Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 14 September 2026
Trending
  • Klarifikasi Atta Halilintar usai pose mesra bareng cewek beredar, suami Aurel: Minta foto itu biasa
  • Ingin memulai hari lebih sehat? Lakukan 7 perilaku ini menurut psikologi
  • Soal Massa Iddah Politik Calon Ketua Umum PBNU,Gus Romy: Gus Yusuf Bisa Terdampak
  • Run & Rise 2026 sukses digelar, ribuan langkah pelari jadi harapan akses air bersih
  • 5 film romantis Barat yang cocok ditonton si hopeless romantic
  • Keluarga menunggu cemas, 140 penumpang KM Virgo Transport 8 masih dicari tim SAR
  • Lars Veldwijk pakai nomor punggung 7 di PSM Makassar, pernah tandem Marc Klok di FC Utrecht
  • Lirik lagu Bunga Bunga di Barcelona – Christie dan makna lengkapnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Tiga Santri Lombok Diduga Dibakar Senior, Keluarga: Hanya Diminta Tandatangani Dokumen
Nasional

Tiga Santri Lombok Diduga Dibakar Senior, Keluarga: Hanya Diminta Tandatangani Dokumen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kekerasan di Pondok Pesantren Lombok Tengah: Korban Santri Berusia 13 Tahun Diduga Dibakar

Seorang santri berusia 13 tahun, SAH, menjadi korban dugaan pembakaran di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah. Insiden ini menimbulkan luka bakar serius dan mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Kejadian tersebut kini sedang dalam penyelidikan oleh Polres Lombok Tengah.

Peristiwa yang Menggemparkan

SAH mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi pada siang hari ketika ia bersama beberapa santri lainnya berada di dalam sebuah ruangan. Menurutnya, hanya satu orang yang diduga melakukan aksi pembakaran. Ia mengaku bersama tiga santri lainnya sempat terjebak di dalam ruangan saat api mulai membesar.

“Yang membakar satu orang,” katanya. Ia menjelaskan bahwa ruangan tersebut terbakar setelah pelaku sengaja menyalakan api. Dalam kejadian itu, dua orang berhasil keluar, termasuk terduga pelaku. Sementara SAH terjebak bersama tiga orang di dalam kamar dengan kobaran api. Salah satu dari mereka meninggal.

Penyangkalan Informasi Awal

Bibi korban, Nurul Hidayah, mengatakan awalnya pihak pondok memberi informasi bahwa insiden tersebut terjadi karena permainan para santri. Namun, setelah dua hari dirawat di rumah sakit, SAH mulai menceritakan kronologi berbeda kepada keluarganya.

“Pas dua hari dirawat di Praya barulah bisa ngomong sejujurnya, bahwa kebakaran ini bukan karena kami bermain-main tapi kita dibakar,” kata Nurul menirukan pengakuan anaknya. Ia juga mengungkapkan bahwa SAH sempat takut mengungkapkan kejadian sebenarnya karena mendapat ancaman.

Pengakuan Keluarga tentang Ancaman

Nurul mengungkapkan bahwa SAH mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan selama sekitar 18 hari. Ia menyebutkan bahwa SAH masih bisa dipegang untuk nyandar di badannya, sementara dua korban lainnya lebih parah.

Berdasarkan cerita korban dan rekan-rekannya, peristiwa itu diduga berawal ketika sejumlah santri diajak masuk ke sebuah ruangan yang disebut sebagai bekas kamar ustaz. Nurul mengatakan bahwa pelaku menuangkan bensin di plastik dan ada juga satu botol bensin di kamar ustaz itu.

Dugaan Perundungan Sebelum Pembakaran

Menurut Nurul, sebelum insiden kebakaran terjadi, SAH sempat melaporkan dugaan perundungan yang dilakukan terduga pelaku kepada pengurus pondok. “Sebelum kejadian, dia cerita bahwa pelaku sempat menelanjangi temannya. Akhirnya korban melapor ke ketua pondok dan akhirnya pelaku ditempeleng serta diberi peringatan,” ujarnya.

Nurul mengungkapkan bahwa terduga pelaku sempat mengancam SAH dan santri lain karena kesal dilaporkan ke ketua pondok. Ia menduga peristiwa pembakaran terjadi beberapa hari setelah laporan tersebut disampaikan.

Bantahan atas Surat Perdamaian

Keluarga SAH mempertanyakan keabsahan surat perjanjian perdamaian yang disebut diterbitkan pihak pondok pesantren. Mereka menduga ada upaya penyelesaian kasus secara internal melalui surat perdamaian tersebut. Bahkan, mereka menuding tanda tangan wali murid dalam dokumen itu tidak pernah diberikan secara sadar untuk kepentingan perdamaian.

“Dia bilang untuk wali murid tapi nyatanya kan ada terbit surat perjanjian perdamaian yang ditandatangani, kami pastikan 100 persen itu dipalsukan,” kata Nurul.

Pernyataan dari Pihak Pondok Pesantren

Di sisi lain, Ketua Pondok Pesantren Rusydah, H. Ahmad Nuzakki Rahmatullah, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin perdamaian dengan keluarga korban. “Sudah ada perdamaian kami dengan pihak keluarga korban, dan sampai sekarang hubungan saya dengan mereka sampai detik ini baik,” katanya.

Meskipun keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Lombok Tengah, Ahmad Nuzakki menegaskan pihaknya menghormati langkah hukum yang ditempuh. “Kalau memang mereka melapor ya silakan saja itu kan hak masing-masing, kita ikuti saja prosesnya.”

Proses Penanganan Kasus

Saat ini, laporan dugaan pembakaran tersebut telah masuk ke Polres Lombok Tengah dan masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh kepolisian. Keluarga korban tetap berupaya mencari kejelasan dan keadilan atas peristiwa yang dialami anak mereka, sembari fokus pada proses pemulihan korban yang mengalami luka bakar cukup serius.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klarifikasi Atta Halilintar usai pose mesra bareng cewek beredar, suami Aurel: Minta foto itu biasa

14 September 2026

Ingin memulai hari lebih sehat? Lakukan 7 perilaku ini menurut psikologi

14 September 2026

Soal Massa Iddah Politik Calon Ketua Umum PBNU,Gus Romy: Gus Yusuf Bisa Terdampak

14 September 2026

Run & Rise 2026 sukses digelar, ribuan langkah pelari jadi harapan akses air bersih

14 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?