Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 29 Agustus 2026
Trending
  • Ketua BEM Unsoed Azza Febra Soroti Pengelolaan Kampus Pasca OTT Rektor KPK
  • Makeup luntur? Ini cara terbaik untuk kulit kombinasi
  • Mentan Amran Serahkan Bantuan Pangan ke 581 KPM di Lampung via Helikopter TNI
  • 7 fakta menarik tentang koprolit, fosil kotoran ancient
  • Jadwal Terbaru Fun Run 5K Sepinggan Pratama Balikpapan, Nikmati Penampilan T2 Gratis
  • Renungan Katolik Jumat 28 Agustus 2026: Kesiapsiagaan dan Kebijaksanaan
  • Iklan Shopee 9.9 Super Shopping Day Bersama Naykilla dan Tenxi Membuat Netizen Berjoget
  • Makna Filosofis 3 Desain Jersey Persib Bandung 2026/2027: Pesan yang Ada di Dalam Kita
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Tim Walikota Turun ke Lapangan Bantah Isu Longsoran di Terowongan Samarinda
Politik

Tim Walikota Turun ke Lapangan Bantah Isu Longsoran di Terowongan Samarinda

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan TWAP Kota Samarinda Mengenai Longsoran di Terowongan Sambutan

Tim Walikota Samarinda untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda telah menyanggah isu yang beredar di media sosial mengenai adanya longsoran baru di proyek terowongan sisi Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sambutan. Hal ini dilakukan setelah Ketua TWAP, Syaparuddin, bersama jajaran Dinas PUPR Kota Samarinda melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu (31/5/2026).

Syaparuddin menyampaikan bahwa ia turun bersama pejabat PUPR untuk melihat langsung kondisi tebing di puncak yang sebelumnya diisukan mengalami longsoran baru oleh pihak-pihak tertentu. Hasil dari peninjauan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada longsoran baru, dan apa yang dilihat adalah bekas longsoran yang terjadi pada 12 Mei 2025 lalu.

Dari hasil peninjauan itu, Syaparuddin memastikan bahwa kondisi terowongan sangat kokoh dan kuat. Saat ini, semua pihak tengah menunggu proses pengujian dari tim teknis Kementerian PUPR Pusat yang sebelumnya telah diusulkan oleh PUPR Kota Samarinda. Pengujian tersebut menjadi penentu sebelum terowongan bisa resmi dinyatakan laik pakai dan difungsikan untuk masyarakat.

Keamanan Terowongan dan Potensi Longsoran

Syaparuddin juga merespons kekhawatiran soal potensi material longsoran yang bisa jatuh ke area terowongan. Ia menjelaskan bahwa jarak antara ujung tebing dengan muka kanopi terowongan mencapai 72 meter, sehingga posisinya dinilai sangat jauh dan aman dari ancaman material runtuhan.

“Kita harus sabar menunggu dari keputusan tim penguji untuk memastikan terowongan ini layak fungsi bagi warga,” ujarnya. Syaparuddin menegaskan bahwa keputusan laik pakai dari tim penguji itulah yang kini dinantikan oleh semua pihak. Ia berharap proses tersebut dapat segera tuntas agar terowongan bisa segera dinikmati warga Samarinda.

“Jadi posisinya sangat aman. Kita sudah menyaksikan, sudah melihat langsung, dan sekali lagi tidak ada tanda-tanda longsoran baru,” pungkasnya.

Penanganan Longsoran yang Sudah Dilakukan

Sebelumnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda juga telah lebih dulu memastikan kondisi terowongan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, menyatakan pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi.

Dari hasil pemantauan tersebut, ia memastikan bahwa material yang terlihat di media sosial bukan merupakan longsoran baru. “Kalau kita lihat, kayaknya kan ini bukan longsoran baru, ini longsoran yang kemarin juga yang sudah terklarifikasi lah. Mungkin yang reruntuhan yang timbul mungkin peruntuhan di permukaan sisa-sisa yang kemarin,” ujar Rezky, Jumat (29/5/2026).

Dia menjelaskan bahwa titik longsor yang ada selama ini hanya berada di satu lokasi yang sama. Ia mengungkapkan, longsoran itu awalnya berasal dari luar batas Right of Entry (ROE) proyek yang saat itu belum dibebaskan. Kini, lahan tersebut sudah masuk dalam area yang telah dibebaskan, sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih leluasa.

Rencana Penanganan dan Kendala Anggaran

Terkait rencana penanganan, Rezky membenarkan bahwa desain teknis untuk mengatasi longsoran itu sudah disiapkan. “Harus ditangani, dan desain juga sudah ada sih, desainnya untuk penanganan itu, mungkin akan dipapas di atas itu,” katanya. Namun demikian, ia mengakui penanganan tersebut belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Salah satu kendala utamanya adalah ketersediaan anggaran di tengah situasi fiskal yang sedang dipertimbangkan secara cermat. “Iya anggaran sih, karena kita masih melihat juga di situasi yang seperti ini kan,” ungkapnya. Rezky menyebut kemungkinan pengerjaan baru bisa dilakukan tahun depan.

Meski begitu, ia memastikan kondisi longsoran tersebut tidak berdampak signifikan terhadap fungsi terowongan. Ia menjelaskan, mulut terowongan sudah dilengkapi penanganan tersendiri dan berada jauh dari titik longsor. Selain itu, di bagian bawah juga telah ditambahkan struktur perkuatan tambahan.

Skema Penanganan yang Akan Diterapkan

Adapun skema penanganan yang akan diterapkan adalah regrading atau pemangkasan lereng agar kemiringannya menjadi lebih landai. “Ya, paling kalau istilahnya regrading atau dipangkas lagi lah dan terus jadi lebih landai, kan itu juga udah kami bebaskan jadi sekarang punya area yang lebih luas,” jelasnya.

Dengan area lahan yang kini sudah dibebaskan, Rezky menyebut ada ruang yang cukup untuk melakukan pemangkasan lereng. Regrading itu nantinya juga akan mencakup penimbunan di sekitar lima meter di atas terowongan. Sehingga dia menilai longsoran yang ada tidak berdampak signifikan karena nantinya akan di lakukan penimbunan juga.

Saat ini, rencana pengujian struktur terowongan masih terus dimatangkan. Dalam proses uji tersebut, kondisi longsoran di lereng menjadi salah satu indikator yang akan dinilai. Namun, Rezky menekankan bahwa fokus utama tetap pada kondisi bagian dalam terowongan itu sendiri. “Yang paling penting adalah deformasi di dalam dalam terowongannya itu yang lebih utama. Kalau di dalamnya ada pergerakan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Renungan Katolik Jumat 28 Agustus 2026: Kesiapsiagaan dan Kebijaksanaan

29 Agustus 2026

Kadishub Gowa Berani Bubarkan Apel ASN di Bawah Pimpinan Bupati Husniah Talenrang

28 Agustus 2026

Pandangan: Flores Menuju Kota Gempa

28 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ketua BEM Unsoed Azza Febra Soroti Pengelolaan Kampus Pasca OTT Rektor KPK

29 Agustus 2026

Makeup luntur? Ini cara terbaik untuk kulit kombinasi

29 Agustus 2026

Mentan Amran Serahkan Bantuan Pangan ke 581 KPM di Lampung via Helikopter TNI

29 Agustus 2026

7 fakta menarik tentang koprolit, fosil kotoran ancient

29 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?