Alasan Sunan Kalijaga Mundur dari Kasus Erin
Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Rien Wartia Trigina alias Erin, mantan istri komedian Andre Taulany, terus menjadi sorotan publik. Di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung di Polres Metro Jakarta Selatan, kuasa hukum Erin sebelumnya, Sunan Kalijaga, memutuskan untuk mundur dari peran tersebut. Keputusan ini menimbulkan banyak spekulasi dan pertanyaan tentang alasan di balik keputusan Sunan.
Sunan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pengacara Erin melalui media sosial beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan harapan agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil bagi kedua belah pihak. Meski tidak menjelaskan alasannya secara langsung, rekan sejawatnya, Agustinus Nahak, memberikan penjelasan kemungkinan di balik keputusan Sunan.
Agustinus menyinggung soal ketidakjujuran yang dilakukan klien Erin, yang bertentangan dengan hati nurani pengacara. “Mungkin karena satu, tidak sesuai dengan hati nuraninya dalam penanganan perkaranya. Mungkin antara klien dan juga pihak pengacara, mungkin informasi-informasi yang disampaikan tuh tidak update atau mungkin tidak ada kejujuran,” jelas Agustinus.
Sunan, yang sebelumnya diam, akhirnya mengumumkan keputusan besarnya lewat media sosial. Ia menyampaikan bahwa ia tidak lagi menangani perkara Erin. “Saya Sunan Kalijaga ingin menyampaikan kepada teman-teman media bahwa ini saya sudah tidak lagi menangani perkara Ibu Erin. Harap maklum dan terima kasih,” ucapnya.
Meski tak menjelaskan alasan pasti, Sunan berharap semua pihak yang terkait bisa mendapatkan keadilan. “Semoga perkaranya tetap bisa berjalan dengan baik, mendapatkan satu keadilan buat para pihak. Terima kasih,” tambahnya.
Tak diketahui pasti penyebab mundurnya Sunan sebagai pengacara Erin. Padahal sebelumnya, Sunan getol membela Erin dalam perkara ini. Sunan bahkan sempat bungkam dan menyangkal kabar dirinya mundur membela Erin. “Apa itu, gosip gosip, nanti saya info ya,” timpalnya.
Sunan juga menegaskan untuk sementara waktu dirinya belum ingin berbicara banyak mengenai persoalan tersebut. “Untuk saat ini saya no komen dulu,” katanya.
Selain itu, Sunan turut menanggapi soal kabar Erin disebut telah menunjuk kuasa hukum baru. Menurutnya, keputusan terkait pendampingan hukum merupakan hak pribadi Erin dan ia tidak ingin ikut campur. “Iya itu hak dia, silakan saja, saya nggak mau ikut campur dan enggak mau tahu,” pungkas Sunan.
Unggahan Sunan Diduga Sindir Erin
Belakangan, lewat caption di unggahan media sosialnya, Sunan menyinggung soal ART adalah bagian dari keluarga. Postingan Sunan itu tak pelak menjadi sorotan dan menyiratkan alasan di balik mundurnya ia membela Erin.
“Semua yang bekerja dengan saya adalah bagian dari keluarga. Ajudan, ART, karyawan, sopir,” tulis ayah dua anak itu memulai captionnya.
Suami Heidy Sunan itu menegaskan, seluruh karyawannya memperoleh tunjangan yang layak. “Mereka mendapatkan berbagai macam tunjangan PKUS QBonus dan fasilitas di luar gaji pokok,” bebernya.
Ia kemudian memberi bukti fasilitas apa yang ia berikan kepada ART-nya. “Sabtu kemarin, ART saya berikan libur dan uang jajan ratusan ribu untuk jalan-jalan,” tandas Sunan.
Dipaksa Berbohong
Erin sebelumnya menghadirkan ART barunya, Nur Rohmah sebagai saksi dari pihaknya untuk memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026) malam. Dalam keterangannya, Nur mengaku diminta menjadi saksi tanpa persetujuannya.
Dia juga dipaksa berbohong dengan memberikan keterangan yang seolah membicarakan kebaikan Erin saja. Diungkapkan Nur yang belakangan memilih kabur dari rumah Erin, ia sempat diancam jika tak mau bersaksi. “Karena sebelumnya memang ada ancaman-ancaman kayak gitu, semisal kamu jangan ikut campur urusan saya sama Mbak Hera, nanti saya laporin ke polisi. Terus ada ancaman, kamu tahu enggak suami kamu sama kamu itu udah jadi buronan polisi. Jadi takut, disuruh jadi saksi saya juga enggak tahu. Enggak bilang sama sekali,” tutur Nur.
Nur menyebut, bersedia menjadi saksi asalkan bicara jujur. Namun, pihak Erin dan pengacaranya terus meminta Nur untuk berbohong. “Sebenarnya saya mau-mau aja asalkan memang jadi saksi yang sesungguhnya. Cuman kan waktu itu mau ke polisi, ibu kayak ada bilang, ‘Nanti bilang yang baik-baik ya selama kamu diperlakukan di sini’. Terus ibu bilang, ‘kata tolol dan bego dihilangin aja. Jangan bilang kayak gitu’,” tandas Nur.
Karena permintaan itu, Nur merasa keberatan. “Jadi saya nggak bisa terima karena kan kata tolol dan bego itu memang nyata ada. Tapi Ibu Erin minta itu dihilangkan. Jadi saya enggak bisa, saya enggak mau. Jadi saya nggak mau bohong,” selorohnya.
Tak hanya oleh Erin, oleh kuasa hukum Erin yang baru pun, Nur diminta untuk berbohong saat bersaksi di hadapan penyidik kepolisian. “Sebelumnya dari rumah sama Ibu terus kan dibawa ke kantor pengacara. Di situ juga ada bilang sama pengacaranya, ‘Iya nanti kalau misalkan ditanya ada katak kasar, bilang aja enggak ada gitu. Terus masalah HP juga bilang aja udah dikembalikan’.”
“Tapi saya enggak terima, soalnya kan HP saya masih ditahan. Enggak benar ya, karena itu kebohongan. Saya nggak mau bohong,” tukas Nur.


