menghindari tekanan, tetapi secara terbuka menolak dan melawannya. Keputusan Beijing memblokir sanksi terhadap kilang minyak domestik menjadi sinyal bahwa negara-negara besar mulai berani keluar dari bayang-bayang dominasi ekonomi Amerika. Di sisi lain, Rusia tetap mampu bertahan di tengah gelombang sanksi Barat. Meski mengalami tekanan, Moskow masih menjaga aliran ekspor energinya, terutama ke Asia. Bahkan, hubungan energi dengan Tiongkok justru menguat dan menjadi penopang utama ekonomi Rusia.

Sementara itu, Iran juga menunjukkan ketahanan serupa. Meski menghadapi tekanan berat dari sanksi dan pembatasan militer, ekspor minyaknya tidak sepenuhnya berhenti. Jalur alternatif seperti “shadow fleet” memungkinkan minyak Iran tetap mengalir ke pasar global, terutama ke Tiongkok, dalam skala signifikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa sanksi tidak lagi mampu sepenuhnya mengisolasi negara target seperti sebelumnya. Celah dalam sistem global, baik melalui jaringan perdagangan alternatif, sistem pembayaran non-dolar, maupun aliansi baru, membuat tekanan ekonomi menjadi lebih mudah dihindari. Di titik inilah perubahan mulai terlihat jelas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 May 2026

Mojtaba Khamenei Minta Militer Siap, Iran Waspadai Serangan?

17 May 2026

Trump Menolak Permintaan Ganti Rugi Iran Rp 4.000 Triliun, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

17 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU

17 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Bos Intel ungkap teknologi cip yang bisa bikin AI lebih hemat energi

17 October 2026

Stok iPhone Duo diprediksi terbatas, pembeli berpotensi hadapi penundaan

17 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?